Galaxy Z Fold 8 Ungguli iPhone Ultra, Samsung Lebih Dulu Merebut Kepercayaan Pasar Foldable

Samsung tampaknya sudah mengambil posisi awal dalam persaingan ponsel lipat yang bakal memanas tahun ini. Dalam jajak pendapat PhoneArena yang melibatkan 525 responden, Galaxy Z Fold 8 Ultra muncul sebagai pilihan paling menarik dengan perolehan lebih dari 28 persen suara.

Hasil itu juga menunjukkan Galaxy Z Fold 8 unggul atas foldable iPhone Ultra yang masih tertinggal di angka 17 persen. Selisih ini memberi sinyal bahwa konsumen lebih percaya pada lini foldable Samsung yang sudah lebih dulu matang di pasar.

Galaxy Z Fold 8 jadi penantang kuat

Di jajak pendapat tersebut, Galaxy Z Fold 8 varian standar juga mencatat hasil yang lebih baik dari perangkat lipat Apple. Perangkat Samsung itu dipilih lebih dari 23 persen responden, sementara foldable iPhone Ultra hanya meraih 17 persen.

Desain wide-folding pada Galaxy Z Fold 8 membuat bodinya lebih lebar daripada tinggi. Bentuk itu disebut mirip dengan konsep ponsel lipat Apple, tetapi respon pasar justru mengarah ke Samsung.

Minat terhadap varian tertinggi Samsung juga terlihat kuat. Galaxy Z Fold 8 Ultra memimpin pilihan konsumen karena dianggap membawa daya tarik paling besar di antara kandidat perangkat lipat tahun ini.

Ponsel lipat Samsung dinilai lebih siap

Ketertarikan pada Galaxy Z Fold 8 tidak lepas dari reputasi Galaxy Z Fold 7 yang dinilai sangat baik. Faktor itu ikut membentuk kepercayaan konsumen terhadap generasi berikutnya, terutama saat rumor peningkatan spesifikasi mulai beredar.

Salah satu detail yang paling banyak menarik perhatian adalah baterai 5.000 mAh. Kapasitas itu disebut lebih besar dibandingkan pendahulunya yang hanya 4.400 mAh, sehingga memberi harapan pada daya tahan yang lebih baik.

Lipatan layar yang lebih dangkal juga menjadi salah satu daya tarik utama. Bagi banyak calon pembeli, detail ini penting karena crease masih sering dianggap sebagai kelemahan pada ponsel lipat.

Samsung sendiri dikabarkan akan menyiapkan tiga perangkat foldable dalam waktu dekat. Di tengah antisipasi itu, hasil survei PhoneArena memberi gambaran bahwa lini Galaxy Z Fold tetap memegang posisi yang sangat kuat.

Apple menghadapi tekanan besar

Di sisi lain, Apple dinilai memasuki pasar ponsel lipat dengan posisi yang tidak mudah. Perusahaan asal Cupertino itu dianggap datang terlambat ke segmen yang sudah berkembang selama bertahun-tahun.

Apple dikabarkan ingin menghadirkan flagship lipat tanpa lipatan layar yang terlihat dan dengan rangka yang sangat tahan lama. Namun, laporan yang beredar menyebut kedua target itu belum tercapai dengan memuaskan.

Situasi tersebut membuat foldable iPhone Ultra menghadapi ekspektasi tinggi sejak awal. Jika produk generasi pertama ini tidak langsung memberi kesan kuat, Apple berisiko harus kembali menyempurnakan rancangan dasarnya.

Lebih dari 22 persen responden dalam jajak pendapat juga menyatakan tidak berencana membeli ponsel lipat tahun ini. Sementara itu, hanya sekitar sembilan persen yang memilih perangkat foldable dari merek lain.

Sentimen pasar masih berpihak ke Samsung

Hasil jajak pendapat ini memperlihatkan bahwa pengalaman panjang Samsung di pasar foldable masih menjadi modal penting. Kepercayaan konsumen tampak lebih dulu mengalir ke Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Fold 8 Ultra ketimbang ke perangkat pertama Apple di kategori yang sama.

Bagi Apple, tantangannya bukan hanya masuk ke pasar baru. Perusahaan itu juga harus meyakinkan calon pembeli bahwa foldable iPhone Ultra benar-benar siap bersaing, baik dari sisi desain maupun keandalan.

Sampai saat ini, angka dalam survei tersebut menunjukkan arah yang jelas. Di hadapan persaingan foldable tahun ini, Galaxy Z Fold 8 unggul lebih dulu sebelum pertarungan sebenarnya dimulai.

Terkait