Perubahan besar akan segera datang ke cara pengguna Android memasang aplikasi dari luar toko aplikasi resmi. Google kini mengungkap jadwal baru untuk penerapan aturan verifikasi pengembang yang akan memengaruhi sideloading di sejumlah pasar, termasuk Indonesia.
Langkah ini penting karena menyentuh salah satu celah keamanan paling sensitif di Android. Google menyiapkan sistem yang membuat pemasangan aplikasi dari pengembang yang belum terverifikasi menjadi lebih ketat, tetapi tetap menyediakan jalur khusus bagi pengguna tingkat lanjut.
Mulai bulan ini, Google akan menggulirkan system service baru yang terpasang otomatis di sebagian besar perangkat Android. Layanan sistem ini nantinya juga akan dipakai untuk memverifikasi pendaftaran pengembang pada akhir tahun.
Google sebelumnya telah mengumumkan program verifikasi pengembang Android untuk membuat sideloading lebih aman. Beberapa bulan lalu, perusahaan itu juga menyatakan bahwa pengguna Android harus menunggu 24 jam sebelum dapat melakukan sideloading aplikasi dari pengembang yang belum terverifikasi.
Jadwal peluncuran bertahap
Pada Juli, Google akan meluncurkan Android Developer ID Status API secara global. Pada bulan yang sama, perusahaan juga membuka early access untuk Android Developer Console API serta early access untuk limited distribution accounts di Android Developer Console.
Limited distribution accounts ditujukan untuk pelajar, pehobi, dan pihak yang masih belajar membuat aplikasi. Akun ini memungkinkan aplikasi dibagikan ke hingga 20 perangkat tanpa memerlukan identitas resmi dari pemerintah maupun biaya.
Pada Agustus, Google akan meluncurkan limited distribution accounts secara global. Google juga akan merilis Android Developer Console API baru secara global pada periode yang sama.
Masih pada Agustus, Google menyiapkan advanced flow bagi power user yang ingin memasang aplikasi dari pengembang yang belum terverifikasi. Jalur ini menjadi salah satu pengecualian penting di tengah pengetatan aturan baru.
Indonesia masuk gelombang awal
Perlindungan verifikasi pengembang yang baru akan mulai berlaku pada 30 September. Penerapan awal akan dimulai di Brasil, Indonesia, Singapura, dan Thailand.
Di negara-negara tersebut, pendaftaran aplikasi akan diwajibkan untuk toko aplikasi yang berpartisipasi. Daftar yang disebut Google mencakup Play Store milik Google, Honor App Market, Oppo App Market, Galaxy Store milik Samsung, V-Appstore milik vivo, Palm Store milik Transsion, dan GetApps milik Xiaomi.
Bagi pengembang yang mendistribusikan aplikasi di Indonesia, Brasil, Singapura, atau Thailand melalui toko-toko tersebut, verifikasi harus diselesaikan paling lambat September. Artinya, tenggat ini bukan hanya berdampak pada pengguna, tetapi juga langsung memengaruhi kesiapan pengembang dan ekosistem distribusi aplikasi.
Apa yang berubah bagi pengguna
Meski aturan baru diperketat, Google tidak menutup sideloading sepenuhnya. Pengguna masih dapat memasang aplikasi yang belum terdaftar melalui Android Debug Bridge atau ADB.
Selain ADB, Google juga menyiapkan advanced flow untuk pengguna yang lebih berpengalaman. Jalur ini menunjukkan bahwa perusahaan mencoba menyeimbangkan keamanan dengan fleksibilitas yang selama ini menjadi ciri Android.
Pendekatan ini juga memberi sinyal bahwa fokus utama Google bukan melarang pemasangan aplikasi dari luar toko aplikasi, melainkan memastikan ada lapisan verifikasi yang lebih jelas. Dengan begitu, pengguna bisa lebih mudah membedakan pengembang yang telah terdaftar dari yang belum.
Dampak ke ekosistem Android
Perubahan ini tidak hanya menyasar Play Store. Keterlibatan toko aplikasi lain seperti Galaxy Store, GetApps, dan toko aplikasi dari Honor, Oppo, vivo, serta Transsion menunjukkan bahwa Google mendorong pendekatan lintas mitra.
Model ini penting karena distribusi aplikasi Android tidak hanya terjadi lewat satu kanal. Dengan mewajibkan pendaftaran aplikasi pada toko-toko yang berpartisipasi, Google memperluas cakupan perlindungan ke area yang selama ini kerap menjadi jalur distribusi alternatif.
Pada saat yang sama, kehadiran Developer ID Status API memberi dasar teknis bagi pemeriksaan status pengembang. Sementara itu, Android Developer Console API dan limited distribution accounts memberi ruang bagi pengembang resmi maupun pengembang skala kecil untuk menyesuaikan diri dengan sistem baru.
Google menyebut perluasan kewajiban verifikasi pengembang akan dilakukan secara global pada 2027. Sebelum itu, perusahaan mengatakan akan memasukkan masukan dari mitra, pengguna, dan komunitas pengembang.
Jadwal bertahap ini menandakan bahwa empat negara awal, termasuk Indonesia, akan menjadi pasar penting dalam fase implementasi. Bagi pengguna Android di Indonesia, perubahan yang dimulai pada 30 September akan menjadi penanda baru tentang bagaimana aplikasi dari luar jalur utama dapat dipasang dengan lebih aman.
