Vivo memperkenalkan Vivo Y6a di China dengan sorotan utama pada baterai besar 7.200mAh dan kamera belakang 50 megapiksel. Ponsel ini langsung dijual di pasar setempat dengan satu varian memori dan tiga pilihan warna.
Kapasitas baterai menjadi nilai jual paling menonjol karena dipadukan dengan dukungan pengisian cepat kabel 44W. Di saat yang sama, Vivo tetap membekali perangkat ini dengan dukungan 5G dan layar 120Hz yang biasanya dicari pengguna di kelas menengah.
Di China, Vivo Y6a dibanderol CNY 1.999 untuk konfigurasi tunggal 8GB RAM dan 256GB penyimpanan internal. Penjualannya sudah berlangsung melalui toko online Vivo China.
Pilihan warnanya mencakup Galaxy Silver, Obsidian Black, dan Phoenix Welcomes Gold, yang merupakan nama hasil terjemahan dari bahasa China. Kehadiran tiga warna ini memberi opsi berbeda untuk pengguna yang mengutamakan tampilan perangkat selain spesifikasi inti.
Fokus pada daya tahan baterai
Vivo Y6a membawa baterai 7.200mAh, angka yang tergolong sangat besar untuk ponsel arus utama. Kombinasi ini membuat perangkat tersebut menonjol bagi pengguna yang mencari daya tahan panjang untuk pemakaian harian.
Pengisian cepat 44W ikut menjadi bagian penting dari paketnya. Dukungan ini memberi nilai tambah karena baterai berkapasitas besar biasanya membutuhkan waktu isi ulang lebih lama jika tidak didukung teknologi pengisian yang memadai.
Layar dan desain
Di bagian depan, Vivo Y6a memakai layar LCD 6,75 inci dengan resolusi HD+ 720 x 1.570 piksel. Panel ini mendukung refresh rate hingga 120Hz dan touch sampling rate 240Hz.
Vivo juga mencantumkan tingkat kecerahan puncak hingga 1.200 nits serta kerapatan 256 ppi. Layar tersebut mendukung 83 persen NTSC dan 16,7 juta warna.
Desain depannya menggunakan lubang punch hole untuk kamera selfie. Sementara di belakang, modul kamera tunggal dan lampu kilat LED ditempatkan dalam pulau kamera berbentuk persegi.
Perangkat ini juga diklaim memiliki sertifikasi IP68 dan IP69 untuk ketahanan terhadap debu dan air. Klaim ini menambah daya tarik Vivo Y6a di luar spesifikasi performa dan baterai.
Chipset Snapdragon 4 Gen 2
Untuk dapur pacu, Vivo Y6a ditenagai chipset Qualcomm Snapdragon 4 Gen 2 berfabrikasi 4nm. Chip octa-core ini terdiri dari enam inti efisiensi berkecepatan 1,95GHz dan dua inti performa dengan clock puncak 2,2GHz.
Vivo memasangkan chipset itu dengan GPU Adreno 613. Kombinasi ini didukung RAM LPDDR4x 8GB dan penyimpanan internal UFS 3.1 berkapasitas 256GB.
Dari sisi perangkat lunak, ponsel ini menjalankan OriginOS 6 berbasis Android 16. Vivo Y6a juga hadir sebagai perangkat dual SIM untuk mendukung kebutuhan konektivitas pengguna.
Kamera 50 megapiksel
Sektor kamera belakang mengandalkan satu sensor 50 megapiksel dengan bukaan f/1.8 dan autofocus. Kamera ini mendukung digital zoom hingga 10x.
Di bagian depan, tersedia kamera selfie 8 megapiksel dengan bukaan f/2.05. Kamera depan ini mendukung digital zoom hingga 2x.
Untuk perekaman video, Vivo Y6a mendukung resolusi hingga 1080p. Konfigurasi ini menempatkan ponsel tersebut sebagai perangkat yang menitikberatkan fungsi dasar fotografi dengan sensor utama beresolusi tinggi.
Fitur keamanan dan konektivitas
Vivo membekali Y6a dengan pemindai sidik jari yang dipasang di sisi bodi. Ponsel ini juga mendukung face unlock sebagai metode keamanan tambahan.
Untuk konektivitas, perangkat ini mendukung 5G, 4G LTE, Wi-Fi dual-band, Bluetooth 4.2, dan port USB Type-C. Sistem navigasinya mencakup GPS, BeiDou, GLONASS, QZSS, dan Galileo.
Daftar sensornya meliputi gravity sensor, ambient light sensor, proximity sensor, e-compass, dan IR blaster. Kehadiran IR blaster memberi fungsi ekstra yang masih diminati sebagian pengguna untuk kendali perangkat elektronik tertentu.
Vivo Y6a memiliki dimensi 166,64 x 78,43 x 8,39 mm dengan bobot sekitar 219 gram. Ukuran dan berat ini sejalan dengan karakter ponsel yang membawa baterai berkapasitas sangat besar.
