Huawei Ajukan HP Lipat Tiga Ala Galaxy Z Flip, Saat Dilipat Ukurannya Disebut Sekecil Bungkus Rokok

Author: Qoo Media

Huawei mengajukan paten ponsel lipat dengan konsep yang tidak biasa: model clamshell seperti Galaxy Z Flip, tetapi menggunakan tiga panel dan dua engsel. Desain ini membuat perangkat bisa dilipat dua kali sehingga berpotensi menjadi lebih ringkas dibanding ponsel lipat vertikal yang ada saat ini.

Dokumen patennya sudah terdaftar di United States Patent and Trademark Office atau USPTO. Temuan ini menarik perhatian karena menunjukkan arah baru Huawei dalam mengembangkan perangkat lipat yang semakin compact.

Selama ini, model seperti Galaxy Z Flip dikenal sebagai ponsel lipat vertikal dengan satu engsel dan dua bagian utama. Huawei kini terlihat mengeksplorasi pendekatan yang lebih ekstrem dengan menghadirkan lipatan vertikal berbentuk huruf S.

Konsep tersebut muncul lewat bocoran paten yang dipublikasikan oleh Postfast bersama xleaks7. Dari render yang beredar, perangkat ini tampak dirancang untuk menghadirkan pengalaman ponsel lipat tiga dalam format yang lebih kecil dan mudah dibawa.

Desain tri-fold dalam format clamshell

Berbeda dari ponsel lipat model buku, perangkat ini memakai tiga segmen layar yang saling terhubung oleh dua engsel berbeda. Mekanisme lipatnya membentuk pola seperti huruf S, sehingga bodi dapat dilipat dua kali sampai ukurannya menjadi sangat ringkas.

Saat ditutup penuh, ukurannya bahkan disebut menyerupai bungkus rokok. Detail ini memperkuat kesan bahwa Huawei sedang mengejar format ponsel lipat yang lebih portabel, bukan sekadar lebih besar atau lebih produktif.

Sebagian layar fleksibel juga tetap terlihat di bagian luar ketika perangkat berada dalam kondisi tertutup. Pendekatan ini membuka kemungkinan penggunaan layar luar tanpa harus selalu membuka perangkat sepenuhnya.

Dalam ilustrasi paten, bentuknya juga terlihat memanjang dan tipis, bahkan disebut menyerupai remote ultra-panjang. Ciri itu menegaskan bahwa Huawei tidak hanya bereksperimen pada jumlah lipatan, tetapi juga pada proporsi fisik perangkat.

Bukan sekadar desain, tapi juga rekayasa internal

Salah satu hal penting dari paten ini adalah perhatian Huawei pada penataan komponen internal. Meski bodinya tipis dan mekanismenya kompleks, struktur di dalam perangkat disebut telah dioptimalkan agar antena dan komponen elektronik tetap bekerja optimal.

Aspek ini penting karena perangkat lipat dengan banyak engsel berpotensi menghadapi tantangan pada ruang komponen dan kualitas sinyal. Huawei tampaknya sudah memasukkan faktor tersebut dalam rancangan agar performa konektivitas tidak terganggu.

Notebookcheck menyebut bagian atas perangkat diperkirakan menjadi lokasi sistem kamera utama. Kamera itu disebut bisa tetap digunakan dalam berbagai mode lipatan, sehingga fleksibilitas desain tidak mengorbankan fungsi fotografi.

Bagian tengah diperkirakan menjadi tempat komponen inti. Sementara bagian bawah berperan sebagai penyeimbang bobot sekaligus memperluas area tampilan.

Melanjutkan langkah Huawei di pasar ponsel lipat

Paten terbaru ini juga menarik karena datang setelah Huawei Mate XT diperkenalkan sebagai ponsel lipat tiga horizontal pertama di dunia. Jika Mate XT menonjolkan format tri-fold horizontal, paten baru ini justru bergerak ke arah tri-fold vertikal.

Perbedaan itu menunjukkan Huawei tidak membatasi eksplorasinya pada satu bentuk saja. Perusahaan tampak ingin menguji bagaimana perangkat lipat tiga bisa diposisikan bukan hanya untuk produktivitas, tetapi juga untuk mobilitas dan gaya penggunaan sehari-hari.

Di kalangan penggemar teknologi, perangkat ini mulai dikaitkan dengan nama “Pura X TriFold”. Namun, hingga kini Huawei belum memberi konfirmasi resmi terkait nama produk maupun jadwal peluncurannya.

Karena masih berupa paten, belum ada kepastian bahwa desain ini akan dipasarkan sebagai produk jadi. Meski begitu, pengajuan paten tersebut tetap memberi gambaran tentang arah riset Huawei di kategori ponsel lipat generasi berikutnya.

Konsep ini juga memperlihatkan upaya mengubah persepsi soal ponsel lipat tiga. Jika sebelumnya format tri-fold identik dengan perangkat besar untuk produktivitas, Huawei kini justru mengarahkannya menjadi gadget yang ringkas, unik, dan lebih mudah masuk ke keseharian pengguna.

Langkah tersebut menambah persaingan di industri ponsel lipat yang terus mencari bentuk paling praktis. Dari dokumen paten yang sudah terdaftar di USPTO, Huawei terlihat ingin membawa ide “lipat tiga” ke format clamshell yang makin kecil tanpa mengabaikan fungsi kamera, distribusi bobot, dan kestabilan sinyal.

Source: www.suara.com
Terbaru