KOVO Longgarkan Kuota Asia, Jalan Baru Penerus Megawati Terbuka Lebar?

KOVO resmi mengubah aturan kuota pemain asing dan pemain Asia di Liga Voli Korea Selatan, dan kebijakan baru ini langsung menarik perhatian para pevoli Asia. Perubahan tersebut dinilai bisa membuka jalan lebih lebar bagi pemain dari kawasan Asia untuk menembus V-League, termasuk peluang bagi talenta Indonesia yang ingin mengikuti jejak Megawati Hangestri.

Keputusan itu disebut diambil dalam Rapat Dewan Direksi ke-6 dan Rapat Umum Luar Biasa periode ke-22 yang digelar pada 23 Juni, menurut laporan My Daily. Regulasi baru akan diterapkan bertahap dalam beberapa musim mendatang dan membawa perubahan besar pada komposisi pemain asing di sektor putra maupun putri.

Kuota lebih longgar untuk kompetisi putra

Mulai musim 2027/2028, setiap tim putra akan diizinkan memainkan tiga pemain asing secara bersamaan. Saat ini, hingga musim 2026/2027, klub putra masih memakai skema satu pemain asing dan satu pemain kuota Asia.

Skema gaji juga ikut disesuaikan. Pemain asing menerima 400 ribu dolar AS pada tahun pertama dan 550 ribu dolar AS mulai musim kedua, sementara pemain kuota Asia mendapat 120 ribu dolar AS pada tahun pertama dan 150 ribu dolar AS pada musim berikutnya.

Pada musim 2027/2028, klub putra juga bisa merekrut pemain asing tambahan lewat opsi kedua. Untuk slot itu, gajinya ditetapkan 150 ribu dolar AS pada tahun pertama dan 170 ribu dolar AS mulai musim kedua, dengan kompensasi pemain kuota Asia ikut menyesuaikan skema baru tersebut.

Aturan putri tetap, tetapi kuota Asia bertambah

Di sektor putri, KOVO mempertahankan batas satu pemain asing reguler. Namun, kuota pemain Asia diperluas dari satu menjadi dua pemain, sehingga setiap tim putri dapat menurunkan tiga pemain asing sekaligus.

Komposisi itu terdiri dari satu pemain asing reguler dan dua pemain kuota Asia. Kebijakan ini memang bisa membuat persaingan pemain lokal Korea semakin ketat, tetapi di sisi lain justru memberi ruang lebih besar bagi pevoli Asia untuk masuk ke liga.

Aturan pergantian pemain juga diperketat

KOVO tidak hanya mengubah jumlah kuota, tetapi juga aturan pergantian pemain asing dan pemain Asia. Jika sebelumnya tidak ada batasan khusus, mulai musim 2026/2027 pergantian pemain hanya boleh dilakukan sampai putaran kelima musim reguler.

Setelah putaran keenam, penggantian hanya bisa terjadi bila ada cedera yang diakui tim medis resmi KOVO. Kondisi itu juga harus membutuhkan masa pemulihan minimal delapan minggu, sehingga klub tidak bisa lagi melakukan perubahan sesuka hati pada fase akhir kompetisi.

Peluang untuk penerus Megawati Hangestri

Di tengah perubahan regulasi itu, nama-nama pemain Indonesia ikut kembali diperbincangkan. Megawati Hangestri sendiri dipastikan akan kembali tampil di V-League pada musim 2026/2027 bersama Hyundai Hillstate setelah dua musim sukses membela Jung Kwan Jang Red Sparks.

Di Hyundai Hillstate, Megawati akan berduet dengan Jordan Wilson dan mendapat dukungan setter tim nasional Korea Selatan, Kim Da-in. Klub ini juga bukan tim sembarangan karena pernah menjuarai musim 2023/2024 di bawah pelatih Kang Sung-hyung.

Regulasi baru KOVO membuat peluang pevoli Indonesia lain ikut terbuka. Dalam dua tahun terakhir, sejumlah pemain Indonesia sudah mencoba peruntungan lewat Asian Quarter Draft V-League, termasuk Yolla Yuliana dan Mediol Stiovanny Yoku.

Salah satu nama yang dinilai punya kans besar adalah Junaida Santi, pevoli yang meraih gelar MVP Proliga 2025. Megawati bahkan pernah memberi pujian langsung untuk juniornya itu dengan menyebut, “Bagus, karena junior akan meneruskan kakak-kakaknya ke depan.”

Dengan bertambahnya kuota pemain Asia di V-League, jalan bagi pemain Indonesia untuk tampil di salah satu liga voli terbaik Asia kini terlihat makin terbuka. Situasi ini bisa menjadi momentum penting bagi generasi berikutnya yang ingin menyusul langkah Megawati Hangestri di Korea Selatan.

Source: www.viva.co.id

Terkait