Valve Buka Reservasi Steam Machine, Harga Mulai Rp 18,7 Juta dan Controller Dijual Terpisah

Valve mulai membuka reservasi Steam Machine, tetapi sorotan utamanya justru datang dari banderol harga yang tinggi. Model termurah dibuka di USD 1.049, sementara varian tertinggi dengan bundling kontroler menyentuh USD 1.428.

Harga itu membuat Steam Machine langsung masuk kategori perangkat gaming premium. Apalagi Steam Controller tidak otomatis disertakan di semua paket dan dijual terpisah seharga USD 99, meski Valve juga menyediakan opsi bundling.

Reservasi ini dibuka tujuh bulan setelah perangkat tersebut diumumkan. Penjualan perdana dijadwalkan dimulai pada 29 Juni dengan sistem lotre, bukan penjualan bebas seperti konsol pada umumnya.

Valve menerapkan lotre untuk batch pertama agar unit tidak mudah diborong lalu dijual ulang dengan harga lebih tinggi. Pendekatan ini juga membuat proses pembelian awal lebih ketat karena tidak semua pendaftar langsung mendapat kesempatan checkout.

Konsumen yang ingin ikut reservasi harus memiliki akun Steam. Mereka juga harus pernah melakukan pembelian di platform tersebut sebelum 27 April.

Pendaftaran dibuka hingga 25 Juni. Setelah periode itu berakhir, Valve akan mengacak seluruh entri untuk menentukan siapa yang masuk daftar reservasi dan siapa yang masuk daftar tunggu.

Pendaftar yang terpilih akan menerima email pada 29 Juni. Email itu berisi opsi untuk memesan Steam Machine, sementara peserta di daftar tunggu baru bisa membeli setelahnya jika stok memungkinkan.

Harga dan varian

Valve menyiapkan dua pilihan kapasitas penyimpanan, yaitu 512GB dan 2TB. Masing-masing tersedia dalam versi tanpa kontroler dan versi bundling dengan kontroler.

Berikut daftar harganya:

VarianHarga
Steam Machine 512GB tanpa kontrolerUSD 1.049
Steam Machine 512GB bundling kontrolerUSD 1.128
Steam Machine 2TB tanpa kontrolerUSD 1.349
Steam Machine 2TB bundling kontrolerUSD 1.428

Selisih harga antara versi tanpa kontroler dan bundling terlihat lebih rendah dari harga Steam Controller jika dibeli terpisah. Namun secara keseluruhan, seluruh lini produk ini tetap berada di rentang harga yang tinggi.

Valve tidak membedakan performa antarmodel berdasarkan spesifikasi inti. Perbedaan utama di lini ini hanya ada pada kapasitas penyimpanan dan pilihan paket dengan atau tanpa kontroler.

Spesifikasi utama

Semua varian Steam Machine menggunakan prosesor semi-custom AMD Zen 4 6C/12T. Untuk grafis, Valve memasangkan GPU AMD RDNA3 28CU.

Perangkat ini dibekali RAM DDR5 16GB dan GDDR6 8GB. Konfigurasi tersebut menempatkan Steam Machine sebagai mesin gaming yang diarahkan untuk kebutuhan permainan PC berbasis SteamOS.

Penyimpanannya juga bisa diperluas lewat microSD. Fitur ini disebut memudahkan transfer game antara Steam Machine dan Steam Deck.

Sama seperti Steam Deck, perangkat ini menjalankan SteamOS. Artinya, Steam Machine tetap berada dalam ekosistem perangkat gaming milik Valve yang menitikberatkan akses ke pustaka game Steam.

Konektivitas dan port

Untuk koneksi fisik, Steam Machine membawa dua port USB 2.0 dan dua port USB 3.2 Gen 1. Valve juga menyertakan satu port USB-C untuk kebutuhan tambahan.

Perangkat ini dapat dihubungkan ke TV atau monitor melalui DisplayPort 1.4 dan HDMI 2.0. Dukungan itu menunjukkan Steam Machine memang ditujukan untuk penggunaan ruang keluarga maupun setup meja gaming.

Pada sisi nirkabel, Steam Machine mendukung Bluetooth 5.3 dan Wi-Fi 6E. Dukungan ini penting untuk aksesori modern dan koneksi internet berkecepatan tinggi saat mengunduh game berukuran besar.

Kehadiran dua opsi storage, spesifikasi yang seragam, dan sistem lotre membuat fase awal penjualan Steam Machine terasa sangat terkontrol. Namun bagi banyak gamer, perhatian terbesar tetap tertuju pada harga masuknya yang sudah melampaui USD 1.000 bahkan sebelum memilih paket tertinggi.

Source: inet.detik.com

Terkait