Commodore Callback 8020 Hadirkan Rasa HP Lipat Jadul, Tapi Sengaja Memblokir Distraksi Modern

Commodore Callback 8020 muncul sebagai jawaban bagi pengguna yang mulai lelah dengan layar penuh distraksi. Perangkat ini mencoba menghidupkan kembali rasa pakai HP lipat jadul, tetapi tetap membawa fungsi modern yang masih dibutuhkan sehari-hari.

Yang membuatnya menarik adalah posisi Callback 8020 yang tidak sepenuhnya masuk kategori smartphone biasa, tetapi juga bukan feature phone tradisional. Commodore menempatkannya di tengah, sebagai perangkat yang mendorong penggunaan teknologi lebih sadar dan tidak tenggelam dalam kebiasaan menatap layar terlalu lama.

Konsep digital detox dengan batas yang tegas

Callback 8020 hadir tanpa media sosial, tanpa browser, tanpa email, dan tanpa aplikasi kerja yang biasanya memenuhi layar ponsel modern. Facebook, Instagram, Slack, hingga aplikasi email diblokir langsung di tingkat sistem untuk menekan kebiasaan doomscrolling.

Meski dibatasi, perangkat ini tetap mendukung komunikasi penting. Pengguna masih bisa menelepon, mengirim pesan, dan memakai WhatsApp untuk kebutuhan harian.

Gagasan ini datang dari Christian Simpson, CEO Commodore International Corporation (CIC). Ia mengaku menyadari dirinya mulai kecanduan smartphone, lalu mengembangkan Callback 8020 sebagai perangkat yang lebih “sadar” dalam penggunaan teknologi.

Nuansa HP lipat awal 2000-an terasa kuat

Dari desainnya, Callback 8020 langsung membawa ingatan ke era HP lipat populer awal 2000-an. Perangkat ini memakai layar utama 3,25 inci dengan resolusi 480 x 640 piksel dan layar eksternal 1,77 inci untuk menampilkan waktu, tanggal, sinyal, serta baterai.

Layar luar itu memancarkan cahaya merah yang terinspirasi dari kalkulator Commodore era 1970-an. Tidak ada notifikasi media sosial yang terus muncul dan mengganggu perhatian pengguna.

Untuk mengetik pesan, Commodore menghidupkan lagi sistem T9-style texting yang dulu populer sebelum era layar sentuh. Menurut pernyataan perusahaan yang dikutip GSMArena, metode ini dipertahankan karena menciptakan “mindful friction”, atau pengalaman yang sengaja dibuat sedikit lebih lambat agar pengguna lebih sadar saat memakai perangkat.

Retro di luar, modern di dalam

Walau tampil nostalgia, Callback 8020 tetap membawa fondasi teknologi modern. Smartphone ini menjalankan Sailfish OS dari Jolla, sistem operasi yang kerap disebut sebagai Android tanpa layanan Google.

Lewat Android Runtime, perangkat ini diklaim mampu menjalankan hingga 99 persen aplikasi Android. Namun, Commodore tetap memblokir aplikasi yang dianggap bisa memicu kecanduan penggunaan smartphone.

Di sisi lain, pengguna masih mendapat Spotify untuk musik dan podcast, serta WhatsApp untuk komunikasi sehari-hari. Kombinasi ini membuat Callback 8020 terlihat seperti kompromi antara gaya hidup digital minimalis dan kebutuhan konektivitas masa kini.

Spesifikasi dan fitur yang disiapkan Commodore

Di balik desain retro-nya, Callback 8020 dibekali MediaTek Helio G81, RAM 4 GB, dan penyimpanan internal 64 GB. Kapasitas penyimpanan masih bisa diperluas lewat microSD.

Perangkat ini juga mendukung Wi-Fi, Bluetooth, GPS, LTE, dan baterai 1.550 mAh yang dapat dilepas serta diganti sendiri oleh pengguna. Pengisian dayanya sudah memakai USB-C.

Untuk kamera, tersedia sensor belakang 48 MP dari Sony dengan autofocus dan flash. Commodore juga menambahkan DAC audio berkualitas tinggi, radio FM, jack audio 3,5 mm, serta koleksi game klasik Commodore 64 yang dipilih agar tidak bersifat adiktif seperti banyak game mobile modern.

Pilihan warna dan harga yang tidak murah

Callback 8020 akan hadir dalam lima warna, yaitu ProtoPET White, SX Silver, BASIC Beige, Starlight Edition, dan Founders Edition. Model standar dibanderol mulai 499,99 dolar Amerika Serikat, sedangkan Starlight Edition dijual 549,99 dolar Amerika Serikat.

Versi Founders Edition menjadi yang paling mahal dengan harga 640 dolar Amerika Serikat. Varian ini punya tombol berlapis emas 24 karat, yang membuatnya tampil sebagai edisi paling eksklusif di lini Callback 8020.

Di rentang harga itu, Commodore jelas tidak menjual spesifikasi paling tinggi. Target utamanya adalah pengguna yang merindukan pengalaman HP lipat klasik dan ingin mengurangi ketergantungan pada media sosial serta distraksi digital.

Source: www.idntimes.com

Terkait