Harga iPhone Akan Naik, Tapi Apple Justru Menyiapkan Sesuatu yang Makin Sulit Ditolak

Kenaikan harga iPhone tampaknya makin dekat, dan kabar itu datang bersamaan dengan ambisi Apple untuk membuat produknya terasa lebih “cool”. Bagi sebagian orang, masalahnya bukan hanya apakah perangkat baru itu menarik, tetapi juga apakah Apple masih bisa membenarkan harga yang makin tinggi.

Menurut Mark Gurman, John Ternus yang disebut sebagai calon CEO berikutnya akan mendorong Apple kembali ke arah desain dan tampilan produk yang lebih kuat. Fokus itu disebut akan banyak melibatkan kamera, termasuk AirPods dengan kamera yang sedang dikembangkan.

Kamera jadi pusat strategi baru Apple

Perangkat itu bahkan sudah dijuluki “AirPods Ultra” oleh sejumlah pembocor informasi, termasuk YouTuber Matt Talks Tech. Produk tersebut belum diperkirakan hadir sampai 2027, tetapi sudah masuk dalam daftar kategori baru yang dianggap penting untuk masa depan Apple.

Selain AirPods berkamera, dua kategori lain yang disebut ikut masuk radar adalah ponsel lipat dan smart camera glasses. Keduanya sama-sama mengandalkan kamera, dan keduanya juga dipandang sebagai area yang selama ini belum benar-benar dimasuki Apple.

Strategi ini masuk akal jika melihat pasar yang sudah bergerak lebih dulu. Smart glasses dari Meta, misalnya, dianggap berada di titik harga yang masih terjangkau bagi banyak orang dan mendapat dorongan keren tambahan lewat kerja sama dengan merek Ray-Ban.

Di sisi lain, ponsel lipat juga bukan lagi konsep baru. Sudah ada banyak model di pasar selama beberapa waktu, sehingga Apple datang ke kategori ini dalam posisi mengejar, bukan memimpin.

Harga iPhone ikut terdorong naik

Di saat Apple menyiapkan produk baru yang lebih eksperimental, kabar lain justru mengarah ke kenaikan harga iPhone. Tim Cook mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa harga akan “inevitably” naik seiring kehadiran iPhone 18.

Pernyataan itu datang di tengah situasi industri yang membuat biaya komponen ikut terdorong. Lonjakan yang disebut sebagai “AI boom” mendorong naik harga chip komputer, dan tekanan itu berpotensi merembet ke perangkat konsumen.

Apple memang dikenal merilis iPhone baru setiap September. Namun, dengan biaya produksi yang lebih berat, pola itu tampaknya tidak lagi cukup untuk menjaga harga tetap di level lama.

Folding phone Apple belum dekat dengan label murah

Salah satu produk yang paling banyak dibicarakan adalah ponsel lipat Apple. Sebelumnya, perangkat itu sempat diperkirakan meluncur pada September dan bahkan dirumorkan memakai nama iPhone Ultra.

Akan tetapi, The Independent melaporkan bahwa lini produksi justru mengarah pada kemungkinan rilis pada awal 2027. Harga yang disebutkan juga tidak kecil, yakni lebih dari $2,000.

Jika angka itu mendekati kenyataan, maka Apple akan masuk ke pasar ponsel lipat dengan perangkat premium yang sangat mahal. Situasi itu membuat pertanyaan soal nilai menjadi semakin penting, terutama saat iPhone reguler sendiri juga berada di jalur kenaikan harga.

Konsumen akan menimbang nilai, bukan sekadar nama Apple

Kondisi ini bisa membuat sebagian pembeli Apple semakin selektif. Ada daya tarik yang kuat pada ekosistem Apple, tetapi harga yang terus naik dapat mengubah minat menjadi pertimbangan yang lebih keras.

Perbandingan dengan produk lain juga mulai terasa relevan. MacBook Pro yang setara harganya memang tidak dianggap revolusioner, tetapi perangkat itu dinilai menawarkan lebih banyak hal yang benar-benar dibutuhkan dalam aktivitas harian.

Itulah sebabnya Apple kini tampak berada di persimpangan yang menarik. Perusahaan berusaha menghidupkan kembali citra produk yang keren lewat kamera, desain, dan kategori baru, sambil menghadapi pasar yang mungkin tidak lagi sekadar terpukau oleh logo di belakang perangkat.

Terkait