Samsung dilaporkan sudah memulai produksi panel OLED untuk iPhone lipat pertama Apple. Perkembangan ini menjadi sinyal penting bahwa proyek ponsel lipat Apple bergerak dari tahap spekulasi menuju persiapan manufaktur komponen utama.
Perangkat tersebut diperkirakan meluncur pada September 2026 dan disebut-sebut mungkin akan memakai nama iPhone Ultra. Fokus perhatian kini tertuju pada Samsung Display, yang disebut menjadi pemasok utama layar untuk perangkat itu.
Samsung Display sebelumnya dikabarkan mengamankan posisi tersebut setelah mencapai tingkat keberhasilan produksi yang dinilai memuaskan. Angka yang disebut mencapai 80%, sebuah capaian yang memperkuat kesiapan pemasok untuk memenuhi standar produksi Apple.
Produksi panel itu disebut sudah berjalan di fasilitas Samsung yang berada di Vietnam. Pada tahap awal, Apple dilaporkan memesan tiga juta unit panel OLED untuk kebutuhan tahun 2026.
Jumlah pesanan itu memberi gambaran awal tentang skala rencana Apple di segmen ponsel lipat. Meski belum ada konfirmasi resmi soal volume perangkat jadi yang akan dipasarkan, pemesanan jutaan panel menunjukkan persiapan yang tidak kecil.
Layar Jadi Sorotan Utama
Selain kabar dimulainya produksi, perhatian juga mengarah pada perubahan strategi spesifikasi layar yang akan dipakai Apple. Laporan sebelumnya sempat menyebut iPhone lipat akan menggunakan display stack seri M14 dari Samsung.
Namun laporan terbaru menyebut Apple memilih material luminescent yang lebih baru, yaitu M16. Pergeseran ini penting karena menyentuh langsung kualitas panel yang akan menjadi elemen utama pada perangkat lipat.
Penggunaan panel seri M16 diklaim membawa beberapa peningkatan yang signifikan. Di antaranya adalah tingkat kecerahan yang lebih tinggi, reproduksi warna yang lebih akurat, efisiensi daya yang lebih baik, dan masa pakai komponen layar yang lebih panjang.
Bagi perangkat lipat, kombinasi empat aspek itu sangat krusial. Layar bukan hanya menjadi titik jual utama, tetapi juga salah satu komponen yang paling menentukan kenyamanan penggunaan jangka panjang.
Kecerahan yang lebih tinggi dapat membantu visibilitas di berbagai kondisi cahaya. Sementara reproduksi warna yang lebih akurat biasanya menjadi perhatian besar pada perangkat premium.
Efisiensi daya juga memiliki peran penting karena perangkat lipat harus menyeimbangkan ukuran layar besar dengan daya tahan baterai. Jika panel lebih hemat energi, beban konsumsi daya bisa ditekan tanpa mengorbankan kualitas tampilan.
Masa pakai komponen yang lebih panjang juga menjadi nilai tambah. Pada kategori ponsel lipat, ketahanan panel sering menjadi perhatian karena perangkat harus menahan mekanisme buka-tutup dalam penggunaan harian.
Teknologi CoE untuk Panel Lebih Tipis
Panel OLED lipat untuk perangkat ini juga disebut mengintegrasikan teknologi Color Filter on Encapsulation atau CoE. Teknologi ini memungkinkan layar OLED dibuat lebih tipis sekaligus mengurangi pantulan cahaya.
Salah satu poin penting dari CoE adalah kemampuannya bekerja tanpa memerlukan lapisan polarizer tambahan. Pendekatan ini bisa membantu desain panel menjadi lebih ringkas, sesuatu yang relevan untuk perangkat lipat yang sangat bergantung pada efisiensi ruang internal.
Layar yang lebih tipis dapat memberi keleluasaan lebih besar dalam perancangan bodi. Pada perangkat lipat, setiap penghematan ruang dapat berdampak pada ketebalan produk, struktur engsel, hingga pengaturan komponen lain di dalam perangkat.
Pengurangan pantulan cahaya juga berpotensi meningkatkan kenyamanan visual. Ini menjadi faktor penting terutama pada perangkat premium yang diposisikan sebagai produk unggulan dengan pengalaman layar sebagai pusat perhatian.
Konteks Peluncuran dan Harga
Perkiraan peluncuran iPhone lipat pada September 2026 muncul di tengah sorotan terhadap strategi harga Apple. Perusahaan itu sebelumnya sudah memberi sinyal bahwa produknya akan mengalami kenaikan harga akibat krisis RAM dan storage yang masih berlangsung.
Dalam wawancara dengan Wall Street Journal, CEO Apple Tim Cook tidak merinci produk mana yang akan naik harga maupun kapan kebijakan itu diterapkan. Meski begitu, isu tersebut menambah konteks bagi perangkat baru Apple yang masuk kategori premium dan memakai komponen layar canggih.
Di saat yang sama, iPhone 18 Pro yang akan dirilis pada paruh kedua tahun ini juga diperkirakan menjadi salah satu lini yang terdampak kenaikan harga. Wall Street Journal menyebut estimasi harga itu dibuat berdasarkan analisis internal dan informasi dari firma riset TechInsights.
Belum ada informasi harga untuk iPhone lipat yang disebut mungkin bernama iPhone Ultra. Namun dimulainya produksi panel OLED oleh Samsung menunjukkan bahwa salah satu komponen paling vital dari perangkat tersebut kini sudah masuk tahap realisasi produksi.
Langkah ini juga menegaskan posisi Samsung Display sebagai pemain kunci dalam rantai pasok layar premium, bahkan untuk produk calon pesaing utama di pasar ponsel kelas atas. Dengan panel yang mulai diproduksi di Vietnam dan spesifikasi layar yang disebut lebih maju, perhatian pasar kini tertuju pada seberapa jauh Apple siap membawa iPhone lipatnya ke tahap peluncuran resmi.
