Steam Machine Lebih Fleksibel, Tapi PS5 Pro Masih Menang Soal Value untuk Gamer?

Perbandingan Steam Machine dan PS5 Pro langsung memunculkan satu pertanyaan besar: mana yang memberi nilai terbaik untuk uang yang dikeluarkan. Di atas kertas, selisih harga keduanya tidak kecil, tetapi perbedaan performa justru terlihat lebih tajam.

Steam Machine dipasarkan mulai dari $1,049, sementara PS5 Pro dibanderol $900. Dalam konteks price-to-performance, titik krusialnya bukan hanya harga awal, melainkan seberapa besar tenaga gaming yang didapat dari setiap dolar.

PS5 Pro unggul pada performa mentah

PS5 Pro membawa CPU 8-core, memori 16GB GDDR6 + 2GB DDR5, GPU kustom RDNA 3/4 dengan 60 compute unit, dan SSD PCIe Gen 4 2TB. Steam Machine, yang juga disebut Gabe Cube, memakai CPU 6-core underclocked, RAM 16GB DDR5, GPU RDNA 3 28-CU dengan VRAM 8GB GDDR6, serta SSD PCIe Gen 4 512GB atau 2TB.

Perbedaan paling besar ada di sisi grafis. GPU 60-CU pada PS5 Pro disebut jauh lebih bertenaga dibanding GPU 28-CU milik Steam Machine, termasuk untuk menjalankan game ray tracing di 4K 60 FPS yang tidak mampu dicapai Gabe Cube.

Itu membuat PS5 Pro lebih kuat untuk gamer yang mengejar kualitas visual tinggi sejak hari pertama. Dengan harga yang justru lebih rendah dan kontroler yang sudah termasuk dalam boks, konsol Sony terlihat lebih efisien dari sudut pandang performa murni.

Harga awal juga memihak PS5 Pro

Steam Machine versi dasar mulai dari $1,049 dengan penyimpanan 512GB dan belum termasuk Steam Controller. Untuk paket dengan kontroler, pengguna harus menambah $60 lagi.

PS5 Pro mulai dari $900 dan sudah menyertakan DualSense. Konsol ini juga langsung membawa SSD 2TB, yang berarti kapasitas penyimpanan awalnya lebih besar dibanding varian dasar Steam Machine.

Dari kombinasi harga, spesifikasi, dan paket penjualan, PS5 Pro punya posisi yang lebih kuat dalam perbandingan awal. Bagi pembeli yang hanya melihat biaya masuk dan tenaga gaming, nilainya lebih mudah dibenarkan.

Steam Machine menawarkan nilai yang berbeda

Meski kalah di performa mentah, Steam Machine tidak dirancang sebagai mesin game biasa. Perangkat ini diposisikan sebagai gabungan PC dan konsol yang bisa dipakai untuk gaming, hiburan, sekaligus desktop biasa.

Steam Machine dapat menjalankan hampir semua game Windows di Steam melalui lapisan translasi Proton. Pengguna juga bisa memainkan game dari Epic Games Store dan GOG secara tidak resmi lewat launcher pihak ketiga.

Keunggulan itu memperluas pustaka game secara signifikan. Selain game PC umum, pengguna juga bisa menjalankan emulator, game arcade, dan judul lintas platform lain.

Steam Machine juga mendukung mod dengan jauh lebih baik. Dukungan mod pada PS5 Pro disebut hampir tidak ada, sehingga fleksibilitas ekosistem PC tetap menjadi nilai jual kuat untuk perangkat Valve.

Biaya jangka panjang bisa berubah arah

Di sinilah perdebatan menjadi lebih rumit. Meski PS5 Pro unggul pada rasio harga terhadap performa awal, Steam Machine punya potensi lebih hemat dalam penggunaan jangka panjang.

Game di Steam disebut lebih murah secara umum dan lebih sering mendapat diskon. Di sisi lain, banyak game multiplayer online di PlayStation memerlukan langganan PS Plus, sedangkan online play di Steam Machine tidak memerlukan biaya langganan.

PS Plus memang memberi katalog game bulanan bergilir. Namun akses ke game langganan itu hilang ketika masa berlangganan berakhir.

Steam Machine tidak punya layanan langganan serupa saat ini. Namun harga game yang lebih rendah, frekuensi diskon yang tinggi, dan kebebasan membeli dari beberapa toko digital membuat total biaya kepemilikan berpotensi lebih ringan.

Jika pengguna sudah memiliki PC atau Steam Deck, keunggulan itu makin terasa. Koleksi game Steam yang sudah dimiliki dapat langsung dipakai di Gabe Cube tanpa perlu membangun pustaka dari nol.

Pengalaman ruang keluarga dan kompatibilitas

Untuk penggunaan di ruang keluarga, Steam Machine justru punya beberapa kelebihan praktis. Desain kubusnya ringkas, berjalan sangat senyap, dan beberapa pengulas disebut mengonfirmasi bahwa Valve memang memprioritaskan operasi hening.

PS5 Pro punya bodi lebih tinggi dan ramping, tetapi suaranya lebih terdengar. Bentuknya juga bisa lebih sulit ditempatkan di beberapa unit meja TV.

Keduanya mendukung TV hingga 4K60. Namun untuk pengalaman ruang keluarga yang tenang, Steam Machine dinilai sedikit lebih unggul.

Pada sisi kontroler, Steam Machine lebih terbuka. Selain Steam Controller, perangkat ini dapat dipasangkan dengan gamepad kabel atau Bluetooth lain, termasuk kontroler Xbox, dengan fungsi penuh.

PS5 Pro menggunakan DualSense 5 dan juga mendukung kontroler pihak ketiga. Namun dukungan itu dibatasi pada perangkat yang berlisensi resmi dari Sony.

Ada kompromi di kedua sisi

Kebebasan Steam Machine tetap datang dengan catatan. Meski online play gratis, banyak game online saat ini belum berjalan karena masalah kompatibilitas anti-cheat, walau situasi itu disebut masih bisa berubah ke depan.

PS5 Pro juga punya batasan ekosistem. Konsol ini hanya bisa memainkan game yang dirilis untuk PS5 serta game PS4 melalui backward compatibility, sehingga ruang geraknya jauh lebih sempit dibanding perangkat berbasis PC.

Untuk pengguna yang memprioritaskan visual, performa, dan nilai pembelian sejak awal, PS5 Pro tampil lebih kuat. Namun bagi pengguna yang melihat total biaya game, fleksibilitas platform, fungsi PC, serta kompatibilitas pustaka Steam yang sudah dimiliki, Steam Machine menawarkan bentuk nilai yang berbeda dan lebih panjang umur.

Source: tech.sportskeeda.com

Terkait