Lenovo resmi memperkenalkan Tab Plus Gen 2, tablet Android yang langsung menonjol karena membawa speaker JBL berukuran besar di bagian belakang. Fokus utama perangkat ini bukan hanya layar besar, tetapi juga pengalaman audio yang dibuat lebih menonjol dibanding tablet kebanyakan.
Daya tarik itu datang dari sistem suara yang tidak biasa untuk kelas tablet. Lenovo menyematkan sembilan speaker JBL Pro dan menyebutnya sebagai Cinematic Audio System, dengan klaim mampu menghadirkan efek suara seperti di bioskop.
Sistem audio tersebut terdiri dari empat tweeter, tiga woofer, dan dua passive radiator untuk memperkuat efek bass. Dukungan Dolby Atmos juga ikut dibawa untuk memberi suara yang lebih imersif saat menonton film, mendengarkan musik, atau bermain game.
Lenovo juga memberi fungsi tambahan yang cukup jarang ditemui di tablet. Tab Plus Gen 2 dapat dipakai sebagai speaker Bluetooth, sehingga ponsel bisa dihubungkan ke tablet untuk memutar musik melalui speaker bawaannya.
Pendekatan ini memperjelas posisi Tab Plus Gen 2 sebagai perangkat hiburan rumahan, bukan sekadar tablet untuk aktivitas dasar. Desain bodinya pun menyesuaikan arah tersebut, termasuk area speaker yang dibuat lebih tebal untuk memberi ruang bagi sistem audio.
Pada bagian layar, Lenovo meningkatkan ukuran panel dari 11,5 inci pada generasi sebelumnya menjadi 12,1 inci. Tablet ini memakai panel LCD dengan resolusi 2.560 x 1.600 piksel atau 2,5K dan refresh rate 120 Hz.
Layar itu juga sudah mendukung Dolby Vision dan HDR10. Untuk penggunaan di area terang, tingkat kecerahannya diklaim bisa mencapai 800 nit dalam mode High Brightness Mode atau HBM.
Dari sisi performa, Lenovo Tab Plus Gen 2 ditenagai chipset MediaTek Dimensity 7400. Ini menjadi peningkatan signifikan dari Lenovo Tab Plus generasi pertama yang masih menggunakan MediaTek Helio G99.
Pilihan memorinya cukup beragam untuk berbagai kebutuhan pengguna. Lenovo menyediakan varian RAM 6 GB, 8 GB, dan 12 GB, dengan penyimpanan internal 128 GB atau 256 GB.
Bila kapasitas bawaan masih terasa kurang, perangkat ini juga mendukung ekspansi lewat slot microSD. Kartu memori yang didukung bahkan mencapai kapasitas hingga 2 TB.
Untuk perangkat lunak, tablet ini menjalankan Android 16. Lenovo menjanjikan dua pembaruan Android utama hingga Android 18 serta pembaruan keamanan sampai 2030.
Komitmen pembaruan ini menjadi poin penting, terutama untuk pengguna yang ingin memakai tablet dalam jangka lebih panjang. Dukungan software seperti ini juga menambah nilai perangkat di luar spesifikasi hardware.
Pada sektor daya, Lenovo membekali Tab Plus Gen 2 dengan baterai 10.200 mAh. Lenovo mengklaim baterai tersebut mampu dipakai untuk memutar video YouTube hingga 15 jam.
Saat baterai habis, pengisian dayanya didukung teknologi fast charging 45 watt. Kombinasi kapasitas besar dan pengisian cepat ini menyesuaikan karakter perangkat yang diarahkan untuk konsumsi hiburan dalam waktu lama.
Lenovo turut menambahkan kickstand terintegrasi yang bisa diputar hingga 360 derajat. Penyangga ini dipasang mengelilingi speaker JBL Pro di bagian belakang dan dapat membantu pengguna menyesuaikan posisi tablet untuk menonton video, melakukan panggilan video, atau membaca dokumen.
Fitur penyangga tersebut membuat penggunaan tablet lebih fleksibel tanpa harus menambah aksesori terpisah. Ini juga memperkuat kesan bahwa Tab Plus Gen 2 disiapkan untuk dipakai di berbagai posisi, baik di meja maupun saat bersandar.
Secara fisik, tablet ini memiliki bobot sekitar 775 gram. Ketebalannya mencapai 22,7 mm pada area speaker, membuatnya tidak setipis tablet pada umumnya.
Namun, dimensi itu menjadi konsekuensi dari fokus utama perangkat pada kualitas audio. Ruang bodi yang lebih besar dipakai untuk menampung sistem speaker yang lebih kompleks dibanding tablet biasa.
Lenovo Tab Plus Gen 2 hadir dalam warna Celestial White. Perangkat ini dijual mulai dari 400 dollar AS atau sekitar Rp 7,1 juta.
Tab Plus Gen 2 merupakan suksesor Lenovo Tab Plus generasi pertama yang meluncur pada Juni 2024. Hingga kini belum ada informasi mengenai jadwal peluncuran maupun harga resmi perangkat tersebut di Indonesia.
