Motorola resmi kembali agresif ke pasar smartphone dengan membawa 10 HP baru sekaligus yang menonjolkan satu hal penting: daya tahan baterai. Dari lini murah hingga flagship, sejumlah model baru ini menawarkan kapasitas besar, termasuk beberapa varian 7.000 mAh yang langsung menarik perhatian pasar.
Strategi itu terlihat jelas pada seri G Power dan Edge yang mengombinasikan baterai besar, layar cepat, dan spesifikasi yang menyasar kebutuhan harian hingga pengguna berat. Di saat banyak ponsel masih bermain di kisaran baterai standar, Motorola justru mendorong paket yang terasa lebih berani di berbagai kelas harga.
Fokus utama: baterai besar di kelas harga yang tetap terjangkau
Salah satu model yang paling menonjol adalah Motorola G06 Power. Ponsel ini membawa layar IPS LCD 6,8 inci HD Plus dengan refresh rate 120 Hz, chip Helio G81 Extreme, RAM 4 GB, dan storage hingga 256 GB yang masih mendukung microSD.
Daya tarik utamanya ada pada baterai 7.000 mAh dengan fast charging 18 watt. Kombinasi itu membuatnya diposisikan sebagai opsi murah dengan stamina besar, meski kecepatan pengisian dayanya tergolong lambat untuk kapasitas sebesar itu.
Motorola juga menyiapkan G57 Power dan G67 Power untuk pengguna yang mencari baterai besar dengan pendekatan berbeda. G57 Power memakai Snapdragon 6s Gen 4, baterai 7.000 mAh, serta fast charging 33 watt, sementara G67 Power membawa Snapdragon 7 Gen 2 dan baterai 7.000 mAh dengan pengisian 30 watt.
Seri Edge dan G Power dibekali paket lebih lengkap
Di kelas yang lebih tinggi, Motorola Edge 70 Fusion tampil menonjol lewat bodi yang sangat tipis, hanya 7,2 mm, namun tetap memuat baterai 7.000 mAh. Ponsel ini memakai layar AMOLED 6,78 inci 144 Hz, Snapdragon 7s Gen 4, RAM LPDDR5X hingga 12 GB, dan turbo charging 68 watt.
Motorola Edge 60 Pro juga mengincar pengguna yang membutuhkan perangkat serba bisa. Ponsel ini membawa layar P-OLED 6,7 inci 1,5K 120 Hz, Dimensity 8350 Extreme, baterai 6.000 mAh, fast charging 90 watt, serta dukungan wireless dan reverse charging.
Motorola G86 Power masuk sebagai opsi all-rounder dengan layar OLED 6,67 inci 120 Hz, Dimensity 7300, RAM hingga 12 GB, dan baterai 6.720 mAh. Kecepatan isi ulangnya 30 watt, sehingga fokus utamanya tetap ada pada efisiensi daya dan keseimbangan penggunaan.
Kamera jadi pembeda di beberapa model
Motorola GMAX 5G mengandalkan kamera utama 200 MP dengan OIS, dipadukan layar AMOLED 6,8 inci 1,5K 120 Hz dan Dimensity 6400 5G. Baterainya 5.200 mAh dengan Turbo Power 33 watt, sehingga model ini lebih menonjol lewat sektor kamera ketimbang daya tahan ekstrem.
Edge 70 Pro menargetkan pengguna yang mencari performa tinggi dan kamera lengkap. Ponsel ini memakai layar AMOLED 1,5K 144 Hz, Dimensity 8500 Extreme, kamera utama 50 MP OIS, ultra wide 50 MP, kamera depan 50 MP, serta baterai 6.500 mAh dengan fast charging 90 watt.
Sementara itu, pada lini menengah, G67 Power memakai kamera utama 50 MP Sony LYT-600 dan lensa ultra wide 8 MP. G57 Power juga membawa kombinasi kamera yang sama, tetapi kamera depannya hanya 8 MP.
Ada pula model lipat dan flagship paling tinggi
Motorola Razr 60 tetap mempertahankan ciri khas ponsel lipat dengan layar utama 6,9 inci P-OLED 120 Hz dan layar eksternal 3,6 inci. Di dalamnya ada Dimensity 7400X, kamera utama 50 MP OIS, serta baterai 4.500 mAh dengan Turbo Power 30 watt dan wireless charging 15 watt.
Di puncak jajaran, Motorola Signature disiapkan sebagai flagship paling tinggi. Perangkat ini membawa layar AMOLED 6,8 inci 165 Hz, Snapdragon 8 Gen 5, RAM hingga 16 GB, storage sampai 1 TB, dan tiga kamera belakang 50 MP yang seluruh sensornya memakai Sony.
Motorola menyusun portofolio yang sangat lebar, dari kelas baterai 7.000 mAh murah hingga flagship premium dengan spesifikasi maksimal. Dengan komposisi itu, perhatian pasar kini tertuju pada bagaimana deretan HP baru ini akan bersaing di segmen yang menuntut daya tahan, performa, dan harga yang tetap masuk akal.
