Nothing Tunda Penerus CMF Phone 2 Pro, Harga RAM Melejit Bikin Ponsel Murah Makin Sulit

Nothing membatalkan penerus CMF Phone 2 Pro setelah lonjakan harga RAM dan penyimpanan menekan biaya produksi. Keputusan ini membuat lini CMF tidak akan meluncurkan ponsel baru pada 2026, meski tim sempat mengerjakan model lanjutan.

Langkah itu menonjol karena Nothing memilih menunda produk ketimbang merilis pembaruan yang dinilai tidak cukup berarti. Bagi merek yang dibangun dengan identitas ponsel terjangkau, kenaikan harga komponen dinilai akan memaksa harga jual naik terlalu jauh.

Akis Evangelidis, salah satu pendiri Nothing, mengonfirmasi bahwa proyek penerus CMF Phone 2 Pro memang sempat berjalan. Namun, kenaikan biaya DRAM dan storage membuat perusahaan sulit menghadirkan peningkatan yang layak tanpa mengorbankan posisi CMF sebagai sub-merek yang fokus pada nilai.

Menurut penjelasan Evangelidis di X, perusahaan lebih memilih terbuka soal kondisi tersebut daripada merilis produk yang tidak mereka banggakan. Sikap ini cukup jarang terlihat di industri ponsel, yang sering tetap mendorong pembaruan tahunan meski peningkatannya minim.

Harga memori jadi titik tekan

Tekanan terbesar datang dari harga memori yang melonjak tajam pada awal 2026. Laporan yang beredar menyebut harga memori naik lebih dari 90 persen, didorong oleh permintaan besar dari pusat data AI.

Kondisi ini tidak hanya memukul CMF. Merek utama Nothing juga menghadapi tekanan serupa, dengan CEO Carl Pei sebelumnya menyebut biaya memori hampir dua kali lipat dan ikut memengaruhi pengembangan perangkat seperti Phone (4a).

Dampaknya terasa luas di pasar ponsel. Sejumlah merek disebut memperlambat peluncuran atau meninjau ulang rencana perangkat entry-level dan menengah agar harga tetap bisa dijaga.

Bagi CMF, tantangannya lebih rumit karena ruang harga yang dibidik sangat ketat. Sedikit kenaikan biaya komponen bisa langsung mengurangi daya saing, terutama ketika konsumen di segmen ini sangat peka terhadap harga akhir.

CMF Phone 2 Pro masih jadi andalan

Konteks ini penting karena CMF Phone 2 Pro sebelumnya dikenal sebagai ponsel dengan rasio harga dan spesifikasi yang kuat. Saat meluncur pada 2025, perangkat itu dibanderol sekitar €259 atau ₹18,999.

Di kelasnya, CMF Phone 2 Pro menawarkan chipset MediaTek Dimensity 7300 Pro, layar AMOLED 120Hz, kamera yang dinilai memadai, dan daya tahan baterai yang solid. Kombinasi itu membuat perangkat ini mendapat sorotan sebagai opsi menarik untuk pembeli yang mencari nilai tinggi tanpa harga terlalu mahal.

Dengan dibatalkannya penerus langsung, CMF Phone 2 Pro kini berpotensi bertahan lebih lama sebagai model relevan di katalog Nothing. Situasi ini juga bisa memperpanjang umur komersial perangkat yang sebelumnya memang diterima cukup baik di pasar.

Keputusan menahan model baru menunjukkan bahwa Nothing tidak ingin sekadar mengganti nama generasi tanpa peningkatan yang jelas. Di tengah kenaikan biaya komponen, perusahaan tampaknya menilai bahwa merilis penerus dengan spesifikasi mirip namun harga lebih tinggi justru akan merusak posisi CMF.

Bukan berarti CMF berhenti total

Meski tidak ada ponsel CMF baru pada 2026, sub-merek ini disebut tidak akan benar-benar sepi. CMF sudah memberi teaser untuk produk baru, termasuk kategori perangkat yang sepenuhnya baru, yang dijadwalkan hadir pada paruh akhir 2026.

Artinya, penundaan ini lebih mengarah pada strategi selektif ketimbang penghentian ekspansi. Nothing tampak memilih area produk yang masih bisa dijaga dari sisi harga dan nilai, sambil menunggu kondisi biaya komponen lebih masuk akal untuk ponsel baru.

Di saat yang sama, rumor soal perangkat pengganti belum sepenuhnya padam. Pembocor Yogesh Brar menyebut proyek yang disimpan itu bisa saja muncul kembali dalam bentuk lain, misalnya sebagai “Nothing Phone (4a) Lite”.

Model seperti itu disebut berpotensi meluncur secepat bulan depan. Jika benar, pendekatan tersebut akan memberi fleksibilitas harga lebih besar karena bisa ditempatkan di segmen menengah sekitar ₹25,000 ke atas, bukan di titik harga ketat ala CMF.

Untuk saat ini, belum ada pengumuman resmi bahwa perangkat tersebut benar-benar akan hadir. Namun arah spekulasinya menunjukkan Nothing masih mencari cara agar proyek yang sempat tertunda tetap bisa masuk pasar dengan struktur harga yang lebih realistis.

Bagi konsumen, kabar ini memperlihatkan bagaimana lonjakan biaya komponen kini langsung memengaruhi strategi produk, terutama di kelas ponsel terjangkau. Dalam kondisi seperti ini, CMF Phone 2 Pro justru bisa tetap menjadi pilihan utama lebih lama dari yang sebelumnya diperkirakan.

Source: www.gizmochina.com

Terkait