5 HP Android Populer Ini Akan Berhenti Update Mulai 2026, Cek Sebelum Terlambat

Memasuki 2026, sejumlah HP Android populer mulai kehilangan dukungan pembaruan resmi dari pabrikan. Kondisi ini penting diperhatikan karena perangkat yang masuk status End-of-Support atau EOS tidak lagi menerima update sistem operasi maupun patch keamanan.

Bagi pengguna, perubahan status ini bukan sekadar urusan versi Android. Ponsel masih bisa dipakai untuk aktivitas harian, tetapi perlindungan terhadap celah keamanan baru akan berhenti, sehingga risiko terhadap data pribadi ikut naik.

Mengapa status EOS perlu diperhatikan

End-of-Support berarti produsen menghentikan seluruh pembaruan perangkat lunak untuk sebuah smartphone. Update yang berhenti mencakup versi Android terbaru, pembaruan antarmuka, hingga patch keamanan yang selama ini menutup celah sistem.

Artinya, ponsel masih dapat dipakai untuk menelepon, mengirim pesan, membuka media sosial, menonton video, dan mengambil foto. Namun, tanpa perlindungan resmi, perangkat menjadi lebih rentan terhadap malware, pencurian data, dan eksploitasi celah keamanan.

Lima HP Android yang tak lagi dapat update mulai 2026

Daftar perangkat yang memasuki akhir dukungan pada 2026 mencakup sejumlah model dari berbagai merek besar. Di antaranya adalah Oppo Reno8 Pro 5G, Google Pixel 7a, Vivo V25 Pro, Samsung Galaxy S21 FE, dan Xiaomi 12T Pro.

Oppo Reno8 Pro 5G menjadi salah satu model yang masa pembaruannya segera berakhir. Pengguna perangkat ini tidak lagi memperoleh update ColorOS maupun patch keamanan secara rutin.

Google Pixel 7a juga masuk daftar, meski perangkat Google ini dikenal lebih cepat menerima pembaruan Android dibanding banyak merek lain. Setelah memasuki EOS, Pixel 7a tidak lagi menerima versi Android terbaru sesuai kebijakan pembaruan Google.

Vivo V25 Pro diprediksi mengakhiri masa dukungan pada 2026. Smartphone ini masih bisa dipakai, tetapi pembaruan keamanan akan dihentikan.

Samsung Galaxy S21 FE turut berada di penghujung siklus pembaruan. Perangkat yang sempat populer berkat performa tinggi dan fitur kelas flagship ini tidak lagi menerima versi Android terbaru maupun pembaruan antarmuka One UI setelah masa dukungannya selesai.

Xiaomi 12T Pro juga mulai memasuki fase akhir dukungan perangkat lunak. Model ini dikenal memiliki kamera 200 MP dan teknologi pengisian daya super cepat, tetapi setelah pembaruan terakhir dirilis, fokus pengembangan Xiaomi akan bergeser ke seri yang lebih baru.

Apa yang masih bisa dilakukan pengguna

Ponsel yang sudah EOS tetap bisa menjalankan berbagai kebutuhan dasar. Aktivitas seperti browsing internet, berkirim pesan, menonton video, dan memakai aplikasi media sosial masih bisa berjalan normal selama perangkatnya berfungsi baik.

Meski begitu, pengguna perlu lebih disiplin menjaga keamanan penggunaan. Cara paling aman adalah mengunduh aplikasi dari toko resmi, menghindari tautan mencurigakan, dan tidak sembarangan memasang file dari sumber yang belum tepercaya.

Perangkat yang berhenti mendapat update juga tidak selalu harus langsung diganti. Jika ponsel masih dipakai untuk kebutuhan ringan, kondisinya masih baik, dan tidak menyimpan data sensitif, perangkat tersebut masih cukup layak digunakan.

Sebaliknya, ponsel yang sering dipakai untuk mobile banking, transaksi digital, menyimpan dokumen penting, atau kebutuhan kerja sebaiknya tetap berada di perangkat yang masih mendapat dukungan keamanan. Langkah ini membantu mengurangi risiko kebocoran data dan membuat pengguna lebih tenang saat memakai smartphone untuk aktivitas penting.

Source: pemmzchannel.com

Terkait