Menonton konser dari barisan belakang biasanya identik dengan pandangan yang terbatas ke panggung. Namun di konser Cortis di Indonesia Arena, posisi paling ujung area festival justru tetap menghasilkan fancam yang terasa dekat berkat kemampuan zoom Samsung Galaxy S26 Ultra.
Pengalaman ini menarik karena membalik kebiasaan umum penonton festival yang biasanya berebut titik terdekat dengan panggung. Dalam situasi ini, perangkat kamera ponsel menjadi faktor penentu untuk menjaga detail visual tetap tertangkap jelas meski jarak jauh.
Konser Cortis di Jakarta digelar di Indonesia Arena pada Sabtu (19/6/2026). Grup rookie besutan Big Hit Labels itu datang ke Indonesia untuk pertama kalinya setelah debut pada Agustus 2025.
Meski usia grup belum genap setahun, Cortis sudah menjadi salah satu grup K-pop pendatang baru yang banyak diperbincangkan. Grup bernama lengkap Color Outside The Lines itu beranggotakan James, Juhoon, Martin, Seonghyeon, dan Keonho.
Antusiasme penggemar yang dikenal sebagai Coer terlihat besar dalam penampilan perdana itu. Di tengah suasana konser yang padat, perekaman dari jarak jauh menjadi tantangan tersendiri bagi penonton yang ingin membawa pulang video dengan detail memadai.
Di titik ini, Samsung Galaxy S26 Ultra menjadi andalan utama. Ponsel tersebut dipakai dari area Pink yang posisinya cukup jauh dari panggung utama, tetapi hasil tangkapannya dinilai tetap memberi kesan seperti mendapat sudut pandang beberapa baris lebih depan.
Zoom 5x dan 10x jadi kunci
Selama konser berlangsung, zoom 5x dan 10x menjadi rentang yang paling sering dipakai. Pada level itu, detail panggung masih bisa ditangkap dengan baik tanpa kehilangan terlalu banyak konteks suasana keseluruhan.
Tata cahaya, koreografi, visual panggung, hingga ekspresi para member disebut masih terlihat jelas pada rentang tersebut. Martin dan anggota lain tetap bisa direkam dengan cukup detail meski posisi penonton berada jauh dari bibir panggung.
Untuk beberapa lagu seperti “TNT”, “REDRED”, “GO!”, hingga “FaSHioN”, perekaman dimulai dari zoom 1x. Langkah ini dipakai untuk menangkap keseluruhan panggung sebelum beralih ke pembesaran yang lebih dekat pada momen tertentu.
Pada tahap awal itu, fokus dikunci menggunakan focus lock. Exposure juga diturunkan agar sorotan lampu panggung yang terang tidak membuat video terlihat overexposed.
Ketika lagu masuk ke bagian reff atau saat ada momen yang ingin diabadikan lebih dekat, zoom dipindahkan ke 5x. Level ini dianggap paling ideal karena wajah para member mulai terlihat lebih jelas, tetapi sebagian panggung masih tetap masuk ke dalam frame.
Jika targetnya adalah ekspresi wajah yang lebih detail, zoom dinaikkan ke 10x. Di titik ini, gambar masih dinilai tajam dan tetap nyaman dipakai untuk merekam di tengah suasana konser yang dinamis.
Kenapa tidak memaksimalkan sampai 25x
Samsung Galaxy S26 Ultra mendukung zoom hingga 25x. Meski begitu, pemakaian saat konser justru lebih sering dibatasi sampai 10x.
Alasannya berkaitan dengan kestabilan gambar. Semakin tinggi zoom digital yang dipakai, kamera menjadi semakin sensitif terhadap gerakan tangan, sementara suasana konser membuat penonton tetap bergerak, bernyanyi, dan melompat mengikuti pertunjukan.
Batas 5x hingga 10x akhirnya menjadi kompromi yang paling realistis. Hasil video tetap tampak tajam dan stabil, tanpa mengganggu pengalaman menikmati konser bersama penonton lain.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa kualitas fancam tidak hanya ditentukan oleh seberapa dekat posisi ke panggung. Pemilihan level zoom yang tepat dan pengaturan dasar seperti focus lock serta exposure juga berpengaruh besar pada hasil akhir video.
Dalam konteks konser di venue besar seperti Indonesia Arena, kemampuan zoom menjadi salah satu fitur paling penting bagi penonton. Fitur ini membantu mengurangi keterbatasan jarak, terutama bagi mereka yang tidak berada di barisan depan atau memilih area festival yang lebih belakang.
Hasil fancam konser Cortis di Jakarta yang direkam dengan Samsung Galaxy S26 Ultra juga ditampilkan melalui unggahan video di akun Tekno Kompas.com di Instagram dan TikTok. Rekaman itu memperlihatkan bagaimana momen panggung tetap bisa terlihat dekat dari posisi yang secara fisik cukup jauh.
Pengalaman tersebut mempertegas satu hal yang relevan bagi penonton konser masa kini. Dengan perangkat yang tepat dan pengaturan yang sesuai, posisi paling belakang tidak selalu berarti kehilangan detail terbaik dari pertunjukan.
