Terselip Alat Pelacak Asing, Begini Cara Cepat Mendeteksinya di Android dan iPhone

Privasi pengguna ponsel kini semakin rentan ketika alat pelacak berbasis Bluetooth ikut beredar luas di pasaran. Perangkat seperti Apple AirTag, Samsung Galaxy SmartTag, dan Tile memang membantu menemukan barang yang hilang, tetapi juga bisa dipakai untuk memantau seseorang tanpa izin.

Karena itu, Android dan iPhone kini sama-sama menyediakan perlindungan untuk mendeteksi pelacak asing yang bergerak bersama pengguna. Fitur ini menjadi penting saat seseorang merasa ada perangkat mencurigakan di tas, kendaraan, atau barang pribadi lainnya.

Deteksi pelacak asing di Android

Pada ponsel Android, terutama yang menjalankan Android 12 atau versi lebih baru, Google menyediakan fitur bawaan bernama unknown tracker alerts. Fitur ini memindai sinyal Bluetooth di latar belakang dan memberi peringatan jika ada alat pelacak milik orang lain yang terus mengikuti pergerakan pengguna.

Agar fitur bekerja, pengguna perlu membuka menu settings, lalu masuk ke safety & emergency, dan memilih unknown tracker alerts. Setelah itu, pastikan opsi allow alerts berada dalam posisi aktif.

Jika muncul kecurigaan saat berada di tempat tertentu, pengguna tidak perlu menunggu notifikasi otomatis. Android juga menyediakan pemindaian manual melalui menu unknown tracker alerts dengan memilih scan now, lalu sistem akan memeriksa sekitar 10 detik dan menampilkan pesan no tracker detected jika tidak menemukan perangkat asing.

Bagi pengguna Android 11 atau versi lebih lama, deteksi bawaan mungkin tidak tersedia secara penuh. Dalam kondisi itu, Electronic Frontier Foundation merekomendasikan aplikasi pihak ketiga yang tepercaya, seperti AirGuard yang tersedia di Google Play Store.

Fitur perlindungan di iPhone

Di sisi Apple, perlindungan terhubung dengan jaringan Find My untuk mencegah penyalahgunaan AirTag dan aksesori pelacak serupa. Jika ada perangkat yang terpisah dari pemilik aslinya lalu ikut bergerak bersama pengguna, iPhone bisa menampilkan notifikasi seperti “[Item] detected near you” atau “[Item] found moving with you”.

Agar peringatan ini aktif, pengguna perlu memastikan layanan lokasi dinyalakan melalui menu privacy & security lalu location services. Di bagian system services, Find My iPhone dan significant locations juga perlu diaktifkan.

Bluetooth harus tetap menyala agar deteksi berjalan normal. Pengguna juga disarankan tidak mengaktifkan airplane mode karena dapat menghambat proses identifikasi pelacak.

Selain itu, tracking notifications perlu diaktifkan lewat settings, lalu notifications, kemudian memilih tracking notifications dan menyalakan allow notifications. Dengan pengaturan itu, iPhone dapat memberi tanda saat mendeteksi pelacak asing yang bergerak bersama pengguna.

Cara menemukan lokasi fisik pelacak

Saat peringatan muncul di iPhone, pengguna bisa membuka notifikasi itu untuk melihat detail lokasi. Sistem akan menampilkan peta riwayat pergerakan perangkat, dan titik-titik merah menunjukkan lokasi ketika sinyal pelacak terdeteksi.

Setelah itu, pengguna dapat memilih continue dan menekan play sound untuk memunculkan bunyi bip dari perangkat. Cara ini membantu mencari pelacak di tempat yang sempit atau tersembunyi, termasuk di tas, saku pakaian, kendaraan, atau bagian lain yang sulit dijangkau.

Pada iPhone 11 atau model yang lebih baru yang mendukung ultra wideband, tersedia juga fitur find nearby. Fitur ini memberi petunjuk arah yang lebih presisi di layar sehingga pencarian bisa berlangsung lebih cepat.

Tindakan aman saat menemukan alat pelacak

Jika alat pelacak asing ditemukan, langkah pertama adalah tidak langsung merusak atau membuangnya. Apple dan Google menyarankan pengguna mengumpulkan informasi perangkat terlebih dahulu, terutama jika pelacak mendukung NFC seperti Apple AirTag.

Dalam kondisi itu, bagian atas ponsel Android atau iPhone cukup didekatkan ke perangkat. Layar akan menampilkan tautan situs web yang memuat informasi seperti nomor seri perangkat dan empat digit terakhir nomor telepon pemiliknya.

Pengguna juga disarankan segera mengambil tangkapan layar sebagai dokumentasi bila diperlukan dalam proses lanjutan. Setelah itu, jika merasa terancam, segera berpindah ke lokasi publik yang ramai, kantor polisi terdekat, atau tempat aman bersama orang tepercaya.

Untuk menghentikan pelacakan, Apple AirTag bisa dinonaktifkan dengan membuka penutup baterai berwarna keperakan di bagian belakang perangkat, memutarnya berlawanan arah jarum jam, lalu melepaskan baterai kancing di dalamnya. Begitu baterai dilepas, AirTag tidak lagi dapat mengirimkan sinyal lokasi.

Di tengah makin luasnya penggunaan alat pelacak Bluetooth, kewaspadaan pengguna menjadi bagian penting dari perlindungan privasi. Fitur deteksi di Android dan iPhone memberi lapisan keamanan tambahan saat ada dugaan pelacakan tanpa izin.

Source: www.beritasatu.com

Terkait