Microsoft kembali menaikkan harga konsol Xbox Series X dan Series S di pasar global. Kenaikan terbaru ini membuat harga beberapa model kini melambung sekitar 60 persen atau lebih dibanding saat pertama kali meluncur.
Perubahan paling mencolok terlihat pada Xbox Series S 512 GB. Konsol yang saat peluncuran dibanderol 300 dollar AS itu kini akan dijual 500 dollar AS mulai 1 Agustus 2026, atau naik sekitar 67 persen dari harga awalnya.
Kenaikan ini bukan penyesuaian kecil karena seluruh lini Xbox Series ikut terdampak. Microsoft juga memastikan perubahan harga kali ini merupakan gelombang kenaikan ketiga dalam kurun sekitar dua tahun.
Bagi konsumen, dampaknya terasa langsung pada posisi harga Xbox saat ini. Xbox Series S 512 GB kini setara dengan harga peluncuran Xbox Series X 1 TB pada 2020, yang saat itu dijual 500 dollar AS.
Daftar harga baru Xbox Series
Mulai 1 Agustus 2026, Xbox Series S Digital 512 GB dijual 500 dollar AS dari sebelumnya 400 dollar AS. Xbox Series S Digital 1 TB naik menjadi 600 dollar AS dari sebelumnya 450 dollar AS.
Xbox Series X Digital 1 TB kini dibanderol 750 dollar AS dari sebelumnya 600 dollar AS. Sementara Xbox Series X Disc Drive 1 TB naik menjadi 800 dollar AS dari sebelumnya 650 dollar AS.
Kenaikan nominal per model berada di kisaran 100 dollar AS hingga 150 dollar AS. Ini mempertegas bahwa penyesuaian harga tidak hanya menyasar satu varian, melainkan seluruh keluarga Xbox Series yang masih dipasarkan.
Untuk Xbox Series X standar, total kenaikannya kini mencapai 300 dollar AS dibanding harga peluncuran pada 2020 yang sebesar 499,99 dollar AS. Secara persentase, lonjakan itu setara sekitar 60 persen dalam enam tahun.
Tiga kali naik dalam dua tahun
Microsoft pertama kali menaikkan harga Xbox Series di sejumlah negara pada Juni 2024. Saat itu, perusahaan menyebut penyesuaian dilakukan untuk menyesuaikan kondisi pasar dan meningkatnya biaya pengembangan game.
Gelombang berikutnya datang pada Mei 2025. Pada periode itu, harga Xbox Series X di AS naik dari 500 dollar AS menjadi 600 dollar AS.
Pada kenaikan 2025, Microsoft juga menaikkan harga Xbox Series S dan sejumlah aksesori Xbox. Perusahaan saat itu turut mengumumkan bahwa sebagian game first-party akan dijual seharga 80 dollar AS mulai musim liburan 2025.
Kini, mulai 1 Agustus 2026, seluruh lini Xbox Series kembali mengalami penyesuaian harga. Dengan tiga kali kenaikan dalam waktu relatif singkat, harga konsol Xbox bergerak jauh dari posisi awal saat generasi ini diluncurkan.
Alasan resmi dari Microsoft
Dalam pernyataan resminya, Microsoft menyebut kenaikan harga kali ini tidak dapat dihindari. Perusahaan menyoroti kenaikan biaya komponen, terutama storage dan memori, yang disebut melonjak tajam dalam beberapa waktu terakhir.
Microsoft mengatakan harga komponen storage dan memori telah naik lebih dari 2,5 kali lipat dibanding sebelumnya. Perusahaan juga memperkirakan harganya masih bisa kembali meningkat hingga dua kali lipat pada musim gugur atau pertengahan 2027.
Menurut Microsoft, tekanan biaya ini terasa lebih berat di industri konsol game. Berbeda dengan smartphone, komputer, atau perangkat elektronik lain, konsol umumnya dijual dengan margin yang sangat tipis, bahkan kerap berada di bawah biaya produksi.
Model bisnis itu membuat keuntungan utama datang dari penjualan game, langganan, dan layanan digital dalam ekosistem Xbox. Karena itu, lonjakan biaya komponen dinilai langsung menekan ruang gerak produsen untuk mempertahankan harga perangkat keras.
Microsoft menyatakan telah berupaya selama beberapa bulan terakhir untuk menghindari kenaikan harga. Perusahaan mengaku sudah bernegosiasi dengan para pemasok, tetapi lonjakan harga komponen membuat penyesuaian akhirnya tetap dilakukan.
Satu varian dihentikan
Bersamaan dengan pengumuman kenaikan harga, Microsoft juga menyatakan penghentian penjualan Xbox Series X varian 2 TB. Dengan status discontinue, model ini tidak akan diproduksi lagi.
Stok Xbox Series X 2 TB yang masih ada di toko diperkirakan akan segera habis. Setelah persediaan habis, konsumen tidak lagi memiliki opsi untuk membeli varian tersebut melalui produksi baru.
Perubahan harga dan penghentian salah satu model menunjukkan adanya penataan ulang lini Xbox Series di tengah tekanan biaya komponen. Di sisi lain, konsumen kini harus menghadapi harga masuk ekosistem Xbox yang jauh lebih tinggi dibanding saat konsol ini pertama kali hadir.
Source: tekno.kompas.com






