Vivo mulai mengungkap arah besar untuk X Fold 6, dan sorotan utamanya ada pada dapur pacu yang tidak biasa. Ponsel lipat ini dipastikan memakai Dimensity 9500 Super Edition, varian khusus yang dikembangkan untuk kebutuhan perangkat foldable.
Konfirmasi itu datang dari manajer produk Vivo, Han Boxiao, melalui Weibo. Langkah ini langsung menarik perhatian karena Vivo tidak hanya mengganti chipset, tetapi juga menyiapkan kombinasi SoC dan sistem operasi yang difokuskan pada multitasking serta fitur AI.
Menurut Han Boxiao, Vivo X Fold 6 akan menjalankan OriginOS 6 versi khusus untuk ponsel lipat. Ia sebelumnya juga menyebut perangkat ini akan membawa pengalaman multitasking ke level berikutnya.
Chip khusus untuk ponsel lipat
Han Boxiao menyatakan Dimensity 9500 Super Edition dikembangkan bersama MediaTek selama hampir dua tahun. Chip ini disebut dirancang secara spesifik untuk ponsel lipat, bukan sekadar adaptasi dari platform yang sudah ada.
Fokus utamanya ada pada tiga area performa. Tiga area itu mencakup multitasking, pemrosesan multi-threaded, dan rendering multi-window.
Arah pengembangan tersebut menunjukkan Vivo ingin menjadikan X Fold 6 lebih dekat ke pola kerja perangkat desktop. Dengan layar besar khas foldable, beban kerja produktivitas disebut menjadi salah satu skenario penggunaan utama.
Klaim ini selaras dengan pembaruan di sisi perangkat lunak. OriginOS 6 Fold disebut membawa Atomic Workbench yang memungkinkan lima aplikasi berjalan bersamaan dalam satu layar.
Kemampuan lima aplikasi sekaligus itu menjadi salah satu pembeda penting untuk kategori ponsel lipat. Jika implementasinya berjalan mulus, X Fold 6 berpotensi menonjol di kalangan pengguna yang mengejar produktivitas mobile.
Fokus besar pada AI dan efisiensi daya
Selain performa multitasking, Vivo juga menonjolkan peningkatan untuk pemrosesan AI. Dimensity 9500 Super Edition disebut mampu meningkatkan kinerja AI hingga 111 persen.
Di saat yang sama, konsumsi daya diklaim turun hingga 56 persen. Angka tersebut disebutkan dengan acuan perbandingan terhadap Vivo X Fold 5 yang memakai Snapdragon 8 Gen 3.
Vivo juga menyiapkan AI voice engine baru untuk debut bersama X Fold 6. Mesin ini disebut tujuh kali lebih cepat untuk tugas seperti transkripsi offline, pembuatan ringkasan, dan pekerjaan serupa.
Bukan hanya kecepatan, akurasi juga diklaim meningkat tujuh kali lipat. Sementara itu, output disebut naik hingga 57 persen.
Peningkatan AI ini menunjukkan bahwa Vivo tidak melihat X Fold 6 hanya sebagai perangkat keras premium. Perusahaan juga mencoba membangun pengalaman penggunaan yang lebih berat pada komputasi lokal dan bantuan AI sehari-hari.
Manajer file AI ikut disiapkan
Vivo turut menyiapkan AI File Manager untuk X Fold 6. Fitur ini memanfaatkan large language model untuk merangkum teks, menjawab pertanyaan, dan menjalankan pencarian file universal berbasis AI.
Untuk fungsi pencarian file, Vivo mengklaim implementasi baru ini 20 persen lebih cepat dibanding versi sebelumnya. Detail ini memperkuat posisi X Fold 6 sebagai perangkat yang tidak hanya besar secara fisik, tetapi juga diarahkan untuk pekerjaan yang melibatkan banyak dokumen dan konten.
Kombinasi chip khusus, fitur AI, dan antarmuka multi-jendela memberi gambaran strategi Vivo yang cukup jelas. X Fold 6 tampaknya diposisikan sebagai foldable produktivitas, bukan semata perangkat bergaya premium.
Bocoran desain dan spesifikasi pendukung
Di luar informasi resmi dari Han Boxiao, bocoran desain terbaru juga mulai beredar. Perangkat itu terlihat dalam warna Teal Blue dengan sisi dan sudut yang lebih membulat dibanding X Fold 5.
Modul kamera melingkar tetap dipertahankan. Namun, diameter dekor kameranya disebut dibuat lebih kecil.
Bocoran yang beredar juga menyebut X Fold 6 dapat hadir dengan layar utama 8,02 inci. Di bagian luar, cover screen-nya disebut berukuran 6,53 inci.
Untuk kamera, perangkat ini dikabarkan membawa kamera utama 200 MP. Sistem kameranya juga disebut akan dilengkapi sensor periskop 50 MP.
Sektor daya juga ikut mencuri perhatian dari bocoran tersebut. X Fold 6 disebut berpotensi membawa baterai besar 7.000 mAh.
Meski begitu, bagian desain dan spesifikasi ini masih berasal dari kebocoran dan belum dirinci langsung oleh Vivo. Informasi yang sudah dipastikan sejauh ini baru mencakup arah produk, chipset khusus, serta fokus pada multitasking dan AI.
Vivo diperkirakan meresmikan X Fold 6 pada Q3 2026. Dengan teaser resmi yang mulai turun secara bertahap, pengumuman tanggal peluncuran tampaknya tinggal menunggu waktu.
Source: gadgets.beebom.com






