Seorang pria Inggris berusia 41 tahun dinyatakan bersalah atas pembunuhan pacarnya yang masih remaja, Lily Whitehouse, 19 tahun. Kasus ini memicu perhatian besar karena Whitehouse baru saja melahirkan bayi prematur dan meninggal hanya beberapa jam setelah menjenguk anaknya di unit perawatan intensif rumah sakit.
Mohammed Azim dijatuhi vonis bersalah oleh juri dalam sidang di Wolverhampton Crown Court, menurut kepolisian West Midlands. Jaksa menilai Azim menabrakkan Whitehouse ke tiang lampu dengan truk flatbed, lalu berusaha menutupi perbuatannya dengan cerita palsu tentang kecelakaan tabrak lari.
Kronologi serangan dan upaya menutupinya
Petugas paramedis menemukan Whitehouse dengan luka serius di Park Street, Oldbury, West Midlands, tak lama setelah pukul 21.30 pada 5 November. Menurut kepolisian, Azim berada di lokasi dan awalnya bersikeras bahwa korban adalah sasaran tabrak lari.
Pernyataan polisi menyebut Azim menelepon layanan darurat 999 dan mengatakan bahwa Whitehouse “telah terlindas” dan “baru saja terjadi”. Ia juga mengaku bahwa Whitehouse “ada di dalam truknya”.
Detektif Inspektur Nigel Box mengatakan Azim mencoba menutupi pembunuhan itu dengan menciptakan kisah bahwa korban ditabrak kendaraan lain. Namun hasil penyidikan menunjukkan Whitehouse dibunuh di lokasi terdekat, lalu dimasukkan kembali ke dalam truk dan diturunkan di Park Street.
Kondisi korban dan luka yang ditemukan
BBC melaporkan bahwa Whitehouse meninggal beberapa jam setelah mengunjungi bayinya yang lahir prematur di unit perawatan intensif rumah sakit. Seorang patolog menemukan sejumlah luka serius, termasuk cedera traumatis di dada, lengan atas patah, tulang rusuk retak, dan laserasi pada hati.
Fakta di persidangan juga menyebut bayi Whitehouse bukan anak Azim. Whitehouse disebut kerap berusaha menyembunyikan kehamilannya dari Azim.
Pembelaan menyebut kejadian sebagai kecelakaan
Pengacara pembela Azim, Imran Shafi, berargumen bahwa kematian remaja itu merupakan kecelakaan. Ia menyoroti bahwa Azim telah menghubungi layanan darurat setelah insiden terjadi.
Dalam argumen penutup, Shafi mengatakan kasus itu “jelas bukan pembunuhan” dan menyebut pertanyaan utama bagi juri adalah apakah perkara ini termasuk pembunuhan tidak sengaja atau murni kecelakaan. Ia juga menegaskan tidak ada bukti bahwa Azim berniat menyebabkan luka berat atau membunuh Whitehouse.
Keterangan tentang hubungan keduanya
Teman Whitehouse, Libby Higgs, memberi kesaksian bahwa hubungan Whitehouse dengan Azim bersifat abusif. Ia mengatakan Azim sering berkata kasar, memukul Whitehouse, dan melakukan tindakan yang sampai meninggalkan bekas di lengan korban.
Azim dijadwalkan menjalani vonis pada Senin, menurut BBC. Kasus ini menambah sorotan pada dugaan kekerasan dalam hubungan yang berujung pada kematian seorang ibu muda tak lama setelah kelahiran bayinya.
