Qualcomm kembali mencuri perhatian setelah muncul bocoran soal strategi baru untuk chipset flagship generasi berikutnya. Fokus utamanya bukan hanya pada proses 2nm, tetapi juga pada pembagian dua varian yang dibedakan lewat dukungan memori dan penyimpanan.
Pendekatan itu membuat Snapdragon generasi baru terlihat lebih fleksibel untuk pasar smartphone premium. Di satu sisi, Qualcomm tetap menyiapkan versi yang lebih terjangkau untuk vendor, sementara di sisi lain perusahaan membuka jalan untuk model Pro dengan performa lebih tinggi.
Dua varian, dua kelas pengalaman
Informasi yang beredar menyebut Qualcomm tengah menguji dua model chipset flagship berbasis 2nm. Keduanya diperkirakan menjadi penerus lini Snapdragon 8 Elite pada tahun 2027.
Perbedaan paling jelas ada pada dukungan memori. Model standar akan memakai LPDDR5X, sedangkan varian Pro dibekali LPDDR6 yang lebih cepat dan efisien.
Meski begitu, kedua chipset disebut membawa konfigurasi inti CPU dan kecepatan clock yang sama. Artinya, pembeda utamanya ada pada bandwidth memori dan kemampuan transfer data, bukan pada desain inti pemrosesan.
LPDDR6 dan UFS 5.0 jadi kartu utama varian Pro
Varian Pro diposisikan sebagai opsi paling kencang di jajaran ini. Qualcomm disebut menyiapkan kombinasi LPDDR6 dan UFS 5.0 untuk mendongkrak performa pada multitasking, gaming kelas berat, dan pemrosesan AI langsung di perangkat.
Kombinasi tersebut juga sejalan dengan kebutuhan aplikasi modern yang semakin bergantung pada kecepatan akses data. Dalam skenario penggunaan harian, efisiensi ini dapat membantu respons sistem terasa lebih cepat dan stabil.
Diproduksi dengan fabrikasi 2nm TSMC
Chipset Snapdragon terbaru ini kabarnya akan dibuat menggunakan proses manufaktur 2nm generasi terbaru milik TSMC. Ukuran fabrikasi yang lebih kecil biasanya memberi dua keuntungan utama, yaitu performa lebih tinggi dan efisiensi daya yang lebih baik.
Bagi pengguna smartphone flagship Android, hal itu berpotensi menghadirkan perangkat yang lebih bertenaga tanpa harus mengorbankan daya tahan baterai. Karena itu, chip ini diproyeksikan menjadi salah satu SoC Android paling kuat yang pernah dibuat Qualcomm.
GPU lebih kencang dan dukungan AI yang makin serius
Bocoran diagram awal juga menunjukkan peningkatan di sektor grafis. Varian Pro dirumorkan membawa GPU Adreno 850 yang menawarkan performa lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya.
Peningkatan grafis ini diyakini akan berdampak pada pengalaman gaming, rendering grafis, dan aplikasi berbasis kecerdasan buatan yang makin kompleks. Qualcomm juga disebut berpotensi menyiapkan beberapa versi turunan, termasuk konfigurasi CPU dengan jumlah inti berbeda untuk menyesuaikan rentang harga perangkat premium.
Harga chipset bisa jadi tantangan terbesar
Di balik semua peningkatan itu, biaya produksi menjadi perhatian besar bagi para pembuat ponsel. Laporan sebelumnya menyebut harga chipset Qualcomm Snapdragon flagship versi Pro berpotensi menembus lebih dari US$300 per unit.
Angka tersebut jelas jauh lebih mahal dibandingkan chipset premium saat ini. Karena itu, Qualcomm tampaknya ingin memberi pilihan yang lebih luas kepada para vendor lewat dua jalur produk yang berbeda.
Produsen yang mengejar harga lebih kompetitif dapat memilih versi LPDDR5X. Sementara merek yang membidik segmen ultra-premium bisa memakai varian LPDDR6 untuk mengejar performa maksimal.
Strategi ini juga menunjukkan cara Qualcomm merespons kenaikan biaya riset, pengembangan, dan produksi chipset kelas atas. Jika semua rumor ini terbukti, Snapdragon 2nm generasi baru berpeluang menjadi standar baru bagi smartphone Android premium pada 2027.
Untuk saat ini, Qualcomm belum memberi konfirmasi resmi. Namun detail yang lebih lengkap diperkirakan mulai terungkap menjelang akhir 2026 sebelum perangkat flagship generasi berikutnya masuk ke pasar.







