Memilih antara Vivo X300 dan Vivo X300 Ultra pada dasarnya bergantung pada satu hal: apakah kebutuhan utama ada di performa kamera dan fitur kelas profesional, atau cukup pada pengalaman flagship yang lebih seimbang dengan harga jauh lebih rendah. Selisih harga keduanya besar, karena Vivo X300 dibanderol sekitar $910 (₹76,000), sementara Vivo X300 Ultra berada di kisaran $1,500 (₹1,60,000).
Perbedaan itu tidak hanya muncul di label “Ultra”, tetapi juga terlihat jelas pada layar, chipset, sistem kamera, baterai, dan konektivitas. Di sisi lain, ada beberapa area yang tetap mirip, termasuk konfigurasi RAM dan penyimpanan hingga 16GB dan 1TB UFS 4.1, kamera depan 50MP AF, serta basis software Android 16 dengan OriginOS 6.
Siapa yang lebih cocok membeli Vivo X300
Vivo X300 lebih masuk akal bagi pengguna yang ingin ponsel flagship ringkas dengan spesifikasi tinggi tanpa meloncat ke kelas harga ultra-premium. Ponsel ini memakai layar LTPO AMOLED 6,31 inci dengan refresh rate 120Hz dan resolusi 1216 × 2640, sehingga tetap menawarkan tampilan premium dalam bodi yang lebih kecil.
Untuk performa, Vivo X300 ditenagai MediaTek Dimensity 9500 berbasis 3nm dengan GPU Arm G1-Ultra. Kombinasi ini menempatkannya sebagai flagship serius, meski model Ultra membawa chipset yang lebih kencang untuk beban grafis lebih berat.
Kamera juga tetap menjadi daya tarik utama pada model standar. Vivo X300 membawa kamera utama 200MP dengan OIS, kamera telefoto periskop 50MP dengan 3x optical zoom, serta kamera ultra-wide 50MP.
Di sektor video, perangkat ini mendukung perekaman 4K hingga 120fps. Baterainya berkapasitas 6,040mAh untuk versi global, didukung pengisian 90W wired, 40W wireless, dan reverse wired charging.
Di mana Vivo X300 Ultra unggul jauh
Vivo X300 Ultra menargetkan pengguna yang mengejar paket flagship tanpa kompromi, terutama untuk fotografi, videografi, dan hiburan layar besar. Ponsel ini memakai panel LTPO AMOLED 6,82 inci beresolusi 1440 × 3168 dengan refresh rate 144Hz, serta dukungan Dolby Vision, HDR10+, dan HDR Vivid.
Di dapur pacu, Vivo X300 Ultra dibekali Snapdragon 8 Elite Gen 5 3nm dengan GPU Adreno 840. Ini memberi keunggulan pada performa grafis dan gaming, sekaligus memperkuat posisi Ultra sebagai model paling bertenaga di lini ini.
Perbedaan paling besar hadir di sistem kamera belakang. Kamera utama sama-sama 200MP, tetapi model Ultra memakai sensor lebih besar dan gimbal OIS, yang memberi keunggulan pada stabilisasi dan potensi kualitas gambar.
Kamera telefoto menjadi lompatan paling mencolok. Vivo X300 Ultra membawa periskop 200MP dengan 3.7x optical zoom dan kemampuan macro, jauh di atas telefoto 50MP 3x pada Vivo X300.
Kamera ultra-wide juga tidak sekadar sama-sama 50MP. Pada model Ultra, sensor dibuat lebih besar dan dilengkapi Dual Pixel AF serta OIS, sehingga lebih fleksibel untuk pemotretan dan lebih serius untuk perekaman video.
Untuk video, Vivo X300 Ultra menawarkan paket yang lebih profesional. Fitur yang tersedia meliputi perekaman 8K, 4K hingga 120fps, Dolby Vision HDR, dan 10-bit Log.
Perbandingan singkat spesifikasi utama
| Aspek | Vivo X300 | Vivo X300 Ultra |
|---|---|---|
| Layar | 6,31 inci LTPO AMOLED, 120Hz | 6,82 inci LTPO AMOLED, 144Hz, Dolby Vision |
| Chipset | Dimensity 9500 | Snapdragon 8 Elite Gen 5 |
| Kamera utama | 200MP, OIS | 200MP, sensor lebih besar, gimbal OIS |
| Telefoto | 50MP periskop, 3x | 200MP periskop, 3.7x, macro |
| Ultra-wide | 50MP | 50MP, sensor lebih besar, Dual Pixel AF, OIS |
| Video | 4K 120fps | 8K, 4K 120fps, Dolby Vision HDR, 10-bit Log |
| Baterai | 6,040mAh | 6,600mAh |
| Charging | 90W wired, 40W wireless | 100W wired, 40W wireless, reverse wireless |
| Harga | Sekitar $910 (₹76,000) | Sekitar $1,500 (₹1,60,000) |
Fitur tambahan yang membedakan
Kedua ponsel sama-sama membawa optik Zeiss, sensor sidik jari ultrasonik, dan rating ketahanan IP68/IP69. Artinya, model standar pun tetap hadir dengan fondasi premium yang kuat.
Namun Vivo X300 Ultra menambahkan sejumlah fitur yang tidak tersedia di model biasa. Di antaranya adalah Satellite SOS pada model 1TB, dukungan output DisplayPort via USB-C 3.2, codec Bluetooth aptX Adaptive dan aptX Lossless, serta dukungan lensa zoom eksternal.
Baterai juga menjadi nilai tambah penting pada model Ultra. Kapasitas 6,600mAh dan pengisian 100W wired membuatnya unggul untuk daya tahan panjang, sementara reverse wireless charging menambah fleksibilitas untuk aksesori atau perangkat lain.
Dari sisi software, perbedaan keduanya tidak terlalu besar. Keduanya menjalankan Android 16 dengan OriginOS 6, dan Vivo X300 disebut membawa dukungan 5 Android upgrades, sehingga pengalaman dasar pemakaian sehari-hari tidak terpaut sejauh perbedaan kameranya.
Bagi pembeli yang mengutamakan nilai, Vivo X300 terlihat sebagai pilihan yang lebih rasional karena masih menawarkan layar LTPO AMOLED, kamera utama 200MP, telefoto periskop, wireless charging, dan sertifikasi IP68/IP69. Tetapi bagi pengguna yang benar-benar ingin kemampuan kamera, video, layar, dan konektivitas terbaik di kelas flagship Vivo, X300 Ultra memang membawa perangkat keras yang terasa jauh lebih lengkap.
