Laptop Tipis di Bawah 1 Kg Ini Ternyata Kuat Main Forza Horizon 6, Tembus 60 FPS

Laptop tipis kini tidak lagi identik semata sebagai perangkat kerja dan belajar. Pengujian Lenovo Yoga Slim 7i Ultra menunjukkan perangkat tanpa GPU diskret pun sudah sanggup menjalankan game modern seperti Forza Horizon 6 dengan performa yang tergolong meyakinkan.

Di pengujian KompasTekno, game balap terbaru dari Playground Games itu berjalan di kisaran 50-60 FPS. Hasil tersebut dicapai pada pengaturan grafis Low dan resolusi 1.920 x 1.200 piksel.

Capaian itu menarik karena Yoga Slim 7i Ultra hadir sebagai laptop tipis dan ringan, bukan laptop gaming khusus. Perangkat ini mengandalkan prosesor Intel Core Ultra X9 dan GPU terintegrasi Intel Arc B390.

Forza Horizon 6 jadi sorotan utama

Performa Forza Horizon 6 menjadi penanda paling jelas tentang kemampuan laptop ini. Saat dipakai menjelajahi dunia terbuka, balapan berkecepatan tinggi, hingga adegan dengan banyak kendaraan, permainan disebut tetap terasa mulus.

Meski grafis disetel ke level rendah, kualitas visual game masih terlihat menarik. Detail lingkungan, pencahayaan, dan efek cuaca disebut tetap terjaga, sehingga pengalaman bermain masih terasa layak untuk pengguna yang tidak mengejar setelan grafis maksimal.

Hasil ini juga penting karena datang dari laptop dengan bobot di bawah 1 kilogram. Untuk kategori perangkat produktivitas yang mengutamakan desain tipis, angka 50-60 FPS di game AAA baru menjadi nilai jual yang cukup kuat.

Unit uji berbeda, tetapi spesifikasi inti sama

Unit yang digunakan dalam pengujian merupakan versi Singapura dengan prosesor Intel Core Ultra X9 388H. Sementara model yang dipasarkan resmi di Indonesia memakai Intel Core Ultra X9 378H.

Keduanya disebut memiliki spesifikasi yang identik, termasuk jumlah core, thread, dan GPU terintegrasi Intel Arc B390. Perbedaan utamanya hanya pada kecepatan clock maksimum, yakni hingga 5,1 GHz pada Core Ultra X9 388H dan 5,0 GHz pada Core Ultra X9 378H.

Dengan selisih 100 MHz, performa keduanya diperkirakan tidak akan berbeda signifikan. Karena itu, hasil uji ini dapat menjadi gambaran kemampuan model yang dijual di Indonesia.

Pragmata jadi beban yang lebih berat

Setelah Forza Horizon 6, tantangan berikutnya datang dari Pragmata besutan Capcom. Game ini diuji pada resolusi 1.920 x 1.200 piksel dengan pengaturan visual High.

Hasilnya turun ke kisaran 25-30 FPS. Angka itu menunjukkan Intel Arc B390 masih bisa menjalankan game AAA generasi baru pada setelan tinggi, tetapi belum menawarkan kelancaran yang sama seperti Forza Horizon 6.

Pengaturan ini juga menegaskan batas kemampuan laptop tipis tanpa GPU diskret. Jika pengguna menginginkan gameplay yang lebih nyaman, kualitas grafis perlu diturunkan agar frame rate bisa naik.

Game lain menunjukkan pola yang konsisten

Di luar dua judul itu, performa Yoga Slim 7i Ultra pada beberapa game populer juga cukup beragam. Hogwarts Legacy mencatat 45-55 FPS pada resolusi native 2.880 x 1.800 piksel dengan pengaturan Low.

Death Stranding berjalan pada 1.920 x 1.080 piksel dengan pengaturan High dan menghasilkan 40-50 FPS. Sementara Genshin Impact berada di kisaran 35-45 FPS pada resolusi 2.880 x 1.800 piksel dengan pengaturan Low.

Honkai: Star Rail mencatat 25-35 FPS pada resolusi yang sama dengan pengaturan Medium. Ini menunjukkan beban resolusi tinggi tetap sangat memengaruhi performa GPU terintegrasi.

Pada kategori game kompetitif, hasilnya lebih menarik. Dota 2 mampu berjalan di kisaran 55-65 FPS pada resolusi 2.880 x 1.800 piksel dengan pengaturan High.

Counter-Strike 2 juga masih nyaman dimainkan pada kisaran 40-50 FPS. Pengujian ini dilakukan pada resolusi dan pengaturan grafis yang sama, sehingga memperlihatkan bahwa laptop tipis ini tidak hanya relevan untuk game kasual, tetapi juga cukup layak untuk game e-sports tertentu.

Beban grafis dan karakter perangkat

Sebagian besar pengujian dilakukan pada resolusi native layar yang lebih tinggi dari Full HD. Artinya, GPU harus menangani beban grafis yang lebih berat dibanding pengujian pada 1.920 x 1.080 piksel.

Jika resolusi diturunkan ke Full HD, beban GPU akan lebih ringan. Ini membuka ruang tambahan bagi pengguna untuk mencari titik seimbang antara kualitas visual dan kelancaran permainan.

Dari sisi penggunaan, kipas laptop disebut tidak begitu berisik saat dipakai bermain. Temperatur perangkat juga cenderung hangat ketika menjalankan game-game berat.

Yoga Slim 7i Ultra jelas bukan pengganti laptop gaming kelas menengah atau atas. Pengguna yang ingin memainkan game AAA terbaru dengan pengaturan Ultra dan frame rate tinggi tetap membutuhkan laptop dengan GPU diskret.

Namun, untuk laptop super tipis yang fokus utamanya pada produktivitas, kemampuannya tergolong mengesankan. Performa Forza Horizon 6 di kisaran 50-60 FPS menjadi bukti bahwa kombinasi Intel Core Ultra X9 dan Intel Arc B390 sudah cukup mumpuni untuk kebutuhan bermain game modern di sela mobilitas tinggi.

Source: tekno.kompas.com

Terkait