Apple kini menaikkan harga sejumlah perangkat rekondisi, dan dampaknya paling terasa di lini Mac kelas atas. Kenaikan ini muncul di tengah tekanan besar pada pasokan komponen semikonduktor, yang ikut mendorong kekhawatiran bahwa iPhone 17 juga akan ikut terseret.
Penyesuaian harga tidak terjadi merata di semua produk. Catatan sistem menunjukkan harga rata-rata produk rekondisi naik dari $160 menjadi $180, sementara iPad umumnya naik $120 hingga $150 dan komputer Mac mengalami lonjakan yang jauh lebih tajam, terutama pada konfigurasi profesional.
Kenaikan paling tajam ada di MacBook Pro
Di antara perangkat yang disorot, MacBook Pro 14 inci dengan chip M4 Pro naik dari $1.699 menjadi $1.779. Model MacBook Pro 16 inci dengan M4 Pro dan lapisan Nano-texture juga naik, dari $2.249 menjadi $2.339.
Lonjakan terbesar terjadi pada MacBook Pro 14 inci dengan M2 Max. Harga perangkat itu melonjak dari $4.249 menjadi $4.839, atau naik $590.
Kenaikan setajam itu membuat lini Mac rekondisi premium terlihat semakin mahal. Versi dengan konfigurasi tertinggi kini menjadi titik paling sensitif dalam penyesuaian harga Apple.
iPad ikut terdampak, tetapi tidak sedrastis Mac
Di lini tablet, iPad generasi ke-10 versi 256GB naik dari $339 menjadi $409. iPad mini 6 juga ikut terkoreksi, dari $379 menjadi $459.
Meski kenaikannya lebih kecil dibanding Mac kelas profesional, perubahan harga ini menunjukkan bahwa penyesuaian tidak hanya terjadi pada satu kategori. Apple tampaknya menata ulang harga perangkat rekondisi agar tetap sejalan dengan struktur harga keseluruhan perusahaan.
Para analis menilai langkah ini bertujuan menjaga tingkat diskon tetap stabil. Penyesuaian tersebut juga dipahami sebagai respons terhadap kenaikan harga pada mesin baru yang sudah terjadi lebih dulu.
Krisis komponen mendorong tekanan harga
Penyebab utama lonjakan harga bukan berasal dari biaya produksi atau perakitan. Akar masalahnya ada pada kelangkaan komponen semikonduktor, terutama saat ledakan kecerdasan buatan memaksa perusahaan komputasi awan membangun infrastruktur pusat data dalam skala besar.
Dampaknya terasa pada perebutan global untuk chip memori DRAM dan drive penyimpanan NAND Flash. Kondisi ini membuat biaya input di industri teknologi naik dan sulit dikendalikan.
CEO Tim Cook juga mengakui situasi ini dalam wawancara dengan Wall Street Journal. Ia menyebut kelangkaan tersebut seperti “banjir yang terjadi sekali dalam seabad,” dan menggambarkannya sebagai kondisi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam 40 tahun sejarah industri semikonduktor.
iPhone 17 jadi sorotan berikutnya
Di tengah tekanan itu, iPhone 17 mulai diperkirakan menghadapi penyesuaian harga. Sejumlah ahli menilai Apple mungkin akan menaikkan harga ponsel andalannya paling cepat bulan ini, tanpa menunggu musim peluncuran biasanya pada bulan September.
Tekanan ini muncul karena biaya input sudah melampaui batas kendali perusahaan. Jika skenario itu terjadi, iPhone 17 akan menjadi produk berikutnya yang merasakan dampak langsung dari pasar komponen yang semakin ketat.
Kondisi serupa tidak hanya dialami Apple. Samsung, Microsoft, Sony, dan Dell juga disebut menghadapi penyesuaian harga yang sejalan, menandakan bahwa perangkat teknologi kelas atas kemungkinan memasuki fase harga baru yang lebih mahal. Prioritas pasokan untuk sektor AI tampaknya akan terus menjaga tekanan pada rantai pasok komponen dalam waktu dekat.
