Steam Frame Makin Menggoda, VR Nirkabel Valve Ini Siap Buka Akses Penuh ke Library Steam

Valve menyiapkan Steam Frame sebagai headset VR baru yang diposisikan sebagai penerus Valve Index. Perangkat ini menarik perhatian karena dirancang bisa berjalan nirkabel tanpa harus selalu terhubung secara fisik ke PC.

Jadwal rilis yang disebut saat ini mengarah ke Summer 2026, sementara harga resminya belum diumumkan. Di saat yang sama, rumor terbaru menyebut pengumuman tanggal yang lebih spesifik bisa muncul dalam beberapa pekan ke depan.

Bagi pengguna ekosistem Steam, Steam Frame menonjol karena fokusnya bukan hanya pada headset, tetapi juga pada integrasi dengan pustaka game Steam dan kontroler khusus. Valve juga menempatkannya dalam lini perangkat keras yang terus berkembang, bersama Steam Controller dan Steam Machine.

Perangkat ini menjalankan SteamOS 3 yang berbasis Arch. Untuk perangkat lunak desktop, spesifikasinya mencantumkan KDE Plasma.

Sorotan spesifikasi utama

Steam Frame memakai prosesor “Spandragon 8 Gen 3” 4nm dengan arsitektur ARM64. Konfigurasinya dipadukan dengan RAM unified LPDDR5X 16GB.

Pilihan penyimpanannya mencakup 256GB dan 1TB UFS. Valve juga mencantumkan dukungan ekspansi melalui slot kartu microSD.

Baterainya berupa unit Li-ion isi ulang 21,6 Wh. Pengisian dayanya menggunakan USB-C 45W.

Bobot perangkat tercatat 440 gram untuk core module plus headstrap. Sementara core module saja berbobot 185 gram.

Dimensinya tercantum 175 mm x 95 mm x 110 mm untuk core module dengan facial interface. Ukuran ini memberi gambaran bahwa Valve mencoba menjaga profil perangkat tetap ringkas untuk kelas headset VR mandiri.

Layar, refresh rate, dan bidang pandang

Steam Frame memakai panel LCD 2160 x 2160 untuk masing-masing mata. Refresh rate-nya berada di rentang 72 Hz hingga 144 Hz, dengan mode 144 Hz diberi label eksperimental.

Bidang pandangnya disebut hingga 110 derajat. Untuk IPD, perangkat mendukung penyesuaian 60-70 mm.

Kombinasi resolusi per mata, refresh rate tinggi, dan IPD yang bisa diatur menjadi bagian penting dari daya tariknya. Ini juga sejalan dengan posisi Steam Frame yang diarahkan sebagai headset VR PC generasi berikutnya dari Valve.

Kamera dan pelacakan jadi pembeda

Salah satu bagian paling menonjol ada pada sistem kameranya. Valve mencantumkan empat kamera monokrom yang menghadap keluar untuk pelacakan kontroler dan headset.

Perangkat ini juga memiliki dua kamera eye-tracking yang menghadap ke dalam. Fungsinya untuk pelacakan mata dan foveated streaming.

Untuk passthrough, Steam Frame menggunakan kamera luar monokrom. Valve juga menyertakan IR illuminators untuk membantu pelacakan dan passthrough di lingkungan gelap.

Dukungan eye-tracking ini dikonfirmasi hadir di lembar spesifikasi. Fitur tersebut menjadi penting karena semakin banyak headset modern mengandalkannya untuk efisiensi rendering dan interaksi yang lebih presisi.

Audio dan konektivitas

Di sisi audio, headstrap-nya memuat driver speaker stereo ganda terintegrasi untuk masing-masing telinga. Perangkat ini juga memiliki susunan dua mikrofon.

Untuk konektivitas, Steam Frame mendukung Wi‑Fi 7. Spesifikasi juga menyebut adapter Wi‑Fi 6E 2×2 6 GHz untuk koneksi ke PC.

Bluetooth yang dipakai adalah versi 5.4. Kombinasi ini memperkuat klaim bahwa Steam Frame dirancang agar pengalaman VR bisa berjalan tanpa kabel, termasuk saat terhubung ke PC.

Spesifikasi kontroler Steam Frame

Valve menyiapkan kontroler khusus untuk mendampingi headset ini. Kontrolernya mendukung motion control dengan full 6-DoF tracking dan dukungan IMU.

Masing-masing kontroler memiliki motor haptik. Untuk input yang lebih detail, Valve menambahkan capacitive sensing di seluruh permukaan input dan capacitive finger tracking.

Konektivitas kontroler memakai link 2,4 GHz ke radio khusus di headset. Pendekatan ini biasanya dipilih untuk menjaga latensi tetap rendah saat bermain.

Ukuran setiap kontroler adalah 126 mm x 73 mm x 87 mm. Bobotnya 107 gram tanpa baterai dan 130 gram dengan baterai.

Untuk daya, tiap kontroler memakai satu baterai AA yang dapat diganti. Daya tahannya diklaim mencapai 40 jam.

Apa yang membuatnya layak ditunggu

Steam Frame diproyeksikan sebagai headset VR nirkabel yang bisa membuka akses ke judul-judul di pustaka Steam. Daya tarik lain datang dari lensa pancake kustom yang disebut menjanjikan desain tipis dan ringan.

Perangkat ini juga disebut punya opsi untuk memainkan game non-VR. Detail itu membuat Steam Frame tidak hanya menyasar penggemar VR murni, tetapi juga pengguna Steam yang ingin perangkat lebih fleksibel.

Meski demikian, dua faktor masih menjadi tanda tanya besar, yakni harga dan ketersediaan. Keduanya dinilai penting karena pasar komponen seperti RAM dan storage masih terpengaruh tekanan pasokan akibat dorongan kebutuhan AI dan data center.

Dengan spesifikasi resmi yang sudah mulai terlihat jelas, fokus perhatian berikutnya kini tertuju pada pengumuman harga dan tanggal rilis yang lebih rinci. Jika Valve membuka detail itu dalam waktu dekat, Steam Frame berpeluang menjadi salah satu peluncuran perangkat keras VR yang paling banyak disorot di ekosistem PC gaming.

Source: tech.sportskeeda.com

Terkait