Vivo kembali ikut memperketat persaingan ponsel lipat premium lewat kehadiran X Fold 6. Perangkat ini datang dengan fokus yang jelas: performa tinggi, kamera kelas atas, dan daya tahan yang lebih serius untuk segmen flagship lipat.
Di atas kertas, Vivo X Fold 6 tidak bermain aman. Ponsel ini membawa layar utama besar, chipset generasi baru, baterai jumbo, dan kolaborasi kamera Zeiss yang menjadi salah satu nilai jual terkuatnya.
Layar besar dengan tingkat terang tinggi
Vivo X Fold 6 memakai panel Samsung M14 LTPO AMOLED 8,02 inci untuk layar utamanya. Panel ini mendukung resolusi 2K+, refresh rate adaptif hingga 120Hz, dan tingkat kecerahan puncak 5.000 nits.
Di bagian luar, Vivo menyematkan layar cover BOE LTPO AMOLED 6,51 inci dengan resolusi Full HD+. Kombinasi dua layar ini ditujukan untuk memberi pengalaman pakai yang tetap nyaman saat perangkat dilipat maupun dibuka penuh.
Performa premium dengan Dimensity 9500 Super Edition
Untuk dapur pacu, Vivo X Fold 6 mengandalkan MediaTek Dimensity 9500 Super Edition dengan fabrikasi 3 nm. Chip ini dipadukan dengan GPU Arm Mali-G1 Ultra MC12 untuk mendukung tugas berat dan kebutuhan grafis tinggi.
Vivo juga menambahkan chip komunikasi buatannya sendiri. Susunan ini mencakup satu global signal amplifier dan empat chip Wi-Fi yang dirancang untuk menjaga konektivitas tetap stabil.
Kamera Zeiss 200 MP jadi sorotan utama
Sektor kamera menjadi titik paling menonjol pada perangkat ini. Vivo menggandeng Zeiss dan menyertakan chip pencitraan Vivo V3+ untuk memperkuat hasil foto dan pemrosesan gambar.
Kamera utama menggunakan sensor Samsung HPB 200 MP dengan OIS. Konfigurasinya dilengkapi kamera telefoto periskop Sony LYT602 50 MP dengan zoom optik 3x serta kamera ultrawide 50 MP.
Baterai besar dan pengisian cepat
Vivo X Fold 6 dibekali baterai semi-solid-state generasi ketiga berkapasitas 7.000 mAh. Kapasitas ini membuat perangkat ini menonjol di tengah kategori ponsel lipat yang umumnya masih berkompromi pada daya tahan baterai.
Untuk pengisian ulang, Vivo menyiapkan 80W FlashCharge dan pengisian nirkabel 40W. Kombinasi ini memberi fleksibilitas lebih bagi pengguna yang membutuhkan pengisian cepat dalam aktivitas harian.
Dirancang lebih tangguh untuk pemakaian ekstrem
Selain spesifikasi inti, Vivo juga menekankan sisi ketahanan fisik. X Fold 6 mengantongi sertifikasi IP5X, IPX8, dan IPX9 untuk perlindungan terhadap debu dan air.
Vivo bahkan menyebut perangkat ini mampu bertahan pada suhu ekstrem hingga -20 derajat Celsius. Di kelas ponsel lipat premium, klaim ketahanan seperti ini menjadi nilai tambah yang cukup mencolok.
OriginOS 6 Fold membawa fitur produktivitas baru
Di sisi perangkat lunak, Vivo X Fold 6 menjalankan OriginOS 6 Fold. Sistem ini membawa fitur produktivitas baru bernama Atomic Workbench yang ditujukan untuk mempermudah multitasking.
Langkah ini menunjukkan bahwa Vivo tidak hanya mengejar spesifikasi mentah. Perusahaan juga mendorong pengalaman penggunaan yang lebih efisien untuk perangkat layar lipat yang memang mengandalkan fleksibilitas kerja dan hiburan.
Jadwal jual dan varian di China
Vivo X Fold 6 dijadwalkan mulai dipasarkan di China pada 1 Juli 2026. Perangkat ini hadir dalam beberapa varian memori dan pilihan warna Blue Hole, Salt Lake, serta Polar Night.
Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai peluncuran global maupun kehadiran Vivo X Fold 6 di pasar Indonesia. Namun, kombinasi kamera 200 MP, baterai 7.000 mAh, dan spesifikasi premium membuat perangkat ini langsung masuk radar persaingan ponsel lipat kelas atas.
