Tekanan di level pro esports tidak berhenti di dalam game. Bagi pemain, kekalahan beruntun bisa memicu lelah mental, stres, dan burnout yang sulit dihindari jika beban terus menumpuk.
Hal itu juga dialami EVOS Kyy, roamer EVOS Esports di divisi Mobile Legends: Bang Bang. Hengky Gunawan menilai cara paling membantunya melewati fase seperti itu adalah bercerita kepada orang terdekat, terutama keluarga dan pasangan.
Kyy menyampaikan pandangan itu usai gelaran Playoff MPL ID Season 17. Ia menjelaskan bahwa kondisi mentalnya paling tertekan saat hasil pertandingan tidak sesuai harapan, baik di kompetisi maupun saat bermain ranked.
Dalam situasi seperti itu, Kyy memilih mengalihkan fokus lewat aktivitas bersama pasangan. Ia juga membuka obrolan dengan orang tua karena menurutnya berbagi cerita dapat membuat perasaan lebih lepas.
Cerita ke orang terdekat jadi pelepas beban
Menurut Kyy, beban pikiran sering muncul saat kekalahan datang terus-menerus. Karena itu, berbicara dengan orang yang dipercaya menjadi langkah sederhana yang bisa membantu menurunkan tekanan emosional.
Ia menilai kehadiran pasangan, keluarga, atau orang tua memberi ruang untuk menyalurkan isi kepala yang penuh. Dari sudut pandangnya, dukungan seperti ini membantu mengurangi rasa lelah yang muncul setelah menghadapi rangkaian hasil buruk.
Pola yang dibagikan Kyy juga memperlihatkan bahwa pemulihan mental tidak selalu harus dilakukan dengan cara besar. Kadang, waktu bersama orang terdekat dan percakapan ringan justru cukup untuk membuat pikiran lebih tenang.
Burnout jadi risiko nyata di esports profesional
Fenomena burnout bukan hal asing di dunia esports profesional. Jadwal latihan yang padat, tuntutan untuk selalu tampil maksimal, dan ekspektasi dari tim maupun penggemar bisa memberi tekanan besar pada pemain.
Di level ini, para atlet dituntut untuk terus menang dan menjaga performa. Jika tekanan berlangsung lama tanpa jeda yang sehat, kondisi mental mereka bisa ikut terdampak.
Karena itu, menjaga keseimbangan antara karier dan kehidupan pribadi menjadi hal penting. Dukungan emosional dari lingkungan terdekat sering kali menjadi salah satu penyangga utama saat pemain berada dalam fase sulit.
Pengalaman Kyy menunjukkan bahwa pro player tetap membutuhkan ruang untuk istirahat secara mental. Di balik sorotan panggung dan persaingan ketat, mereka tetap manusia yang harus mengelola rasa lelah dan tekanan dengan cara yang sehat.
Dukungan sekitar ikut menentukan pemulihan
Apa yang dibagikan Kyy juga menegaskan peran lingkungan suportif dalam menjaga kesehatan mental atlet esports. Saat pemain punya tempat untuk bercerita, beban yang menumpuk tidak harus dipikul sendirian.
Dalam konteks itu, aktivitas bersama pasangan, keluarga, atau orang-orang yang dipercaya bisa menjadi langkah kecil yang berdampak besar. Cara sederhana tersebut membantu pemain menemukan kembali motivasi untuk bangkit setelah kekalahan.
Pesan yang muncul dari pengalaman Kyy cukup jelas. Di tengah kompetisi yang keras, dukungan emosional dari orang terdekat bisa menjadi kunci agar pemain tetap bertahan dan berkembang tanpa tenggelam dalam burnout.
