Banyak pengguna Samsung mungkin mengira lampu notifikasi LED di sudut kiri atas layar sudah hilang selamanya. Padahal, fitur ikonik itu tidak benar-benar lenyap, hanya berpindah ke dalam menu pengaturan dengan bentuk yang berbeda.
Dulu, titik kecil itu memberi informasi cepat tanpa perlu menyalakan layar. Warna biru yang berkedip menandakan panggilan tak terjawab, pesan, atau notifikasi lain, sementara lampu merah menandakan baterai lemah dan cahaya hijau saat terhubung ke pengisi daya berarti baterai sudah penuh.
Perubahan itu terjadi saat desain ponsel semakin mengejar ruang layar. Samsung menghapus lampu notifikasi dari perangkat Galaxy ketika Galaxy S10 meluncur pada 2019, karena flagship baru mereka ingin memaksimalkan Infinity Display yang lebih besar dan tanpa bezel untuk video, gim, dan penjelajahan.
Di balik keputusan itu, layar AMOLED besar dianggap lebih penting daripada sebuah lampu kecil. Sebagai gantinya, Samsung mendorong pengguna beralih ke Edge lighting, fitur yang kini menjadi pengganti resmi lampu notifikasi LED.
Cara kerjanya di Galaxy
Edge lighting membuat sisi layar ponsel berubah seperti lampu notifikasi saat ada pemberitahuan masuk. Efek ini muncul melalui animasi di tepi layar dan bisa diatur sesuai selera pengguna.
Fitur ini sebenarnya sudah ada sejak Galaxy S8, ketika Samsung masih melihat layar tepi sebagai arah masa depan desain ponsel. Sekarang, fungsi itu menjadi solusi bawaan untuk menggantikan indikator LED yang dulu sangat mudah dikenali.
Untuk mengaktifkannya, pengguna hanya perlu masuk ke aplikasi Settings. Dari sana, Edge lighting bisa dihidupkan dan dikustomisasi tanpa perlu aplikasi tambahan.
Langkah penyesuaiannya juga cukup fleksibel. Pengguna bisa membuka bagian “Notification pop-up style,” lalu mengaktifkan opsi “Show brief pop-ups even while the screen is off” jika ingin efek tetap muncul saat layar mati.
Setelah itu, pengguna bisa mengetuk “Edge lighting style” atau “Add lighting effects.” Di menu tersebut, pilihan efek tersedia lewat tab “Effects” dengan opsi seperti “Basic,” “Glitter,” dan “Echo.”
Bisa diubah sesuai kebutuhan
Samsung juga memberi kontrol lebih jauh pada warna efek. Di tab “Colors,” pengguna bisa memilih warna yang ingin ditampilkan saat notifikasi masuk.
Bagi yang ingin mengatur tampilan lebih detail, tersedia tab “Advanced.” Di bagian ini, pengguna bisa menyesuaikan “Transparency,” “Width,” dan “Duration” agar efek notifikasinya terasa lebih pas.
Kehadiran Edge lighting menunjukkan bahwa Samsung tidak benar-benar meninggalkan ide lampu notifikasi. Fungsi yang dulu berada di sudut atas layar kini dialihkan ke tepi panel, sehingga tetap memberi peringatan visual tanpa mengorbankan desain layar penuh.
Bagi pengguna yang rindu pada indikator cepat seperti LED lama, fitur ini masih menawarkan peran yang mirip. Perbedaannya, semuanya kini tersembunyi di Settings dan bisa dibentuk ulang sesuai gaya pemakaian masing-masing.
