Buat gamer yang ingin main di pengaturan rata kanan tanpa harus membayar belasan hingga puluhan juta rupiah, Mei 2026 menghadirkan pilihan yang jauh lebih masuk akal. Di rentang Rp5 jutaan sampai maksimal Rp7 jutaan, pasar sudah diisi HP gaming top tier yang sanggup melibas game berat dengan stabil.
Yang menarik, deretan perangkat ini tidak cuma kuat di performa mentah. Sebagian besar juga sudah membawa baterai besar, pendingin serius, layar kencang, dan fitur bypass charging yang penting untuk sesi main panjang.
Infinix GT 30 Pro 5G dan Poco X7 Pro 5G jadi pintu masuk paling rasional
Infinix GT 30 Pro 5G masih bisa ditemukan di beberapa toko daring dengan harga sekitar Rp5,5 jutaan untuk varian RAM 8GB dan internal 256GB. Paket penjualannya bahkan sudah mencakup Gift Box dengan cooler eksternal bawaan, yang terasa relevan karena suhu perangkat bisa menyentuh 45–46 derajat Celsius saat digeber keras.
Chipset MediaTek Dimensity 8350 Ultimate di dalamnya mampu membawa Where Winds Meet di Ultra High 30 FPS dan Genshin Impact di Highest 60 FPS dengan performa yang tetap mulus. Pada pengujian Genshin Impact, FPS juga konsisten bertahan di angka 50-an saat pertempuran intens.
Di sisi lain, Poco X7 Pro 5G hadir dengan RAM 12GB dan storage 512GB UFS 4.0, cocok untuk gamer yang suka menumpuk banyak game besar sekaligus. Dimensity 8400, layar dengan touch sampling rate 480 Hz, dan baterai 6.000 mAh membuatnya terasa sangat siap untuk sesi gaming panjang.
Ponsel ini juga tercatat hemat daya saat menjalankan Delta Force di Smooth 120 FPS selama setengah jam, dengan konsumsi hanya 8%. Suhunya dijaga di kisaran 41–42 derajat Celsius berkat Liquid Cool Ice Loop 3D, meski belum punya bypass charging.
Infinix GT 50 Pro dan Poco F7 unggul di performa dan kestabilan
Infinix GT 50 Pro datang dengan desain mechanical light waves dan strip RGB yang mempertegas identitas gaming. Di balik tampilannya, ponsel ini mengandalkan Dimensity 8400, storage UFS 4.1, dan sistem pendingin HydroFlow Liquid Cooling.
Kemampuan visualnya juga tinggi, dengan PUBG Mobile mentok di 120 FPS, Mobile Legends menyentuh 144 FPS, dan Arena Breakout berjalan stabil hingga 144 FPS. Untuk Genshin Impact rata kanan 60 FPS, suhu awalnya bahkan bisa tetap di bawah 40 derajat Celsius, ditambah baterai 6.000 mAh dan fitur bypass charging.
Poco F7 menempati jalur yang lebih buas lewat Snapdragon 8 Gen 4. Skor AnTuTu-nya dengan mudah menembus 2 juta poin, sehingga bukan hanya cocok untuk game berat, tetapi juga emulator berat.
Saat menjajal Where Winds Meet di Ultra 60 FPS, framerate-nya bertahan di kisaran 50–60 FPS saat eksplorasi dan 40–50 FPS saat bertempur. Suhunya juga masih aman di 41–43 derajat Celsius berkat 3D Dual Channel Ice Loop dengan vapor chamber 6.000 mm².
Poco X8 Pro dan iQOO Neo 10 5G menyasar gamer yang ingin paket lengkap
Poco X8 Pro tampil satu tingkat di atas Infinix GT 50 Pro dengan membawa Dimensity 8500, RAM 12GB, dan penyimpanan 512GB UFS 4.1. Pada pengujian Where Winds Meet, setelan grafisnya untuk sementara baru terbuka di High 30 FPS karena optimasi software dari pengembang game.
Meski begitu, keterbatasan itu justru membantu suhu tetap dingin di sekitar 42 derajat Celsius tanpa pendingin tambahan. Baterai 6.500 mAh-nya juga efisien, dengan penurunan daya sekitar 16% setelah hampir satu jam bermain game berat.
iQOO Neo 10 5G masuk di kisaran Rp6 jutaan dan menawarkan layar 144Hz dengan touch sampling rate 360Hz. Ponsel ini ditenagai Snapdragon 8s Gen 4, dipadukan chip Q1 untuk optimasi grafis dan interpolasi frame rate agar tampilan game lebih dramatis.
Dalam uji Where Winds Meet, perangkat ini sanggup menjalankan Ultra Extremely High 60 FPS dengan penurunan yang sangat minim saat pertarungan. Sektor dayanya juga menonjol lewat baterai 7.000 mAh, pengisian 120W Fast Charging, bypass charging, dan pendingin 7K Ultra seluas 27.000 mm².
iQOO 15R jadi opsi paling buas untuk jangka panjang
Di posisi tertinggi, iQOO 15R membawa Snapdragon 8 Gen 5 tanpa embel-embel huruf S. Kombinasi itu membuatnya tampil sebagai opsi paling agresif di daftar ini, terutama bagi pengguna yang mencari performa mentah untuk jangka panjang.
Ponsel ini mampu melahap Arknights: Endfield dan Wuthering Waves di Highest 60 FPS dengan visual yang sangat memukau. Pada Where Winds Meet di Ultra 60 FPS, framerate-nya tetap kokoh di atas 55 FPS meski layar dipenuhi efek pertempuran berat.
Sistem pendingin Ice Core seluas 6.500 mm² menjaga suhu agar tidak menyentuh 45 derajat Celsius tanpa cooler eksternal. Di sisi daya, iQOO 15R membawa baterai 7.600 mAh, pengisian 100W, bypass charging, dan dukungan update keamanan hingga 6 tahun.






