Sebuah laporan dari forum perangkat keras Taiwan membuat komunitas PC high-end ramai membahas satu pertanyaan yang tidak biasa: apakah RTX 5090 terlalu panas sampai meninggalkan bekas di motherboard ASUS? Kasus ini muncul setelah motherboard ASUS ProArt X870E-Creator WiFi ditemukan memiliki noda kecoklatan pada heatsink chipset PCH setelah digunakan bersama ASUS ROG Astral GeForce RTX 5090 selama sekitar enam bulan.
Yang membuatnya makin mencolok, seluruh sistem memakai lini produk ASUS yang sama. GPU, motherboard, hingga casing yang digunakan berasal dari keluarga ProArt dan ROG, sehingga insiden ini tidak melibatkan perangkat pihak ketiga sama sekali.
Jejak coklat di bawah slot PCIe
Pengguna forum tersebut melaporkan perubahan warna pada heatsink PCH di area yang posisinya tepat di bawah slot PCIe tempat RTX 5090 dipasang. Foto yang beredar menunjukkan noda coklat kekuningan yang mirip efek thermal discoloration akibat paparan panas berkepanjangan.
Meski begitu, GPU tetap berfungsi normal dan tidak ada kerusakan fisik yang dilaporkan pada kartu grafis itu sendiri. Sistem juga tidak tercatat mengalami crash atau overheat ekstrem, sementara noda pada heatsink tidak hilang sepenuhnya meski sudah dibersihkan dengan kain basah.
Daya RTX 5090 yang sangat besar
Sorotan utama kasus ini tidak lepas dari konsumsi daya RTX 5090 yang memang sangat tinggi. TDP resmi kartu ini disebut 575 watt, konsumsi rata-ratanya di beban berat sekitar 700 watt, dan puncak transient saat AI atau gaming ekstrem bisa mendekati 1.000 watt.
Dalam sistem dengan pendingin quad-fan ROG Astral, udara panas disebut terdorong ke bawah dan bisa terperangkap di ruang sempit antara GPU dan motherboard. Jika aliran udara casing tidak optimal, area di sekitar chipset, VRM, dan heatsink dapat ikut menerima paparan panas berkepanjangan.
Masalah yang sudah lebih dulu membayangi
Insiden noda pada motherboard ini menambah daftar persoalan yang sebelumnya sudah dikaitkan dengan varian premium RTX 5090. Dalam daftar masalah yang beredar disebutkan konektor 12VHPWR yang meleleh akibat arus berlebih, batch awal yang kehilangan ROPs, black screen of death saat beban puncak, hingga satu kasus kebakaran kapasitor yang merusak GPU dan motherboard.
Ada juga laporan modifikasi pengguna yang gagal ketika upaya memasang konektor kedua justru melubangi PCB. ASUS hingga saat ini belum memberi pernyataan resmi mengenai insiden terbaru yang melibatkan motherboard ProArt X870E-Creator WiFi tersebut.
Kemungkinan lain: bukan panas, melainkan RGB
Di tengah spekulasi soal panas, muncul teori alternatif yang tak kalah menarik. Media teknologi TweakTown menyinggung bahwa noda serupa pernah terjadi akibat paparan cahaya RGB intens dari modul memori yang menyala terus-menerus.
Heatsink PCH berada dekat dengan slot RAM pada motherboard ATX, sementara modul RAM gaming modern sering memakai LED RGB berkekuatan tinggi. Cahaya yang terfokus dalam waktu lama dapat memudarkan atau mengubah warna permukaan yang memakai cat atau anodisasi, terutama jika materialnya sensitif terhadap UV atau panas dari cahaya.
Ada perbedaan pola yang dipakai untuk membedakan keduanya. Kerusakan termal biasanya mulai dari sisi GPU dan menyebar ke bawah, sedangkan kerusakan akibat cahaya RGB cenderung dimulai dari sisi RAM dan mengarah ke tengah.
Masih belum ada kepastian penyebab
Masalahnya, pengguna asli tidak memberikan detail arah penyebaran noda. Karena itu, penyebab pasti discoloration di heatsink PCH tersebut belum bisa dipastikan hanya dari foto dan laporan yang beredar.
Kasus ini belum cukup untuk menyimpulkan RTX 5090 cacat desain, tetapi kemunculan masalah demi masalah membuat kartu grafis tersebut terlihat menuntut perhatian ekstra. Bagi pengguna yang memakai RTX 5090 untuk AI, rendering, atau gaming 8K, pendinginan, monitoring, dan manajemen daya menjadi hal yang sulit diabaikan.







