Lonjakan penduduk di kawasan penyangga Jakarta kembali terlihat jelas dari peta kependudukan Jawa Barat. Kecamatan-kecamatan di Bekasi dan Bogor mendominasi daftar teratas, didorong kawasan industri, perumahan suburban, dan akses mobilitas yang memudahkan para commuter.
Kondisi itu membuat sejumlah kecamatan memiliki jumlah penduduk yang nyaris setara dengan sebuah kota kecil. Di tengah tekanan urbanisasi, Tambun Selatan di Kabupaten Bekasi muncul sebagai wilayah dengan penduduk terbanyak se-Jawa Barat.
Tambun Selatan menempati urutan pertama
Tambun Selatan mencatat 454.767 jiwa dan menjadi kecamatan dengan penduduk terbanyak di Jawa Barat. Letaknya yang menempel langsung ke Kota Bekasi dan DKI Jakarta ikut memperkuat posisinya sebagai pusat kepadatan.
Wilayah ini juga dilalui jalur transportasi penting, mulai dari KRL Commuter Line di Stasiun Tambun, Tol Jakarta-Cikampek, hingga akses LRT Jabodebek. Kombinasi perumahan baru, sektor perdagangan, dan jasa membuat arus urbanisasi terus menguat di kawasan ini.
Dominasi Bekasi dan Bogor di posisi teratas
Di bawah Tambun Selatan, Cibinong berada di posisi kedua dengan 371.380 jiwa. Gunung Putri menyusul di urutan ketiga dengan 299.046 jiwa, menunjukkan kuatnya pertumbuhan penduduk di wilayah Bogor.
Dari Bekasi, Cibitung menempati posisi keempat dengan 288.993 jiwa dan Babelan berada di urutan kelima dengan 284.681 jiwa. Kedua wilayah ini ikut mencerminkan besarnya daya tarik kawasan industri dan permukiman di sekitar ibu kota.
Daftar lengkap 10 kecamatan terpadat di Jawa Barat
Cileungsi menempati posisi keenam dengan 280.084 jiwa, disusul Bojong Gede dengan 275.239 jiwa di peringkat ketujuh. Baleendah dari Kabupaten Bandung menjadi satu-satunya perwakilan di luar Bogor dan Bekasi yang masuk delapan besar, dengan jumlah penduduk 255.949 jiwa.
Dua posisi terakhir ditempati Cikarang Utara di Bekasi dengan 252.335 jiwa dan Citeureup di Bogor dengan 224.692 jiwa. Keduanya juga dikenal sebagai kawasan industri aktif yang ikut menopang pertumbuhan penduduk di sekitarnya.
| Peringkat | Kecamatan | Kabupaten/Kota | Jumlah Penduduk |
|---|---|---|---|
| 1 | Tambun Selatan | Kabupaten Bekasi | 454.767 jiwa |
| 2 | Cibinong | Bogor | 371.380 jiwa |
| 3 | Gunung Putri | Bogor | 299.046 jiwa |
| 4 | Cibitung | Kabupaten Bekasi | 288.993 jiwa |
| 5 | Babelan | Kabupaten Bekasi | 284.681 jiwa |
| 6 | Cileungsi | Bogor | 280.084 jiwa |
| 7 | Bojong Gede | Bogor | 275.239 jiwa |
| 8 | Baleendah | Kabupaten Bandung | 255.949 jiwa |
| 9 | Cikarang Utara | Kabupaten Bekasi | 252.335 jiwa |
| 10 | Citeureup | Bogor | 224.692 jiwa |
Tekanan urbanisasi memengaruhi arah penataan wilayah
Pemerintah Kabupaten Bekasi merespons lonjakan populasi dengan memaksimalkan Rencana Detail Tata Ruang atau RDTR. Fokus penataan diarahkan ke wilayah padat seperti Cikarang, dengan dorongan pembangunan infrastruktur dan pemukiman vertikal untuk efisiensi ruang.
Selain penataan fisik, pemerintah daerah juga memperketat pembenahan administrasi dan akurasi data. Melalui Perda tentang Data Desa dan Kelurahan Presisi, langkah ini ditujukan agar kebijakan, fasilitas, dan penataan wilayah di titik-titik padat penduduk berjalan lebih tepat sasaran.
Source: goodstats.id






