ASUS kembali mendorong batas laptop gaming premium lewat ROG Zephyrus Duo 2026. Perangkat ini hadir dengan dua layar dan harga sekitar Rp129,77 juta, sehingga jelas menyasar pengguna yang ingin menggantikan dua perangkat sekaligus dalam satu bodi.
Di kelas ini, fokusnya bukan lagi sekadar tenaga besar untuk game. ASUS menempatkan laptop ini sebagai alat kerja untuk kreator, streamer, dan profesional yang membutuhkan ruang multitasking lebih luas tanpa harus selalu bergantung pada monitor tambahan.
Performa kelas workstation
ROG Zephyrus Duo 2026 dibekali Intel Core Ultra 9 386H, RAM LPDDR5X 64GB berkecepatan 8533MHz, dan SSD PCIe 5.0 2TB. Kombinasi ini membuatnya siap menangani pekerjaan berat seperti rendering video resolusi tinggi, simulasi desain, dan live streaming dengan banyak aplikasi berjalan bersamaan.
Spesifikasi tersebut menunjukkan arah yang berbeda dari laptop gaming konvensional. ASUS tampak tidak hanya mengejar frame rate, tetapi juga stabilitas untuk beban kerja produktif yang padat.
Dua layar untuk multitasking nyata
Daya tarik utamanya ada pada dua layar 16 inci yang menyatu dalam satu perangkat. Layar utama dipakai sebagai area kerja utama, sementara layar kedua membuka ruang tambahan untuk tugas pendukung.
Pengguna bisa menaruh timeline editing, panel kontrol aplikasi kreatif, Discord, browser, monitor sistem, hingga OBS di layar kedua. Dengan begitu, alur kerja menjadi lebih rapi dan tidak terlalu bergantung pada monitor eksternal.
Konsep ini juga relevan dengan pola kerja hybrid dan mobile workstation yang makin umum. Banyak kreator kini bekerja dari berbagai lokasi, sehingga layar tambahan bawaan memberi fleksibilitas yang sulit ditawarkan laptop biasa.
Dirancang untuk kreator dan streamer
ASUS tidak membatasi Zephyrus Duo 2026 hanya untuk gamer. Laptop ini juga ditujukan untuk editor video, desainer grafis, animator, streamer, dan profesional yang memerlukan ruang kerja digital lebih luas.
Bagi editor video, layar kedua bisa dipakai untuk timeline proyek saat layar utama menampilkan hasil preview. Bagi streamer, satu layar dapat dipakai untuk bermain gim, sementara layar lain memantau chat, statistik siaran, dan kontrol streaming.
Pendekatan ini memperlihatkan perubahan kebutuhan di pasar premium. Banyak pengguna kelas atas kini mencari satu perangkat yang bisa menjalankan fungsi gaming dan kerja kreatif secara bersamaan.
Masih portabel, tapi bukan ringan
ROG Zephyrus Duo 2026 memiliki dimensi 35,5 x 24,7 x 1,99 hingga 2,49 cm dengan bobot sekitar 2,82 kilogram. Secara teknis, perangkat ini masih bisa dibawa bepergian, meski jelas bukan laptop ultrathin.
Ada satu konsekuensi lain dari kelas perangkat ini, yaitu adaptor daya 250W yang ukurannya cukup besar. Karena itu, laptop ini lebih tepat disebut workstation portabel ketimbang perangkat untuk mobilitas tinggi sepanjang hari.
Harga tinggi, ekspektasi ikut naik
Dengan banderol sekitar Rp129,77 juta, Zephyrus Duo 2026 masuk ke pasar yang sangat eksklusif. Pembelinya bukan sekadar mencari laptop, tetapi perangkat yang bisa menjadi investasi produktivitas jangka panjang.
Target pasarnya pun terbatas, mulai dari kreator profesional, studio produksi, streamer besar, hingga perusahaan yang membutuhkan komputer premium. Di sisi lain, harga setinggi ini membuat ekspektasi terhadap layar, performa, pendinginan, dan kenyamanan pakai ikut melonjak.
Impresi awal Nextren menyebut konsep dua layar pada Zephyrus Duo 2026 terasa matang dan benar-benar membantu multitasking. Di titik ini, ASUS ingin membuktikan bahwa layar tambahan bukan lagi gimmick, melainkan fitur kerja yang punya manfaat nyata untuk pengguna kelas atas.







