Xiaomi kembali menunjukkan bahwa aksesori murah tidak harus terasa murah. Dalam penggunaan sehari-hari, dua produknya justru berhasil memberi pengalaman yang mendekati ekosistem Apple, tanpa meminta harga setinggi produk aslinya.
Dua perangkat yang dimaksud adalah Xiaomi UltraThin Magnetic Power Bank 5000 15W dan Redmi Buds 8 Pro. Keduanya memang terlihat seperti menjawab kebutuhan yang selama ini diisi oleh aksesori Apple, tetapi hasilnya lebih meyakinkan dari dugaan awal.
Power bank tipis yang terasa seperti kartu logam
UltraThin Magnetic Power Bank 5000 15W dirancang untuk fungsi yang sederhana. Xiaomi tidak menempatkannya sebagai power bank serbaguna untuk laptop atau perangkat besar, melainkan sebagai baterai tambahan ringan untuk ponsel.
Ukuran fisiknya menjadi nilai jual utama. Dengan ketebalan 6 mm dan bobot 98 gram, perangkat ini terasa lebih seperti kartu logam tipis daripada power bank pada umumnya.
Bentuk itu membuatnya mudah ditempel di bagian belakang ponsel yang mendukung MagSafe atau Qi2. Saat terpasang, power bank ini menambah daya tanpa membuat perangkat terasa seperti membawa batu bata.
Kapasitasnya memang hanya 5.000mAh. Namun, untuk penggunaan harian dan perjalanan singkat, kapasitas itu dinilai cukup untuk membuat pengguna tidak terlalu cemas melihat sisa baterai.
Perangkat ini mendukung pengisian nirkabel hingga 15W. Untuk iPhone, kecepatannya dibatasi di 7,5W, sementara port USB-C yang tersedia bisa mengeluarkan daya hingga 22,5W.
Selama dipakai dengan iPhone 17 Pro, iPhone 15 Plus, dan iPhone 14, perangkat ini bekerja seperti yang diharapkan dari power bank magnetik kecil. Ia menempel dengan rapi, tetap ringan, dan memberi tambahan daya yang terasa praktis untuk pemakaian sehari-hari.
Earbuds murah yang tidak terasa kompromi besar
Redmi Buds 8 Pro hadir dengan kejutan yang berbeda. Di segmen earbuds murah, kompromi biasanya cepat terlihat, entah dari mode transparansi yang terdengar aneh atau kualitas mikrofon yang buruk.
Pada model ini, kesan awalnya justru positif. Fit-nya nyaman, yang penting untuk earbuds in-ear, dan active noise cancellation-nya dinilai sangat mengesankan untuk kelas harga di bawah premium.
Mode transparansinya juga terasa lebih baik dari ekspektasi. Fitur ini sering menjadi titik lemah banyak earbuds murah karena suara buatan yang terlalu jelas langsung terasa tidak alami.
Xiaomi membekali perangkat ini dengan sejumlah fitur yang cukup serius. Spesifikasinya mencakup ANC hingga 55dB, triple-mic AI noise reduction, dukungan LDAC, sertifikasi Hi-Res Wireless Audio, Dolby Audio, dynamic head tracking, koneksi dua perangkat, Google Fast Pair, serta daya tahan baterai hingga 33 jam dengan casing.
Redmi Buds 8 Pro memang bukan penantang langsung AirPods Pro. Apple masih unggul dalam ekosistem dan tingkat penyempurnaan ketika dipakai bersama iPhone, Mac, iPad, dan Apple Watch.
Meski begitu, jaraknya dinilai jauh lebih kecil dari perkiraan. Untuk banyak pengguna, earbuds ini sudah memberi banyak rasa premium yang biasanya dikaitkan dengan produk yang jauh lebih mahal.
Nilai jual Xiaomi ada di kedekatan rasa, bukan menyalip total
Kekuatan utama dua aksesori ini bukan pada ambisi mengalahkan Apple secara mutlak. Xiaomi cukup membuat produknya dekat secara pengalaman, lalu membiarkan selisih harga bekerja sendiri sebagai alasan pembelian.
Power bank-nya ringan, tipis, dan mudah dibawa setiap hari. Earbuds-nya menawarkan ANC kuat, fit yang nyaman, mode transparansi yang solid, dan fitur-fitur premium yang membuat harganya terasa lebih sulit dipercaya.
Di atas kertas, power bank Xiaomi ini juga menawarkan kapasitas lebih besar dan pengisian lebih cepat dibandingkan iPhone Air MagSafe Battery, sambil tetap berada di kisaran harga sekitar setengahnya. Itu membuat perbandingan nilainya jadi sulit diabaikan.
Pada akhirnya, dua aksesori Xiaomi ini masuk ke rutinitas harian bukan karena nama besar. Keduanya dipilih karena lebih murah, lebih fleksibel, dan cukup rapi untuk membuat pertanyaan tentang premium Apple terasa semakin relevan.







