Harga iPhone 18 Pro Melejit, Apple Siap Bikin Konsumen Hitung Ulang Budget!

Author: Qoo Media

Harga iPhone 18 Pro diperkirakan naik tajam dan membuat banyak calon pembeli harus menyiapkan budget ekstra. Sejumlah bocoran menyebut kenaikannya berada di rentang 10 hingga 20 persen dibanding pendahulunya, dengan skenario terendah tetap terasa berat bagi kelas flagship.

Di tengah tren kenaikan harga di berbagai lini produk Apple, rumor soal iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max ikut menguat. Perkiraan yang beredar di komunitas pembocor dan media teknologi menunjukkan bahwa Apple tampaknya sedang menggeser harga ke level yang lebih tinggi, bukan hanya untuk satu model, tetapi untuk portofolio produknya secara lebih luas.

Bocoran harga iPhone 18 Pro mulai dari US$1.220

Salah satu pembocor, Digital Chat Station, memperkirakan iPhone 18 Pro dasar akan naik sekitar 11 persen. Jika mengacu pada harga iPhone 17 Pro di China yang berada di 8.999 yuan, model baru itu bisa melonjak ke sekitar 9.999 yuan.

Dalam skenario pasar Amerika Serikat, harga iPhone 18 Pro diperkirakan bergerak dari US$1.099 menjadi sekitar US$1.220. Angka itu sudah cukup untuk menempatkan seri Pro di level yang semakin sulit dijangkau banyak konsumen.

Namun, estimasi tersebut disebut sebagai salah satu yang paling optimistis. Artinya, pasar masih perlu bersiap menghadapi skenario harga yang lebih tinggi dari hitungan awal itu.

Pro Max berpotensi lebih mahal lagi

Prediksi yang lebih agresif datang dari Instant Digital. Pembocor ini menyebut iPhone 18 Pro Max bisa dibanderol 10.999 hingga 11.499 yuan di China, atau naik sekitar 15 persen dari harga iPhone 17 Pro Max yang berada di 9.999 yuan.

Untuk pasar Amerika Serikat, model Pro Max diperkirakan masuk di kisaran US$1.300 hingga US$1.450. Jika bocoran ini mendekati kenyataan, Apple akan membawa seri Pro Max ke zona harga yang semakin premium.

Tipster Fixed Focus Digital juga menyebut kenaikan harga bisa berada di rentang 10 hingga 20 persen. Sementara itu, The Wall Street Journal memperkirakan harga dasar iPhone 18 Pro bahkan bisa menyentuh US$1.399, atau naik sekitar 27 persen dari generasi sebelumnya.

Kenaikan harga Apple tak hanya soal iPhone

Kekhawatiran pasar muncul bukan tanpa alasan. Apple sebelumnya telah menaikkan harga di berbagai perangkat lain, mulai dari MacBook Neo, iPad Pro (M5), hingga Apple Vision Pro.

Sebagian besar produk itu naik 15 hingga 25 persen, dengan beberapa model bahkan melonjak hingga 33 persen. Apple TV menjadi sorotan karena kenaikannya disebut mencapai 54 persen.

Langkah tersebut memicu reaksi keras dari pengguna, terutama di Reddit. Banyak warganet menilai Apple terlalu agresif dalam menaikkan harga, sementara yang lain mengeluhkan perangkat baru yang terasa semakin tidak terjangkau.

Dampak ke pasar premium bisa makin luas

Kenaikan harga iPhone 18 Pro juga dinilai berpotensi mengubah lanskap pasar ponsel premium. Jika harga flagship terus naik, batas antara ponsel kelas atas dan model biasa akan semakin lebar.

Sebagian pengamat menilai situasi ini bisa mendorong perubahan preferensi konsumen, terutama jika hanya kelompok tertentu yang sanggup membeli perangkat terbaik. Dalam kondisi seperti itu, ponsel dengan spesifikasi standar berpotensi menjadi pilihan yang lebih umum.

Efeknya tidak berhenti di seri Pro saja. Ponsel yang lebih murah pun ikut terdorong naik, bahkan disebut bisa terdampak lebih besar dalam gelombang penyesuaian harga ini.

iPhone lipat Ultra ikut masuk radar harga tinggi

Selain seri iPhone 18 Pro, Apple juga dikabarkan menyiapkan iPhone Ultra yang dapat dilipat. Perangkat ini sebelumnya disebut masih diusahakan agar tidak melampaui US$2.000, tetapi tren harga saat ini membuat target tersebut terlihat semakin sulit.

Ming-Chi Kuo memperkirakan ponsel lipat Apple bisa mencapai US$2.500. Fubon Research memberikan estimasi sekitar US$2.399, dan angka itu dinilai semakin masuk akal di tengah krisis biaya memori.

Bagi konsumen di Indonesia, harga iPhone 18 Pro di level US$1.220 saja sudah berpotensi jauh lebih mahal setelah pajak dan biaya impor. Situasi ini membuat banyak pembeli setia Apple harus menghitung ulang anggaran sebelum memutuskan naik ke generasi berikutnya.

Terbaru