iQOO 15R vs POCO X8 Pro Max, Saat Performa Ganas Bentrok dengan Baterai 2 Hari

Author: Qoo Media

Persaingan HP flagship killer di kelas menengah premium makin ketat dengan hadirnya iQOO 15R dan POCO X8 Pro Max. Keduanya sama-sama menawarkan performa tinggi, skor AnTuTu di atas 2,7 juta, dan banderol harga yang masih jauh di bawah ponsel flagship penuh.

Duel ini menarik karena arah unggulan keduanya berbeda cukup jelas. iQOO 15R menonjol di performa dan layar 144Hz, sementara POCO X8 Pro Max bermain agresif lewat baterai besar 8.500 mAh dan harga yang lebih kompetitif.

iQOO 15R resmi meluncur di Indonesia pada akhir Februari 2026. Varian 8GB/256GB dijual Rp7,3 juta, sedangkan versi 12GB/256GB dan 12GB/512GB masing-masing dibanderol Rp8 juta dan Rp9 juta.

POCO X8 Pro Max kemudian dikenalkan pada April 2026 untuk menantang posisi itu. Varian terendah 12GB/512GB dibanderol Rp6,7 juta, sementara model tertinggi 12GB/512GB dipasarkan Rp7,2 juta.

Dengan harga awal yang lebih rendah, POCO langsung terlihat menarik untuk pemburu value. Namun, iQOO masih punya modal kuat dari chipset Snapdragon 8 Gen 5 dan layar AMOLED 144Hz yang lebih jelas diarahkan ke pengguna gaming.

Adu performa dan skor benchmark

iQOO 15R memakai Qualcomm Snapdragon 8 Gen 5 berbasis 3 nm dengan GPU Adreno 829. Ponsel ini dipadukan dengan RAM LPDDR5x Ultra 9600Mbps dan penyimpanan UFS 4.1 hingga 1 TB.

POCO X8 Pro Max mengusung MediaTek Dimensity 9500s berbasis 3 nm dengan GPU Immortalis-G925 MC12. RAM yang tersedia 12GB, dengan pilihan memori internal 256GB dan 512GB berteknologi UFS 4.1.

Dalam skor AnTuTu, POCO X8 Pro Max mencatat total 2.855.421. Rinciannya meliputi CPU 866.113, GPU 942.072, MEM 459.997, dan UX 587.239.

iQOO 15R mencatat total AnTuTu 2.799.803 pada versi 11.1.0. Rinciannya CPU 829.648, GPU 971.754, MEM 362.223, dan UX 636.178.

Angka itu menunjukkan persaingan yang sangat rapat. POCO unggul di total skor, CPU, dan memori, sedangkan iQOO lebih tinggi di GPU dan UX, yang penting untuk kelancaran antarmuka dan gaming.

Gadget360 menilai iQOO 15R sangat lancar untuk penggunaan harian. Media itu juga mencatat Snapdragon 8 Gen 5 membuat ponsel ini sangat nyaman dipakai bermain game, bahkan saat banyak aplikasi tetap berjalan di latar belakang.

David GadgetIn menyoroti posisi harga POCO X8 Pro Max yang dianggap cukup murah untuk kelas menengah premium. Ia juga menyebut spesifikasi teknis Dimensity 9500s setara dengan Dimensity 9400 Plus yang dipakai ponsel Xiaomi 15T Pro di kisaran harga 10 jutaan.

Layar dan pengalaman pakai

Untuk layar, iQOO 15R membawa panel 6,59 inci 1.5K AMOLED dengan refresh rate 144Hz dan HDR10+. POCO X8 Pro Max hadir dengan layar OLED 6,83 inci 1.5K dengan refresh rate 120Hz–144Hz dan tingkat kecerahan hingga sekitar 3200–3500 nits.

Youtuber Cupu menilai iQOO lebih unggul dalam refresh rate karena 144Hz berbanding 120Hz di POCO. Ia juga menyoroti fitur always-on display iQOO yang punya opsi always, sementara di POCO belum sepenuhnya demikian.

Jika kebutuhan utama adalah layar yang lebih ringkas dan responsif untuk game kompetitif, iQOO terlihat lebih menonjol. Namun, POCO menawarkan panel yang lebih luas untuk konsumsi konten dan penggunaan sehari-hari.

Baterai besar lawan bodi lebih ringan

Salah satu pembeda terbesar ada di sektor baterai. iQOO 15R dibekali baterai 7.600 mAh dengan fast charging 100W, sedangkan POCO X8 Pro Max membawa baterai 8.500–9.000 mAh dengan pengisian cepat 100W.

GSMArena menilai baterai sebagai aspek paling mengesankan dari POCO X8 Pro Max. Dalam pengujiannya, kapasitas 8.500 mAh disebut mampu memberi daya tahan luar biasa dan menempatkannya di antara ponsel dengan baterai terlama yang pernah mereka ulas.

iQOO tetap punya nilai tambah dari sisi bobot dan dimensi. Perangkat ini memiliki ketebalan 7,9 mm dengan berat sekitar 202 gram, sementara ringkasan perbandingan menempatkan bobot POCO di kisaran 218–220 gram.

Keduanya juga sama-sama sudah mendukung Wi-Fi 7, NFC, USB Type-C, dan konektivitas 5G. Untuk ketahanan, iQOO disebut mengusung sertifikasi IP68/IP69, sedangkan POCO membawa IP68/IP69K.

Kamera: tipis selisih, beda fokus

Di atas kertas, keduanya sama-sama memakai kamera utama 50 MP dengan OIS dan kamera ultrawide 8 MP. iQOO 15R punya kamera depan 32 MP, sementara POCO X8 Pro Max mengandalkan kamera depan 20 MP.

iQOO 15R disebut unggul dalam perekaman video karena mendukung 4K 60fps di kamera utama dan kamera depan. Keunggulan ini menjadi nilai penting untuk pengguna yang sering membuat vlog atau konten gameplay.

Hasil foto iQOO pada siang hari disebut bersih dengan warna natural dan dynamic range rapi. Ponsel ini juga punya opsi focal length 23mm, 35mm, dan 50mm melalui digital crop.

POCO X8 Pro Max di sisi lain memakai sensor utama 50 MP dengan bukaan f/1.5 dan OIS. Hasil zoom 2x-nya dinilai cukup mumpuni di kelas harga tersebut, meski kualitas videonya masih disebut berada di level menengah.

Untuk portrait, POCO menghasilkan visual yang cenderung lebih natural dan memiliki stabilisasi video kamera depan yang lebih baik. iQOO lebih unggul pada resolusi rekaman kamera depan, konsistensi warna antar lensa, dan hasil portrait manusia yang terlihat lebih hidup.

Pada akhirnya, pilihan paling masuk akal bergantung pada prioritas. iQOO 15R lebih kuat untuk pengguna yang mengejar gaming, layar 144Hz, dan video depan 4K, sedangkan POCO X8 Pro Max lebih menggoda bagi pembeli yang mencari baterai sangat besar, memori lega 512GB, dan harga awal yang lebih rendah.

Source: www.suara.com
Terbaru