Steam Machine Mulai Diragukan, Cyberpunk 2077 Saja Dilaporkan Sulit Tembus 30 FPS

Kabar soal performa Steam Machine memicu perdebatan baru di kalangan gamer setelah hasil benchmark yang beredar di media sosial menunjukkan angka yang jauh dari harapan. Perangkat yang diposisikan sebagai pengalaman gaming PC bergaya konsol itu disebut kesulitan mempertahankan 30 FPS di Cyberpunk 2077.

Sorotan itu menjadi penting karena perangkat ini sejak awal menarik perhatian berkat janji menghadirkan kemudahan konsol dengan fleksibilitas ekosistem PC. Namun, ketika game AAA modern menjadi tolok ukur, pertanyaan utama kini bergeser ke satu hal: apakah perangkat ini menawarkan nilai yang sepadan dengan harganya.

Benchmark yang ramai dibahas

Laporan yang dibagikan Play4Index menjadi pemicu utama diskusi terbaru. Dalam unggahan tersebut, Steam Machine disebut hanya mencatat 28 FPS di Cyberpunk 2077 pada resolusi 1440p, pengaturan medium, dan ray tracing aktif.

Angka itu langsung menarik perhatian karena Cyberpunk 2077 dikenal sebagai game berat yang sering dipakai untuk menguji kemampuan perangkat keras modern. Hasil yang muncul memunculkan kekhawatiran bahwa Steam Machine mungkin belum mampu memberi pengalaman yang dianggap nyaman oleh banyak pemain pada game kelas AAA.

Tidak hanya Cyberpunk 2077, game berat lain juga dilaporkan menunjukkan performa yang kurang meyakinkan. Black Myth: Wukong disebut berjalan di kisaran 20 FPS pada 1440p dengan setelan Very High.

Hasil semacam ini belum bisa dianggap final tanpa verifikasi independen. Meski begitu, angka yang beredar sudah cukup untuk memicu gelombang perbandingan dengan PC rakitan di kisaran harga serupa dan konsol generasi sekarang.

Nilai jual mulai dipertanyakan

Perdebatan tidak berhenti pada frame rate semata. Banyak gamer menyoroti implikasi dari angka tersebut terhadap value for money, terutama karena Steam Machine dibanderol mulai 1,049 Dollars.

Posisi harga itu menempatkannya di atas PS5 standar dan juga PS5 Pro, bahkan setelah kenaikan harga konsol Sony tersebut. Ketika perangkat yang lebih mahal justru disebut kesulitan menandingi performa konsol di sejumlah game, kritik pun menjadi semakin keras.

Bagi pembeli potensial, isu ini terasa sensitif karena Steam Machine masuk ke kategori produk yang menjual kompromi tertentu. Ia bukan konsol tradisional, tetapi juga tidak diposisikan sebagai desktop gaming penuh yang bisa dirakit sesuai kebutuhan performa.

Akibatnya, banyak perhatian tertuju pada pertanyaan apakah perangkat ini benar-benar berhasil mengisi ruang di antara dua dunia itu. Jika performanya tidak cukup kuat, maka titik tengah yang ditawarkan bisa terasa kurang menarik bagi gamer yang mengejar performa tinggi.

Perbandingan dengan PS5 ikut memanaskan diskusi

Perdebatan semakin besar setelah sejumlah ulasan dan analisis, termasuk dari Digital Foundry, menilai perangkat gaming PC ringkas dari Valve itu dapat kesulitan menyamai PS5 di beberapa judul. Situasi ini menambah bobot pada benchmark yang beredar di media sosial.

Beberapa game yang disebut dalam analisis tersebut antara lain Alan Wake 2, Crimson Desert, dan Forza Horizon 5. Dalam sejumlah kasus, PS5 dilaporkan mampu mencatat frame rate rata-rata lebih tinggi sambil menuntut lebih sedikit konfigurasi dan optimasi dari pengguna.

Faktor kemudahan ini penting dalam perbandingan. Salah satu alasan orang tertarik pada perangkat bergaya konsol adalah pengalaman yang lebih praktis, sehingga kebutuhan pengaturan tambahan justru bisa mengurangi daya tarik utama produk.

Bila konsol dengan harga lebih rendah mampu memberi performa lebih baik atau lebih stabil di game tertentu, maka pembeli akan cenderung mempertimbangkan ulang pilihan mereka. Itulah sebabnya diskusi soal Steam Machine saat ini tidak hanya membahas spesifikasi, tetapi juga pengalaman penggunaan secara menyeluruh.

Respons komunitas terbelah

Di media sosial dan Reddit, reaksi pengguna terlihat beragam. Sebagian mempertanyakan apakah Steam Machine layak dibeli dengan harga premium jika hasil awal menunjukkan performa yang kurang meyakinkan pada game berat.

Sebagian lain menilai kekuatan perangkat ini tidak semata-mata terletak pada angka benchmark. Mereka menyoroti desain ringkas, akses ke ekosistem Steam yang luas, dan fleksibilitas platform PC sebagai keunggulan yang tidak selalu bisa diukur hanya lewat satu atau dua game.

Namun, argumen tandingan juga cukup kuat. Sejumlah penggemar PC berpendapat bahwa sistem gaming lain dengan harga sekelas bisa memberikan performa yang jauh lebih baik untuk beban kerja berat.

Perbedaan sudut pandang itu membuat posisi Steam Machine terlihat belum sepenuhnya solid di mata pasar. Di satu sisi ada daya tarik format dan ekosistem, tetapi di sisi lain ada tuntutan performa yang tinggi dari gamer modern.

Untuk saat ini, benchmark yang beredar belum memberi gambaran akhir tentang kemampuan perangkat secara keseluruhan. Meski demikian, laporan 28 FPS di Cyberpunk 2077 pada 1440p medium dengan ray tracing, serta sekitar 20 FPS di Black Myth: Wukong pada 1440p Very High, sudah cukup untuk menempatkan performa Steam Machine sebagai sorotan utama dalam perdebatan soal harga, posisi pasar, dan kelayakannya menghadapi game AAA masa kini.

Source: tech.sportskeeda.com

Terkait