Telkomsel resmi menyusun ulang jajaran pengurusnya dengan komposisi baru yang menegaskan arah perusahaan ke fase persaingan yang lebih agresif. Perubahan ini menjadi penting karena operator seluler terbesar di Indonesia itu harus menjawab tekanan pasar yang datang dari perubahan perilaku konsumen, percepatan digitalisasi, dan kebutuhan jaringan berkecepatan tinggi.
Keputusan restrukturisasi kepemimpinan ini lahir dari kesepakatan dua pemegang saham utama Telkomsel, yakni Telkom Indonesia dan Singtel. Keduanya menilai kepemimpinan yang kuat menjadi fondasi penting untuk menjaga posisi Telkomsel sebagai pemain utama di sektor telekomunikasi nasional.
Komisaris baru dengan kombinasi latar belakang beragam
Di jajaran komisaris, posisi Komisaris Utama kini dipegang oleh Diaz F.M. Hendropriyono. Ia akan memimpin pengawasan arah strategis perusahaan bersama deretan komisaris lain yang membawa pengalaman dari sektor pemerintahan, korporasi, hingga industri teknologi global.
Susunan komisaris terbaru Telkomsel terdiri dari Diaz F.M. Hendropriyono sebagai Komisaris Utama, lalu Muhammad Yusuf Ateh, Ahmad Riza Patria, Irfan Wahid, Chandra Arie Setiawan, Rico Rustombi, Yuen Kuan Moon, dan Yip Anna sebagai komisaris. Formasi ini menunjukkan upaya perusahaan memperkuat pengawasan dari berbagai perspektif yang relevan dengan tantangan bisnis saat ini.
Nugroho ditunjuk pimpin direksi
Dari sisi eksekutif, Telkomsel menunjuk Nugroho sebagai Direktur Utama yang baru. Posisi ini menjadi sorotan karena direktur utama memegang peran vital dalam menentukan arah ekspansi perusahaan, termasuk strategi monetisasi layanan digital dan pengembangan jaringan generasi berikutnya.
Susunan direksi baru Telkomsel 2026 juga mencakup Daru Mulyawan sebagai Direktur Finance & Risk Management, Stanislaus Susatyo sebagai Direktur Sales, Indra Mardiatna sebagai Direktur Network, serta Wong Soon Nam sebagai Direktur Planning & Transformation. Selain itu, Joyce Shia menjabat Direktur Information Technology, Lionel Chng menjadi Direktur Marketing, dan Indrawan Ditapradana mengisi posisi Direktur Human Capital Management.
Arah bisnis tetap bertumpu pada konektivitas dan 5G
Dengan formasi baru ini, Telkomsel tampaknya ingin bergerak lebih cepat dalam memperkuat bisnis inti sekaligus memperluas layanan digital. Fokus utamanya tetap berada pada penguatan core connectivity melalui investasi berkelanjutan pada jaringan 5G yang semakin dibutuhkan pelanggan individu maupun korporasi.
5G dipandang sebagai salah satu kunci masa depan industri telekomunikasi karena bukan hanya menawarkan internet yang lebih cepat. Teknologi ini juga membuka peluang bagi layanan smart city, IoT, cloud gaming, hingga otomatisasi industri yang kian relevan di tengah kebutuhan konektivitas digital yang meningkat di Indonesia.
AI dan pengalaman pelanggan jadi perhatian
Selain jaringan, pemanfaatan AI juga disebut menjadi fokus penting bagi Telkomsel. Teknologi ini dinilai mampu meningkatkan pengalaman pelanggan melalui personalisasi penawaran layanan, peningkatan kualitas customer service, dan efisiensi operasional internal.
Di tengah perubahan kebutuhan pasar, strategi semacam ini menjadi semakin penting untuk menjaga daya saing. Bagi pelanggan, perubahan susunan pengurus dan arah bisnis tersebut diharapkan bisa menghadirkan layanan yang lebih stabil, lebih cepat, dan lebih relevan dengan kebutuhan era digital modern.
Source: id.mashable.com





