Meta Turunkan Harga Kacamata Pintar, AI Kini Makin Dekat ke Pengguna Biasa

Meta meluncurkan lini kacamata pintar baru dengan harga mulai $299, langkah yang jelas untuk memperluas pasar perangkat wearable berbasis AI. Harga ini membuat Meta Glasses lebih murah $80 dibanding model Ray-Ban Meta generasi kedua yang dirilis tahun lalu.

Strategi baru Meta tidak hanya menurunkan harga, tetapi juga menghadirkan merek kacamata buatannya sendiri. Produk ini tetap dikembangkan bersama EssilorLuxottica, perusahaan yang selama ini dikenal kuat di industri eyewear.

Kehadiran harga yang lebih rendah menjadi sorotan utama karena memperkecil hambatan masuk bagi konsumen yang ingin mencoba kacamata pintar. Langkah itu juga menunjukkan bahwa Meta masih serius menggelontorkan investasi pada perangkat AI yang dikenakan di tubuh.

Meta Glasses hadir sebagai kacamata pintar tanpa layar di lensa. Alih-alih memakai display internal, perangkat ini mengandalkan kamera bawaan, speaker open-ear, dan susunan beberapa mikrofon untuk panggilan telepon, peredam kebisingan angin, serta perintah suara.

Pilihan model dan harga

Meta menyiapkan tiga desain frame untuk lini awal ini. Model Adventurer memakai bentuk persegi standar dan tersedia dalam dua ukuran, sementara Fury tampil dengan bodi yang lebih tebal dan berat.

Kedua model tersebut sama-sama dijual mulai $299. Di atasnya ada Starfire, model dengan desain oval ramping yang dikembangkan bersama Kylie Jenner dan dibanderol $399.

Secara keseluruhan, Meta menawarkan 26 konfigurasi. Opsi itu mencakup berbagai warna seperti hitam, hijau, dan tortoiseshell, serta pilihan lensa resep, polarized, dan photochromic.

Meta juga menambahkan bantalan hidung yang bisa disetel dalam tiga arah. Perubahan ini ditujukan untuk meningkatkan kecocokan pemakaian pada lebih banyak bentuk wajah.

Fokus pada AI dan penggunaan sehari-hari

Di dalam perangkat, Meta membekali kacamata ini dengan Muse Spark, model AI multimodal baru buatannya. Asisten ini dapat diaktifkan lewat tombol aksi fisik khusus.

Setelah aktif, pengguna bisa mengajukan pertanyaan tentang apa yang sedang mereka lihat. Fitur itu menegaskan bahwa Meta ingin menjadikan kacamata ini sebagai perangkat AI yang praktis dipakai dalam aktivitas harian.

Meta juga menyematkan kemampuan terjemahan percakapan secara real-time. Perusahaan menambahkan 14 bahasa baru ke dalam daftar bahasa yang didukung.

Selain fungsi AI, kacamata ini tetap mempertahankan kemampuan pengambilan media. Meta juga menambahkan mode dynamic photo burst untuk membantu pengguna mendapatkan hasil foto hands-free yang lebih baik.

Perusahaan itu turut menyiapkan fitur navigasi pejalan kaki berbasis audio untuk petunjuk belok demi belok. Fitur tersebut disebut akan segera diluncurkan.

Spesifikasi inti tetap familiar

Dari sisi teknologi inti, Meta tidak melakukan perubahan besar dibanding platform kacamata pintarnya yang sudah ada. Artinya, perusahaan lebih menekankan aksesibilitas harga, variasi desain, dan pengalaman AI dibanding lompatan spesifikasi besar.

Daya tahan baterainya diklaim mencapai hingga delapan jam pemakaian terus-menerus. Casing pengisian daya model lipatnya menyediakan tambahan daya hingga 40 jam.

Kombinasi speaker open-ear dan beberapa mikrofon membuat perangkat ini tetap diarahkan untuk penggunaan yang tidak mengisolasi pengguna dari lingkungan sekitar. Pendekatan itu relevan untuk panggilan, interaksi suara, dan akses informasi cepat tanpa harus menatap layar.

Karena tidak memakai layar di lensa, Meta Glasses mengambil posisi yang berbeda dari kacamata AR penuh. Fokusnya ada pada kamera, audio, AI, dan kemudahan pemakaian yang lebih dekat dengan kacamata biasa.

Distribusi dan ketersediaan

Meta Glasses sudah tersedia mulai hari ini. Penjualan dilakukan melalui situs resmi Meta, Amazon, Best Buy, serta sejumlah peritel kacamata tertentu seperti LensCrafters dan Sunglass Hut.

Jaringan distribusi yang luas itu memperlihatkan bahwa Meta tidak ingin produk ini hanya hadir sebagai perangkat niche. Dengan masuk ke kanal elektronik dan toko eyewear, perusahaan berupaya menjangkau pembeli teknologi sekaligus konsumen kacamata sehari-hari.

Peluncuran ini juga datang saat pasar kacamata pintar semakin ramai. Xreal, misalnya, baru-baru ini memperkenalkan kacamata AR ultra-ringan XBX A01 dengan layar Micro OLED 120Hz dan desain frame yang dapat ditukar.

Meski begitu, Meta memilih pendekatan yang berbeda lewat produk tanpa layar dengan harga lebih rendah. Dengan titik masuk mulai $299, perusahaan tampak ingin mendorong adopsi yang lebih luas melalui kombinasi desain, fungsi AI, dan harga yang lebih terjangkau.

Source: www.gizmochina.com

Terkait