Minat terhadap feature phone tetap kuat di pertengahan 2026, seiring makin banyak orang yang ingin mengurangi waktu menatap layar. Namun, pilihan yang tersedia kini tidak lagi identik dengan ponsel sederhana berdesain kaku dan terasa murahan.
Di bulan Juni, pasar justru memperlihatkan bahwa perangkat minim distraksi bisa tetap tampil menarik, ringkas, dan relevan untuk kebutuhan harian. Sejumlah model menonjol bukan hanya karena fungsi dasar, tetapi juga karena desain, warna, dan karakter yang berbeda.
Feature phone kini tak lagi sekadar cadangan
Perubahan paling terlihat ada pada cara feature phone diposisikan. Perangkat ini semakin sering dipilih sebagai alat untuk menyederhanakan gaya hidup digital tanpa sepenuhnya memutus komunikasi modern.
Itu sebabnya model yang dianggap stylish saat ini bukan hanya yang tampil unik, tetapi juga yang punya pendekatan jelas terhadap penggunaan sehari-hari. Ada yang fokus pada nostalgia, ada yang mengedepankan personalisasi, dan ada pula yang mencoba menjadi jembatan antara ponsel dasar dan kenyamanan aplikasi ringan.
HMD Touch 4G menjadi salah satu contoh paling menonjol dalam kategori itu. Perangkat ini hadir sebagai jalan tengah bagi pengguna yang ingin mengurangi ketergantungan pada smartphone, tetapi belum siap meninggalkan fitur seperti grup chat.
Desainnya ringkas dan bersih, dengan pilihan warna Cyan dan Dark Blue yang memberi kesan modern. Berbeda dari feature phone klasik, model ini memakai layar sentuh kecil 3,2 inci, bukan keypad fisik tradisional.
HMD membekalinya dengan sistem operasi ringan dan aplikasi berbasis cloud. Pengguna masih dapat memakai Express Chat untuk panggilan video, mengirim pesan suara, atau mengecek cuaca melalui koneksi 4G LTE maupun Wi-Fi.
Pendekatan itu membuat HMD Touch 4G terasa lebih fleksibel dibanding feature phone biasa. Perangkat ini cocok untuk pengguna yang ingin hidup digital lebih sederhana, tetapi tetap dekat dengan pola komunikasi keluarga dan teman saat ini.
Nostalgia dan gaya jadi nilai jual utama
Di sisi lain, HMD Barbie Phone 4G tampil sebagai perangkat yang lebih mirip aksesori ketimbang gadget utilitarian. Ponsel lipat berwarna pink cerah ini membawa nuansa awal 2000-an dengan pendekatan yang sangat kuat pada sisi visual.
Bagian luarnya bisa dipersonalisasi lewat back cover yang dapat ditukar, tempelan batu hias, serta lanyard manik-manik dengan gantungan charms. Personalisasi ini menjadikannya salah satu feature phone dengan karakter paling menonjol di daftar bulan ini.
Tema Barbie juga berlanjut ke sisi perangkat lunak. HMD menambahkan antarmuka bertema Barbie, tips keseimbangan digital, dan gim Malibu Snake untuk memperkuat identitas perangkat.
Meski tampil playful, spesifikasinya tetap jelas sebagai feature phone dasar. Ponsel ini membawa layar utama 2,8 inci, layar luar 1,77 inci, kamera belakang 0,3MP, Bluetooth 5.0, pengisian daya USB-C, jack audio 3,5 mm, baterai lepas-pasang 1450mAh, serta dukungan 4G.
Absennya media sosial justru menjadi bagian dari daya tariknya. HMD Barbie Phone 4G dirancang untuk pengguna yang ingin meninggalkan ponsel utama di rumah, tetapi tetap bisa dihubungi lewat telepon dan SMS.
Model klasik tetap punya tempat
Bagi penggemar ponsel lipat klasik, Nokia 2660 Flip 4G masih menjadi pilihan yang relevan. Daya tarik utamanya terletak pada pengalaman fisik yang sederhana, termasuk sensasi menutup panggilan dengan membanting lipatan ponsel.
Model ini hadir dalam warna Red, Blue, dan Black dengan desain ergonomis yang lugas. Nokia 2660 Flip 4G memakai layar dalam 2,8 inci dan layar luar 1,77 inci untuk melihat panggilan masuk sebelum ponsel dibuka.
Tombol-tombolnya dibuat besar dan mudah ditekan, sesuatu yang tetap penting bagi pengguna yang mengutamakan kemudahan. Perangkat ini juga dilengkapi tombol khusus kontak darurat dan radio FM bawaan.
Fokus Nokia 2660 Flip 4G tidak mengejar fitur berlebih. Perangkat ini ditujukan untuk panggilan 4G yang jelas dan pengiriman pesan teks tanpa kerumitan tambahan.
Pilihan lain yang menonjol adalah Nokia 5310, terutama untuk pengguna yang masih menyukai identitas ponsel musik. Model ini menghidupkan kembali desain Xpress-Music dengan tombol kontrol musik fisik di sisi bodi dan speaker ganda yang menghadap ke depan.
Warna Black/Red dan White/Red membuat tampilannya kontras dan mudah dikenali. Dibanding model lain di daftar ini, Nokia 5310 punya karakter visual paling erat dengan era ponsel musik klasik.
Namun, perangkat ini hanya mendukung jaringan 2G. Artinya, fungsinya terbatas untuk panggilan dasar, SMS, dan pemutaran audio.
Nokia 5310 mendukung kartu MicroSD untuk memuat file MP3 dan juga radio FM nirkabel. Dengan daya tahan baterai yang bisa bertahan berminggu-minggu dalam mode siaga, ponsel ini terasa pas bagi pengguna yang lebih membutuhkan pemutar musik portabel yang sesekali bisa menerima panggilan.
Empat model ini menunjukkan bahwa feature phone pada Juni 2026 tidak bergerak dalam satu arah saja. Ada yang menonjol lewat keseimbangan fitur modern, ada yang menjual nostalgia, ada yang mengutamakan bentuk lipat klasik, dan ada yang kembali menempatkan musik sebagai pusat pengalaman.
Source: www.gizmochina.com






