Timnas Inggris harus puas membawa pulang satu poin setelah bermain imbang 0-0 melawan Ghana pada laga kedua Grup L Piala Dunia 2026 di Stadion Boston, Amerika Serikat. Hasil itu terasa mengejutkan karena The Three Lions tampil sangat dominan dan sempat menguasai bola hingga 88 persen pada fase awal pertandingan.
Meski mengontrol jalannya laga hampir sepanjang waktu, Inggris tidak mampu menembus pertahanan Ghana yang bermain disiplin dan rapat. Situasi ini membuat persaingan Grup L tetap terbuka menjelang pertandingan terakhir fase grup.
Inggris memegang kendali sejak awal
Sejak menit pertama, Inggris langsung mengambil inisiatif serangan lewat Jude Bellingham, Declan Rice, dan Harry Kane. Pasukan Thomas Tuchel menekan Ghana dengan sirkulasi bola yang cepat dan dominasi wilayah permainan yang nyaris mutlak.
Namun, penguasaan bola besar tidak otomatis berubah menjadi peluang berbahaya. Ghana memilih bertahan dalam blok rendah dan menumpuk pemain di area pertahanan untuk menutup ruang tembak Inggris.
Hingga menit ke-18, Inggris mencatat penguasaan bola mencapai 88 persen. Kendati begitu, Benjamin Asare jarang benar-benar diuji karena penyelesaian akhir Inggris belum tajam.
Peluang terbaik datang dari Declan Rice
Inggris terus membangun serangan sepanjang babak pertama, tetapi rapatnya lini belakang Ghana membuat mereka kesulitan menciptakan peluang bersih. Pressing dan disiplin bertahan Ghana membuat aliran serangan Inggris sering mentok di sepertiga akhir lapangan.
Kesempatan terbaik Inggris pada babak pertama muncul pada menit ke-37. Umpan silang Noni Madueke disambut sundulan Declan Rice, tetapi bola masih melambung tipis di atas mistar.
Sampai turun minum, dominasi Inggris belum berbuah gol. Skor tetap 0-0 dan Ghana berhasil menjaga rencana bertahannya tetap berjalan efektif.
Tekanan berlanjut, tetapi gawang tetap aman
Memasuki babak kedua, Inggris tidak mengubah pendekatan permainan dan tetap tampil agresif. Thomas Tuchel juga mempertahankan susunan pemain awal untuk menjaga ritme serangan timnya.
Peluang emas kembali hadir pada menit ke-58 melalui Noni Madueke dan Anthony Gordon. Dua momen itu belum cukup untuk memecah kebuntuan karena penyelesaian akhir Inggris masih tidak akurat.
Menjelang akhir pertandingan, Inggris kembali mendapatkan kesempatan besar saat Nico O’Reilly melepaskan tembakan keras. Bola hanya membentur mistar, dan momen itu menjadi simbol betapa dekatnya Inggris dengan gol, tetapi tetap gagal mengubah keadaan.
Ghana bertahan rapi dan memaksa laga berakhir tanpa gol
Ghana menunjukkan kedisiplinan tinggi sepanjang pertandingan dan tidak mudah terpancing keluar dari struktur bertahannya. Black Stars lebih banyak fokus menutup ruang, memotong aliran bola, dan menjaga area berbahaya di depan gawang.
Strategi itu membuat Inggris frustrasi meski terus menggempur hingga menit akhir. Benjamin Asare dan lini belakang Ghana sukses menjaga gawang tetap aman sampai peluit panjang dibunyikan.
Persaingan Grup L masih terbuka
Tambahan satu poin membuat Inggris tetap berada di puncak klasemen Grup L dengan koleksi empat poin. Ghana juga mengumpulkan poin yang sama dan menempel ketat di posisi kedua, sehingga peluang lolos ke fase gugur masih belum pasti.
Laga terakhir akan menentukan nasib kedua tim di grup ini. Inggris dijadwalkan menghadapi Panama, sedangkan Ghana akan berjumpa Kroasia.
Susunan pemain Inggris memperlihatkan Thomas Tuchel menurunkan Jordan Pickford di bawah mistar, lalu Djed Spence, Ezri Konsa, Marc Guehi, dan Reece James di lini belakang. Di lini tengah ada Declan Rice dan Elliot Anderson, sementara Jude Bellingham, Anthony Gordon, Noni Madueke, dan Harry Kane mengisi sektor depan.
Ghana memainkan Benjamin Asare di gawang dengan barisan belakang Jonas Adjetey, Gideon Mensah, Jerome Opoku, dan Marvin Senaya. Thomas Partey menjadi pengatur ritme bersama Caleb Yirenkyi dan Kwasi Sibo, sedangkan lini depan diisi Antoine Semenyo, Jordan Ayew, dan Inaki Williams.
Source: www.medcom.id






