Google Finance Punya Aplikasi Android Sendiri, AI-Nya Ikut Bantu Baca Pergerakan Saham

Google Finance kini punya aplikasi mobile khusus di Android, dan langkah ini langsung menempatkan layanan finansial Google di tengah persaingan yang jauh lebih padat. Aplikasi baru itu membawa watchlist pengguna, data pasar real-time, berita finansial langsung, serta fitur AI “Key Moments” yang menjelaskan alasan pergerakan saham.

Peluncuran ini juga menandai upaya Google memperluas posisi Google Finance, bukan sekadar menyediakan tempat lain untuk memantau harga saham. Dengan aplikasi mandiri, Google masuk lebih dekat ke ranah yang selama ini dikuasai platform finansial konsumen seperti Yahoo Finance dan aplikasi trading seperti Robinhood.

Fokus baru di Android, iOS menyusul

Google menyebut aplikasi ini hadir pertama kali di Android. Versi iOS dijadwalkan menyusul dalam beberapa bulan, sehingga jangkauan layanan itu akan bertambah setelah debut di ekosistem Google sendiri.

Selain fungsi inti untuk memantau pasar, Google juga menyiapkan tambahan fitur lain. Salah satunya adalah kemampuan mendengarkan panggilan pendapatan secara langsung, yang akan hadir di pembaruan berikutnya.

Web experience ikut diperluas

Di sisi web, Google Finance berbasis AI yang diperkenalkan tahun lalu kini keluar dari fase beta dengan fitur baru. Perubahan ini membuat pengalaman Google Finance tidak hanya bertumpu pada tampilan harga dan berita, tetapi juga pada alat analisis yang lebih personal.

Salah satu pembaruan pentingnya adalah rollout portfolios secara global di web. Fitur ini memungkinkan pengguna melihat investasi mereka dalam satu dasbor yang melacak kepemilikan dan kinerjanya.

Portofolio Google Finance yang sudah ada akan otomatis tampil di sana. Pengguna juga bisa membuat portofolio baru dengan mengunggah file atau menjelaskan investasinya kepada chatbot.

AI diposisikan sebagai alat analisis personal

Google menambahkan alat riset AI yang bisa menjawab pertanyaan spesifik dari portofolio pengguna. Contohnya, sistem dapat membantu menilai sektor apa saja yang masih kurang terwakili dalam portofolio.

Selain itu, Google menambahkan fitur AI yang memungkinkan pengguna membuat tugas dengan perintah bahasa alami. Tugas ini bisa berupa briefing tepat waktu yang menganalisis perubahan pasar atau ringkasan performa kepemilikan.

Pengguna juga dapat meminta asisten AI memakai watchlist atau portofolio untuk menghasilkan wawasan yang sesuai dengan investasi mereka. Setelah tugas dibuat, Google Finance akan berjalan di latar belakang untuk menjalankannya.

Dibawa ke aplikasi dalam beberapa bulan

Google mengatakan fitur portfolio dan task yang baru itu tersedia di web mulai hari ini. Fitur yang sama akan ditambahkan ke aplikasi Google Finance dalam beberapa bulan mendatang.

Dengan kombinasi aplikasi Android, fitur AI, dan perluasan portfolio global, Google tampak mendorong Google Finance menjadi pusat informasi yang lebih lengkap. Langkah ini memperjelas ambisi Google untuk bersaing di pasar aplikasi finansial yang makin ramai, sambil menawarkan alat yang lebih personal bagi investor ritel.

Terkait