Pasar HP Rp1 jutaan pada 2026 berubah jauh lebih cepat daripada yang banyak diperkirakan. Di kelas harga murah, produsen kini membawa layar refresh rate tinggi, baterai besar, kamera 50MP, pengisian cepat, sampai NFC ke segmen entry level.
Perubahan itu membuat pilihan konsumen jadi lebih menarik. Untuk kebutuhan harian seperti media sosial, streaming, belajar, hingga kerja ringan, perangkat di rentang ini tidak lagi terasa serba terbatas seperti dulu.
Samsung dan OPPO tampil dengan strategi yang berbeda
Samsung Galaxy A07 menjadi salah satu opsi bagi pengguna yang ingin nama besar dengan harga terjangkau. Ponsel ini membawa layar 6,7 inci HD+ 90Hz, chipset MediaTek Helio G99, baterai 5.000 mAh, fast charging 25 watt, dan kamera utama 50MP.
Harga Samsung Galaxy A07 diperkirakan sekitar Rp1.399.000. Di sisi lain, OPPO A3x menonjol lewat sertifikasi MIL-STD 810H dan IP54, lalu ditopang Snapdragon 6s 4G Gen 1, RAM hingga 6GB, penyimpanan 128GB, baterai 5.100 mAh, serta fast charging 45 watt.
OPPO A3x berada di kisaran Rp1.399.000. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa ketahanan fisik dan pengisian cepat mulai ikut bersaing dengan performa mentah di kelas murah.
Redmi dan POCO menekan sisi layar dan memori
Redmi A5 hadir untuk pengguna yang butuh perangkat ekonomis dengan layar lega. Ponsel ini memakai chipset Unisoc T7250, RAM 4GB, memori internal 128GB, serta layar IPS LCD 6,88 inci.
Fitur yang masih dipertahankan mencakup sensor sidik jari, radio FM, dan jack audio 3,5 mm. Harga Redmi A5 sekitar Rp1.399.000, sementara POCO C65 dipasarkan sekitar Rp1.449.000 dengan Helio G85, RAM hingga 8GB, penyimpanan 256GB, layar 6,74 inci, dan kamera utama 50MP.
Bagi pengguna yang menyimpan banyak aplikasi dan file, kapasitas hingga 256GB pada POCO C65 menjadi nilai tambah yang cukup menonjol. Di kelas ini, ruang penyimpanan mulai menjadi faktor pembeda yang sama pentingnya dengan prosesor.
realme dan Infinix membawa fitur yang lebih agresif
realme Note 70 tampil menonjol lewat baterai 6.300 mAh yang diklaim tahan hingga dua hari. Perangkat ini juga memiliki desain tipis 7,94 mm, sertifikasi ketahanan militer, IP54, chipset UNISOC T7250, dan RAM hingga 8GB.
Harga realme Note 70 sekitar Rp1.499.000. Sementara itu, realme P3 Lite diposisikan lebih agresif dengan baterai 6.300 mAh, layar 6,67 inci 120Hz, tingkat kecerahan hingga 725 nits, NFC, dan perlindungan ArmorShell.
realme P3 Lite diperkirakan sekitar Rp1.599.000. Di kelas yang sama, Infinix Hot 60i menawarkan Helio G81 Ultimate, RAM hingga 8GB, penyimpanan maksimal 256GB, layar 6,7 inci 120Hz, baterai 5.160 mAh, dan fast charging 45 watt.
Harga Infinix Hot 60i sekitar Rp1.699.000. Kombinasi ini memperlihatkan bagaimana merek-merek entry level mulai mengandalkan layar cepat dan memori besar untuk menarik pengguna aktif.
Tecno dan realme C71 menguatkan sisi hiburan dan fitur modern
Tecno Spark 40 hadir sebagai pilihan untuk hiburan harian. Perangkat ini membawa chipset MediaTek Helio G81, layar 6,67 inci 120Hz, kamera utama 50MP, dan harga sekitar Rp1.880.000.
Di atasnya, realme C71 tampil dengan kesan lebih premium melalui baterai 6.300 mAh, fast charging 45 watt, kamera 50MP, NFC, dan perlindungan IP64. Harga realme C71 sekitar Rp1.899.000.
Kehadiran NFC pada perangkat murah menjadi sinyal penting. Fitur yang dulu lebih identik dengan kelas menengah kini mulai masuk ke ponsel terjangkau.
Redmi 15C melengkapi daftar dengan layar besar dan baterai besar
Redmi 15C membawa layar 6,9 inci HD+ dengan refresh rate 120Hz. Ponsel ini memakai MediaTek Helio G81-Ultra, baterai 6.000 mAh, dan desain tipis 7,99 mm.
Harga Redmi 15C sekitar Rp1.899.000. Untuk pengguna yang lebih sering memakai ponsel sebagai perangkat utama sepanjang hari, kombinasi layar luas dan baterai besar tetap menjadi daya tarik yang paling mudah dirasakan.







