Kenaikan harga perangkat Apple mulai meluas ke hampir seluruh lini produk, dari MacBook dan Mac Desktop hingga iPad dan Vision Pro. Bahkan produk yang relatif tidak banyak memakai memori seperti Apple TV 4K dan HomePod ikut terdampak, menandakan tekanan biaya komponen kini menyentuh ekosistem Apple secara luas.
Di tengah gelombang itu, iPhone masih bertahan tanpa kenaikan harga bersama AirPods dan Apple Watch. Namun situasi ini dinilai hanya soal waktu, karena tekanan biaya memori dan penyimpanan yang mendorong kenaikan pada produk lain juga berpotensi memukul lini ponsel Apple.
Apple menjelaskan lonjakan harga komponen menjadi pemicu utama. Tim Cook sebelumnya telah memperingatkan bahwa perusahaan tidak lagi sanggup terus menyerap kenaikan biaya, terutama ketika harga memori dan penyimpanan naik tajam.
Perusahaan menggambarkan situasi ini sebagai lonjakan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Menurut penjelasan Apple yang dikutip Tom’s Guide, ekspansi pesat pusat data AI telah menciptakan permintaan luar biasa terhadap memori dan penyimpanan, sehingga harga komponen melesat sangat cepat.
Mengapa iPhone Belum Naik
Keputusan Apple menahan harga iPhone dipandang sangat strategis. Francisco Jeronimo dari IDC menyebut iPhone sebagai “sapi perah” Apple karena penjualan ponsel menyumbang sekitar 50% dari total bisnis perusahaan.
Dengan posisi sebesar itu, menjaga volume penjualan iPhone menjadi prioritas utama. Menahan kenaikan harga pada gelombang pertama bisa memberi ruang bagi Apple untuk mengukur seberapa jauh konsumen masih bersedia menerima kenaikan harga pada lini produk berikutnya.
Menurut pandangan analis, Apple kemungkinan sedang berhitung menjelang peluncuran jajaran produk pada September. Fokusnya adalah mencari titik aman untuk menaikkan harga iPhone tanpa terlalu banyak mengorbankan minat beli.
Meski begitu, iPhone dinilai tidak punya perlindungan khusus terhadap kenaikan biaya produksi. Jika MacBook dan iPad sudah terdorong naik akibat mahalnya memori dan penyimpanan, maka iPhone pada dasarnya menghadapi tekanan yang sama.
Prediksi Kenaikan Harga iPhone 18
Nabila Popal dari IDC mengatakan sebelumnya telah memprediksi kenaikan harga untuk beberapa model iPhone 18. Perkiraan awalnya adalah $50 untuk iPhone 18 standar dan $100 untuk iPhone 18 Pro serta Pro Max.
Namun setelah melihat kenaikan harga iPad dan MacBook belakangan ini, proyeksi itu menjadi lebih agresif. Ia kini lebih condong meyakini harga iPhone dapat melonjak hingga $200.
Bahkan menurut penilaian pribadinya, model Pro Max berpotensi mengalami kenaikan lebih tinggi dari perkiraan awal. Ia menilai era kenaikan harga yang hanya bertambah $50 kemungkinan sudah berakhir.
Prediksi ini belum berarti Apple pasti mengambil langkah yang sama pada semua model. Namun perubahan pandangan analis menunjukkan tekanan biaya yang kini dihadapi Apple sudah dianggap cukup serius untuk memicu lonjakan harga lebih besar dari pola sebelumnya.
Dampak ke Konsumen
Kenaikan harga iPhone tidak otomatis berarti permintaan akan langsung jatuh tajam. Jeronimo menilai basis pelanggan Apple cenderung kurang sensitif terhadap harga dibanding pengguna merek lain, karena iPhone punya tingkat loyalitas tinggi dan nilai gengsi yang kuat.
Selain itu, banyak konsumen membeli iPhone lewat skema cicilan dan program tukar tambah. Pola pembelian seperti ini bisa membantu meredam dampak psikologis dari kenaikan harga di rak penjualan.
Namun ruang tahan konsumen tetap ada batasnya. Jika harga iPhone ikut naik setelah MacBook dan iPad lebih dulu terdorong, sebagian pengguna bisa memilih menunda pembaruan perangkat.
Efek seperti itu mungkin tidak langsung terlihat dalam jangka pendek. Tetapi dalam jangka panjang, siklus upgrade yang makin jarang dapat menekan penjualan iPhone, terutama jika kenaikan harga berlangsung lebih tinggi dari perkiraan pasar.
Tekanan yang Kini Menyebar
Fakta bahwa Apple TV 4K dan HomePod juga ikut terdampak memperlihatkan luasnya tekanan biaya saat ini. Ini bukan sekadar masalah pada satu jenis perangkat, melainkan tanda bahwa kenaikan komponen inti telah mengubah struktur biaya di banyak kategori produk Apple.
Karena itu, posisi iPhone yang masih aman untuk saat ini lebih terlihat sebagai penundaan daripada pengecualian permanen. Saat MacBook dan iPad sudah melonjak, iPhone tinggal menunggu waktu untuk menghadapi ujian harga yang sama.
Source: inet.detik.com






