Vivo X Fold 6 langsung menarik perhatian karena membawa perubahan besar di kelas ponsel lipat premium. Untuk pertama kalinya, Vivo meninggalkan chipset Snapdragon dan beralih ke prosesor terbaru MediaTek di lini Fold.
Langkah itu disertai peningkatan besar di dua sektor yang paling dicari pengguna, yaitu kamera dan baterai. Vivo juga menempatkan perangkat ini sebagai pesaing serius di pasar smartphone lipat premium setelah meluncurkannya di China.
Dimensity 9500 Jadi Titik Balik
Perubahan paling mencolok ada pada dapur pacu. Vivo X Fold 6 mengandalkan MediaTek Dimensity 9500 Super Edition yang dipasangkan dengan chip pencitraan Vivo V3+.
Kombinasi ini didukung RAM LPDDR5X Ultra dan penyimpanan UFS 4.1. Vivo juga menjalankan OriginOS 6 Fold berbasis Android 16 yang sudah dioptimalkan untuk perangkat layar lipat.
Kamera 200MP untuk Peningkatan Fotografi
Di bagian belakang, Vivo membawa kamera utama Samsung HPB 200MP dengan OIS. Sensor ini menjadi kamera utama 200MP pertama di lini Fold milik Vivo.
Susunan kameranya juga mencakup kamera ultra-wide 50MP dan kamera telefoto periskop Sony LYTIA 602 50MP. Lensa telefoto itu membawa VCS dan OIS untuk membantu menjaga stabilitas foto saat zoom jarak jauh.
Vivo juga menambahkan dukungan aksesori Vivo ZEISS Teleconverter G2. Aksesori ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan zoom optik pada sistem kamera belakang.
Baterai 7.000mAh, Terbesar di Fold Vivo
Sektor daya ikut mendapat lonjakan besar. Vivo X Fold 6 memakai baterai Blue Ocean 7.000mAh dengan teknologi solid-state generasi ketiga, dan kapasitas ini disebut sebagai yang terbesar dalam sejarah smartphone lipat Vivo.
Untuk pengisian ulang, perangkat ini mendukung fast charging 80W melalui kabel. Ada juga pengisian nirkabel 40W dan reverse wireless charging 5W.
Layar Besar dengan Kecerahan Tinggi
Di sisi visual, Vivo X Fold 6 memakai panel AMOLED lipat 8,02 inci dengan resolusi 2504 x 2312 piksel. Panel ini sudah mendukung LTPO dengan refresh rate adaptif 1Hz hingga 120Hz.
Vivo menggunakan material Samsung M14 yang diklaim mampu mencapai kecerahan hingga 5.000 nits. Layar bagian dalam juga dibekali PWM Dimming 1.920Hz dan pelindung Ultra Thin Glass.
Layar luar hadir dengan ukuran 6,51 inci, resolusi 2528 x 1120 piksel, dan panel BOE Q11. Layar ini juga mendukung refresh rate adaptif 1Hz hingga 120Hz, tingkat kecerahan maksimum 5.000 nits, serta Armour Glass generasi kedua.
Kedua layar sama-sama memiliki kamera depan 20MP. Susunan ini memberi fleksibilitas untuk selfie dan panggilan video dalam mode lipat maupun mode tertutup.
Fitur Premium dan Desain Tetap Tipis
Vivo melengkapi perangkat ini dengan sertifikasi IP58 dan IP59. Perlindungan itu membuat ponsel lebih tahan terhadap debu dan cipratan air.
Untuk konektivitas, tersedia Wi-Fi 7, NFC, USB 3.2 Gen 1, infrared blaster, motor linear sumbu X, speaker stereo, dan sensor sidik jari di sisi bodi. Meski membawa baterai besar, bodinya tetap tergolong ramping.
Saat dibuka, ketebalan perangkat berada di kisaran 4,4 mm hingga 4,8 mm. Saat dilipat, ukurannya menjadi sekitar 9,4 mm hingga 9,9 mm dengan bobot 228 gram hingga 235 gram tergantung warna dan material bodi.
Harga dan Varian
Vivo X Fold 6 hadir dalam beberapa pilihan memori agar bisa menyesuaikan kebutuhan pengguna. Varian 12GB/256GB dijual CNY 7.999 atau sekitar Rp18 jutaan.
Model 12GB/512GB dibanderol CNY 8.999, sementara versi 16GB/512GB dipasarkan dengan harga CNY 9.999. Untuk opsi tertinggi, ada varian 16GB/1TB seharga CNY 10.999 dan edisi Black Gold Edition 16GB/1TB dengan harga CNY 11.299.
Pilihan warnanya meliputi Blue Cave, Salt Lake, Extreme Night, dan Black Gold Edition. Hingga kini, Vivo baru memasarkannya di China dan belum mengumumkan jadwal peluncuran global maupun negara tujuan berikutnya.







