Xiaomi resmi menghadirkan Redmi Pad 2 9.7 ke pasar tablet terjangkau dengan harga Rp2,3 jutaan. Kehadirannya langsung menarik perhatian karena membawa layar 2K 120Hz, paket penjualan dengan free buds, dan bodi yang lebih ringkas dibanding tablet 11 inci.
Di saat harga RAM dan storage global naik, Xiaomi memilih jalur yang lebih agresif untuk menjaga harga tetap rendah. Caranya adalah memangkas beberapa spesifikasi utama, tetapi tetap mempertahankan fitur yang dianggap paling penting untuk penggunaan harian.
Layar jadi daya tarik utama
Ukuran layar Redmi Pad 2 9.7 turun menjadi 9,7 inci setelah pendahulunya memakai panel 11 inci. Xiaomi menempatkan ukuran ini sebagai titik tengah bagi pengguna yang merasa 8,7 inci terlalu kecil dan 11 inci terlalu besar.
Di atas kertas, sektor visual justru menjadi nilai jual terkuat. Tablet ini memakai layar 2K dengan refresh rate 120Hz, tingkat kecerahan 513 nits, dan cakupan warna sRGB 95% pada mode Vivid.
Bodi lebih ringan untuk mobilitas
Perubahan ukuran layar juga berdampak pada bobot perangkat. Redmi Pad 2 9.7 kini hanya berbobot 408 gram, jauh lebih ringan dibanding tablet 11 inci yang umumnya berada di kisaran 519 gram.
Bobot yang lebih rendah membuat tablet ini lebih nyaman digenggam untuk waktu lama. Karakter seperti ini cocok untuk konsumsi hiburan, membaca, dan aktivitas ringan saat dibawa bepergian.
Chipset cukup, RAM jadi titik kompromi
Untuk dapur pacu, Xiaomi membenamkan Snapdragon 6S Gen 2. Chipset ini mencatat skor AnTuTu di kisaran 413 ribuan dan masih tergolong mumpuni untuk kelasnya.
Namun, performa keseluruhan dibatasi oleh RAM 4 GB. Kombinasi itu membuat tampilan 120Hz kadang terasa kurang mulus saat sistem mulai terbebani Android 16 dan HyperOS 3.
Storage dipangkas, microSD masih tersedia
Pemangkasan paling terasa ada pada sektor penyimpanan. Redmi Pad 2 9.7 hanya menawarkan storage 64 GB, tanpa opsi 128 GB seperti pada generasi sebelumnya.
Kondisi itu terasa makin ketat karena sistem operasi sudah memakan ruang sekitar 39 GB. Xiaomi masih menyediakan slot MicroSD eksternal untuk menyimpan file media dan membantu mengurangi tekanan pada memori internal.
Baterai besar, pengisian tetap butuh waktu
Tablet ini membawa baterai 7.600 mAh yang disesuaikan dengan bodinya yang lebih ringkas. Pengisian dayanya menggunakan adapter 18 watt.
Dengan kapasitas tersebut, proses isi daya dari kosong hingga penuh diperkirakan memakan waktu sekitar 2 jam. Angka ini masih wajar, tetapi bukan yang tercepat di kelasnya.
Masih aman untuk game ringan dan hiburan
Dalam pengujian performa kasual, Redmi Pad 2 9.7 masih bisa menjalankan Mobile Legends stabil di 60 FPS dengan suhu sekitar 35 derajat Celsius. PUBG Mobile juga disebut berjalan lancar pada 40 FPS.
Sebaliknya, Genshin Impact tidak disarankan karena RAM yang terbatas dan storage 64 GB yang cepat penuh. Untuk penggunaan seperti ini, tablet lebih cocok dipakai menonton film, kuliah, atau scrolling media sosial.
Audio dan fitur fisik tetap diperhatikan
Di sektor audio, tablet ini dibekali dual speaker kanan-kiri yang diklaim lantang dan tidak sember. Xiaomi juga masih mempertahankan slot audio jack, sehingga pengguna earphone kabel tetap bisa memakainya tanpa adaptor.
Kombinasi layar besar, bobot ringan, dan audio yang cukup kuat membuat Redmi Pad 2 9.7 terlihat fokus pada pengalaman hiburan. Di segmen Rp2 jutaan, perangkat ini mencoba menawarkan kompromi yang jelas antara harga, portabilitas, dan kualitas layar.
