Bagi Choi Minho, rumah nyaman bukan sekadar tempat pulang setelah hari yang panjang. Anggota SHINee sekaligus aktor itu melihat rumah sebagai ruang untuk memulihkan energi di tengah jadwal yang padat, mulai dari latihan, syuting, hingga aktivitas lain yang nyaris tanpa jeda.
Pandangan itu ia sampaikan saat menghadiri acara LG K House di Central Park Mall, Jakarta, Rabu (24/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, Minho menyoroti peran teknologi rumah tangga yang membuat rutinitas harian terasa lebih praktis, nyaman, dan menyenangkan.
Kesibukan yang tinggi menjadi konteks utama dari cara Minho memandang hunian ideal. Sosok yang dikenal enerjik itu membutuhkan lingkungan rumah yang mampu mendukung istirahat sekaligus membantu mengelola aktivitas sehari-hari dengan lebih efisien.
Menurut Minho, rumah yang nyaman tidak berhenti pada fungsi dasar sebagai tempat beristirahat. Rumah juga perlu menjadi ruang yang membantu seseorang menjaga ritme hidup agar tetap sehat, seimbang, dan berkualitas.
Ia menyebut perangkat LG telah menjadi bagian dari kesehariannya di rumah. Perangkat itu, menurutnya, membantu banyak aktivitas sehingga waktu dan tenaga bisa digunakan dengan lebih baik setelah menjalani rutinitas yang padat.
Minho juga menyampaikan harapannya agar lebih banyak orang bisa melihat bagaimana teknologi hadir dalam kehidupan sehari-hari. Ia menilai kemudahan yang ditawarkan perangkat rumah tangga dapat memberi pengalaman tinggal di rumah yang lebih praktis dan menyenangkan.
Rumah nyaman ala Minho
Dari penjelasan yang ia bagikan, rahasia rumah nyaman ala Minho bertumpu pada dua hal utama, yakni fungsi pemulihan dan kemudahan aktivitas. Rumah ideal baginya adalah tempat untuk mengisi ulang energi, bukan ruang yang justru menambah kerepotan setelah hari yang melelahkan.
Karena itu, teknologi menjadi elemen penting dalam pengalaman tinggal di rumah. Bukan semata soal kecanggihan, tetapi soal bagaimana perangkat bisa bekerja selaras dengan kebutuhan penghuni dan membuat keseharian berjalan lebih ringan.
Dalam acara itu, konsep rumah pintar menjadi gambaran nyata dari gagasan tersebut. Pengunjung diperlihatkan bagaimana berbagai perangkat rumah tangga bisa saling terhubung dan dikendalikan melalui satu ekosistem yang sama.
LG menghadirkan sistem LG ThinQ sebagai pusat kendali sejumlah perangkat rumah pintar. Melalui satu aplikasi, pengguna dapat mengontrol televisi, kulkas, mesin cuci, hingga perangkat pembersih rumah dalam satu ekosistem terhubung.
Model seperti ini menekankan sisi praktis yang sejalan dengan kebutuhan orang dengan mobilitas tinggi. Bagi figur seperti Minho, efisiensi di rumah menjadi faktor penting karena waktu beristirahat dan waktu mengurus kebutuhan domestik sering kali sama-sama terbatas.
Teknologi sebagai pendukung gaya hidup seimbang
Pesan yang dibawa Minho dalam acara tersebut tidak hanya berbicara soal kenyamanan fisik. Ia juga menekankan bahwa pengalaman tinggal di rumah yang lebih baik dapat mendukung hidup yang lebih sehat dan seimbang.
Pandangan itu memperluas makna rumah nyaman dari sekadar desain atau fasilitas. Rumah menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas hidup, terutama bagi mereka yang menghadapi rutinitas padat setiap hari.
Kehadiran Minho di Jakarta juga menjadi bagian dari kampanye LG House Warming yang digelar di berbagai negara Asia Tenggara. Indonesia menjadi negara terakhir yang disambangi dalam rangkaian kampanye tersebut.
Acara LG K House sendiri menempatkan konsep rumah pintar sebagai fokus utama. Karena itu, kehadiran Minho terasa relevan dengan tema yang diangkat, mengingat ia berbagi langsung tentang pengalaman kesehariannya dalam memanfaatkan teknologi di rumah.
Di luar sesi berbagi cerita, Minho juga berkeliling area pameran. Ia menyempatkan diri melihat berbagai perangkat yang ditampilkan sekaligus berinteraksi dengan para penggemar yang hadir.
Kehadirannya menjadi salah satu daya tarik utama acara tersebut. Antusiasme pengunjung terlihat dari perhatian besar terhadap sosok Minho sekaligus rasa ingin tahu terhadap konsep rumah pintar yang diperkenalkan.
Lebih dari sekadar tempat tinggal
Gambaran rumah nyaman ala Choi Minho pada akhirnya tidak dibangun dari kemewahan atau kerumitan fitur. Yang ditonjolkan justru fungsi rumah sebagai tempat pulang yang membantu penghuninya merasa lebih tenang, lebih ringan, dan lebih siap menjalani hari berikutnya.
Dalam konteks itu, teknologi hadir sebagai alat pendukung, bukan tujuan akhir. Selama mampu membuat aktivitas sehari-hari lebih mudah dan memberi ruang bagi penghuni untuk beristirahat dengan lebih baik, rumah dapat menjadi pusat hidup yang lebih sehat, seimbang, dan berkualitas.
