Grup Yazaki Batal Pindahkan Pabrik Ke Vietnam, Relokasi Besar-Besaran Gagal Setelah Dialog Intensif

Author: Qoo Media

Rencana relokasi besar-besaran dua pabrik komponen otomotif milik Grup Yazaki di Jawa Timur ke Vietnam akhirnya batal. Keputusan itu muncul setelah manajemen dan serikat pekerja mencapai kesepakatan pada Minggu, 28 Juni 2026.

Pembatalan ini menjadi kabar penting karena sebelumnya perusahaan disebut menyiapkan pemindahan separuh lini produksi. Kini, skema itu dipersempit secara signifikan dan hanya menyisakan beberapa unit produksi yang akan dipindahkan.

Relokasi yang ditekan lewat dialog

Dua fasilitas yang masuk dalam rencana itu adalah PT JAI di Pasuruan dan PT SAI di Mojokerto. Keduanya merupakan pabrik komponen otomotif asal Jepang yang selama ini beroperasi di Jawa Timur.

Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh sekaligus Presiden KSPI, Said Iqbal, mengonfirmasi bahwa perusahaan semula berniat memindahkan sekitar 50 persen lini produksinya. Namun, lewat dialog yang intensif, rencana itu berhasil ditekan hingga hanya tersisa 3 sampai 5 line produksi yang dipindahkan ke Vietnam.

Said Iqbal menyampaikan hal itu dalam konferensi pers daring pada Minggu (28/6/2026). Ia menegaskan bahwa rencana awal yang disebut besar-besaran tidak jadi dijalankan seperti semula.

Dampak ke pekerja tidak lewat PHK massal

Di sisi ketenagakerjaan, penyesuaian jumlah staf tidak akan ditempuh melalui pemutusan hubungan kerja secara massal. Perubahan tenaga kerja diproyeksikan berjalan lebih natural seiring rencana bisnis perusahaan yang telah disusun hingga 2030.

Menurut Said Iqbal, pengurangan itu terutama akan terjadi ketika kontrak pekerja habis masa berlakunya. Dalam skema tersebut, perusahaan tidak otomatis memperpanjang semua kontrak yang berakhir.

Ia menjelaskan bahwa jika penyusutan jumlah pekerja benar terjadi sampai 2030, prosesnya akan berlangsung secara alamiah. Dengan kata lain, penyesuaian dilakukan tanpa langkah pemangkasan besar yang mendadak.

Masih tergantung pasar otomotif

Meski begitu, stabilitas jumlah pekerja di masa depan tetap bergantung pada kondisi pasar otomotif. Volume permintaan dari para produsen kendaraan roda empat menjadi faktor utama yang akan memengaruhi keputusan perusahaan.

Said Iqbal menyebut permintaan dari grup Toyota dan produsen mobil lain dapat memengaruhi apakah kontrak pekerja akan diperpanjang atau tidak. Jika permintaan meningkat, peluang perpanjangan kontrak tetap terbuka.

Ia juga memperkirakan pengurangan tenaga kerja, bila terjadi, berada pada kisaran 20 persen sampai 30 persen hingga 2030. Perkiraan itu tetap berada dalam kerangka penyesuaian bertahap, bukan pemangkasan langsung dalam jumlah besar.

Kesepakatan yang meredakan kekhawatiran

Pembatalan relokasi besar-besaran ini memberi sinyal meredanya ketegangan antara pihak perusahaan dan pekerja. Kesepakatan yang tercapai menahan laju pemindahan produksi sekaligus mengurangi kekhawatiran atas dampaknya terhadap ribuan pekerja di dua pabrik tersebut.

Dengan hanya 3 sampai 5 line yang berpotensi pindah ke Vietnam, skala perubahan menjadi jauh lebih kecil dibanding rencana awal. Namun arah akhir penyesuaian tetap akan mengikuti kebutuhan bisnis dan perkembangan pasar otomotif dalam beberapa tahun ke depan.

Terbaru