Slate mulai menarik perhatian bukan karena janji mobil listrik mewah, melainkan karena pendekatannya yang sangat sederhana. Pickup listrik ini dibanderol $24,950, jauh dari target awal di bawah $20.000, tetapi tetap menawarkan paket yang terasa relevan untuk pengguna yang butuh kendaraan kerja tanpa banyak kompromi.
Bagi sebagian orang, justru kemampuan angkutnya yang membuat mobil ini menonjol. Dengan payload 1.550 pon di bak dan kapasitas derek 2.000 pon, Slate masuk ke wilayah yang cukup serius untuk sebuah pickup kecil.
Cocok untuk pembawa motor
Salah satu daya tarik paling jelas ada pada ukuran baknya. Slate punya bak 60 inci saat bak ditutup, lalu memanjang jadi 81,6 inci ketika tailgate dibuka.
Ukuran itu mungkin terdengar pendek untuk sebuah pickup. Namun ruang hampir tujuh kaki saat tailgate turun memberi cukup tempat untuk mengangkut sepasang motor, terutama dirt bike.
Gambaran itu makin masuk akal jika melihat contoh motor seperti Beta 300 RR yang panjangnya 85,5 inci dari ujung ke ujung. Motor itu akan sedikit menonjol melewati tailgate, tetapi tetap masuk, sementara sport bike ke trek juga dinilai bisa dibawa.
Ada pula angka lain yang memperkuat kemungkinan itu. Menurut Jalopnik, ruang diagonal di bak Slate mencapai 98,35 inci, yang berarti motor dua-tak Italia berpeluang muat menyamping dengan tailgate tertutup.
Jarak tempuh ikut naik
Slate juga mengubah salah satu aspek yang paling penting untuk kendaraan listrik: jarak tempuh. Dari angka awal 150 mil, kini pabrikan mengklaim mampu menempuh hingga 205 mil berkat baterai 65-kilowatt-jam.
Paket itu disebut menghasilkan 181 hp dan torsi 195 pound-feet. Dengan tambahan 55 mil dari proyeksi awal, mobil ini menjadi lebih masuk akal untuk perjalanan ke trailhead dan pulang.
Bagi pengguna yang sering menuju area off-road, tambahan itu punya arti nyata. Di Phoenix Valley, perjalanan ke area OHV sekitar 40 mil ke utara sudah cukup menguras mobil bensin tua hingga sekitar seperempat tangki untuk sekali pergi-pulang.
Praktis, tapi tetap minimalis
Slate memang tidak dibangun untuk memanjakan pengguna. Model dasarnya bahkan tidak punya stereo atau power window, dan kelengkapan kabinnya sangat sederhana.
Namun justru di situ letak daya tariknya bagi pembeli yang mencari fungsi. Untuk pengguna seperti pengendara motor, pickup ini menawarkan kendaraan yang bisa dipakai harian, diparkir lebih mudah daripada van besar, lalu dipakai mengangkut motor tanpa harus berurusan dengan mesin bensin yang boros.
Pengisian daya juga mendukung karakter praktis itu. Charger onboard 11-kW diklaim bisa mengisi baterai dari 20 ke 80 persen dalam 17 jam lewat Level 1, atau hanya empat jam lewat Level 2.
Ada pula port North American Charging Standard atau NACS. Artinya, Slate bisa mengisi daya di stasiun Tesla Supercharger, yang menambah fleksibilitas untuk perjalanan jarak menengah.
Masuk akal untuk sebagian pembeli
Untuk pembeli yang mengejar kendaraan murah, ada pilihan bekas seperti Ford Ranger tua di bawah $10.000. Tetapi opsi itu biasanya datang bersama biaya perawatan, kebutuhan penggantian komponen seperti belt dan water pump, serta konsumsi bahan bakar yang tetap terasa mahal.
Slate menawarkan alternatif yang berbeda. Dengan harga $24,950, ruang untuk dua motor, dan daya jelajah yang cukup untuk perjalanan rutin ke lintasan, pickup ini menyasar pembeli yang lebih mementingkan fungsi daripada fitur.
Bagi yang hanya membutuhkan kendaraan sederhana untuk kerja, perjalanan harian, dan urusan akhir pekan ke jalur off-road, Slate terlihat seperti paket yang sangat spesifik. Bukan untuk semua orang, tetapi bagi pencari moto hauler murah dan ringkas, angka-angkanya mulai terdengar masuk akal.







