Snap akhirnya resmi memperkenalkan Specs, kacamata pintar berbasis augmented reality yang sudah lama dikembangkan selama lebih dari satu dekade. Perangkat ini langsung menyita perhatian karena diposisikan sebagai wearable premium dengan fitur yang jauh lebih lengkap daripada kacamata pintar biasa.
Yang paling mencolok, Specs sudah bisa dipesan dan ditawarkan dengan harga 2.195 dolar AS atau sekitar Rp38 jutaan. Untuk tahap awal, konsumen hanya perlu membayar uang muka 200 dolar AS atau sekitar Rp3,5 juta yang bisa dikembalikan, sementara pengiriman unit perdana dijadwalkan mulai musim gugur ini di Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis.
Harga Premium di Tengah Peta Persaingan
Banderol Specs menempatkannya di posisi yang unik di pasar perangkat pintar. Harganya jauh di atas kacamata pintar kolaborasi Meta Ray-Ban yang dijual mulai 350 dolar AS, tetapi masih lebih rendah dibanding Apple Vision Pro yang dibanderol mulai 3.500 dolar AS.
Posisi harga itu sejalan dengan arah produk yang memang menyasar pengguna premium. Snap tampak ingin menawarkan perangkat yang lebih praktis daripada headset besar, tetapi tetap membawa kemampuan komputasi dan visual kelas atas.
Desain Lebih Ringkas, Tanpa Kabel Eksternal
Daya tarik utama Specs ada pada desainnya yang menyerupai kacamata biasa dengan bingkai sedikit lebih tebal. Seluruh proses komputasi dilakukan langsung di dalam bingkai, sehingga pengguna tidak perlu membawa modul tambahan di pinggang atau kabel eksternal yang merepotkan.
Pendekatan ini membuat Specs terasa lebih ringkas untuk dipakai harian. Snap juga menyiapkan dua prosesor Snapdragon untuk menopang kinerja perangkat, sekaligus menjaga bentuknya tetap mandiri tanpa perangkat pendamping.
Fitur AR, AI, dan Hiburan dalam Satu Perangkat
Specs tidak hanya menampilkan elemen visual digital, tetapi juga membawa fitur yang menyentuh hiburan dan produktivitas. Pengguna bisa bermain gim interaktif, menonton video streaming, merekam video dari sudut pandang mata, menjelajahi internet, mengakses aplikasi kerja, hingga memeriksa email.
Fitur yang paling menonjol adalah AI kontekstual. Pengguna cukup menatap objek di dunia nyata lalu mengajukan pertanyaan secara lisan, dan sistem akan memindai objek tersebut untuk menampilkan informasi teks atau grafis yang relevan di depan mata.
Snap juga menambahkan gim multipemain eksklusif bernama EyeConnect. Permainan ini memungkinkan dua pengguna Specs terhubung dan bermain bersama hanya dengan kontak mata.
Baterai, Visual, dan Kenyamanan Pakai
Untuk urusan daya, dua prosesor Snapdragon pada Specs diklaim mampu mendukung penggunaan aktif hingga empat jam. Snap turut menyertakan casing pengisi daya portabel yang dapat memperpanjang total pemakaian perangkat sampai 20 jam.
Di sisi visual, Specs memiliki field of view 51 derajat dan mampu menampilkan hingga 16 juta warna. Perangkat ini tersedia dalam dua ukuran fisik, yakni 47 mm dengan bobot 132 gram dan 52 mm dengan bobot 136 gram.
Bobot itu memang lebih terasa dibanding Meta Ray-Ban, tetapi Snap mengklaim Specs jauh lebih ringan dan nyaman dipakai lama dibanding Apple Vision Pro. Kombinasi ini menjadi bagian penting dari strategi Snap untuk menghadirkan perangkat yang tetap layak dipakai dalam aktivitas harian.
Privasi Jadi Sorotan
Snap juga memberi perhatian khusus pada privasi, isu yang kerap muncul pada perangkat berkamera. Specs dilengkapi lampu indikator LED eksternal yang otomatis menyala terang saat perekaman video aktif.
Selain itu, pengguna juga disebut memiliki kendali penuh untuk mengatur, menyinkronkan, atau menghapus data pribadi yang tersimpan di perangkat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Snap untuk meredam kekhawatiran soal perekaman diam-diam pada kacamata pintar.
Dengan kombinasi harga premium, desain mandiri, fitur AR dan AI, serta perhatian pada privasi, Specs kini resmi masuk ke persaingan wearable kelas atas. Perangkat ini akan menjadi salah satu ujian penting bagi Snap dalam membawa kacamata AR dari konsep futuristik menuju produk yang benar-benar siap dipakai konsumen.
