SteamOS mulai bergerak keluar dari ranah handheld dan perangkat buatan Valve menuju pasar desktop PC rakitan. Perubahan itu terlihat dari langkah Meta PC yang menyiapkan Steamroller, sebuah PC gaming small-form-factor yang datang dengan SteamOS terpasang sejak awal.
Langkah ini menarik karena selama ini SteamOS lebih sering dikaitkan dengan Steam Deck dan eksperimen Steam Machine. Kini, sistem operasi tersebut diposisikan sebagai fondasi utama untuk sebuah desktop gaming modern yang bisa dibeli langsung tanpa proses instalasi manual.
SteamOS masuk ke desktop siap pakai
Meta PC membuka pre-order Steamroller dengan harga $1,299. Perangkat ini dijadwalkan mulai dikirim pada 3 Juli 2026.
Keputusan memasang SteamOS sejak pabrik menunjukkan pendekatan yang berbeda dibanding PC gaming pada umumnya. Meta PC ingin menghadirkan pengalaman bermain dan performa yang sudah dioptimalkan sejak pertama kali perangkat dinyalakan.
Pendekatan itu juga memberi sinyal bahwa SteamOS mulai dianggap layak sebagai alternatif nyata untuk desktop gaming. Bukan hanya untuk perangkat genggam atau proyek niche, tetapi untuk PC komersial yang ditujukan ke pasar lebih luas.
Dalam konteks ini, Steamroller menjadi penanda penting bagi perluasan ekosistem SteamOS. Desktop tersebut bukan sekadar PC biasa yang kompatibel dengan Linux, melainkan produk yang secara eksplisit dijual dengan SteamOS sebagai sistem operasi utamanya.
Mengapa SteamOS dianggap menarik
Meta PC menilai SteamOS dapat membantu memberi pengalaman gaming terbaik sekaligus performa yang kuat. Sistem ini berbasis Linux, dan pengujian yang disebutkan menunjukkan Linux bisa menghadirkan performa lebih tinggi dibanding Windows 11.
Selain faktor performa, pemakaian SteamOS juga mengurangi biaya lisensi karena tidak melibatkan lisensi Windows. Efisiensi itu dinilai menjadi salah satu alasan mengapa Meta PC bisa menawarkan konfigurasi dengan RAM 16GB dan SSD 1TB pada harga $1,299.
Bagi konsumen, nilai jualnya bukan hanya pada harga awal. Model seperti ini juga menawarkan pendekatan yang lebih dekat ke pengalaman konsol, tetapi tetap berada di ranah desktop PC yang fleksibel.
Spesifikasi utama Steamroller
Steamroller memakai prosesor AMD Ryzen 5 9600X. Perangkat ini dipadukan dengan GPU AMD Radeon RX 7600.
Untuk memori, Meta PC menyematkan 16GB DDR5-5600 RAM. Penyimpanannya menggunakan 1TB PCIe Gen 4 NVMe SSD.
Motherboard yang digunakan adalah B650M atau B850M WiFi. Catu dayanya memakai PSU 650W 80+ Gold.
Sistem operasinya adalah SteamOS. Kombinasi ini menempatkan Steamroller sebagai PC gaming desktop yang jelas dirancang untuk bermain game sejak hari pertama.
| Komponen | Spesifikasi |
|---|---|
| CPU | AMD Ryzen 5 9600X |
| GPU | AMD Radeon RX 7600 |
| RAM | 16GB DDR5-5600 |
| Storage | 1TB PCIe Gen 4 NVMe SSD |
| Motherboard | B650M atau B850M WiFi |
| PSU | 650W 80+ Gold |
| OS | SteamOS |
Beda penting dengan Steam Machine
Meta PC juga menonjolkan fakta bahwa Steamroller adalah desktop rig sesungguhnya. Artinya, pengguna nantinya bisa meng-upgrade CPU, GPU, RAM, atau komponen lain sesuai kebutuhan.
Hal ini membedakannya dari Steam Machine yang dulu lebih menekankan bentuk ringkas dan pengalaman ala konsol. Steamroller tetap kompak, tetapi ia mempertahankan karakter utama PC desktop yang lebih mudah diutak-atik.
Dari sisi perangkat keras, Steamroller juga disebut jauh lebih modern. Prosesor Zen 5 yang dipakai dinilai jauh lebih cepat, sementara Radeon RX 7600 yang digunakan merupakan kartu grafis penuh dengan jumlah Compute Units lebih banyak dan clock yang lebih tinggi.
Kombinasi itu membuat performa gaming Steamroller diperkirakan lebih cepat dibanding Steam Machine generasi lama. Dengan kata lain, SteamOS kini hadir di desktop dengan perangkat keras yang jauh lebih siap untuk tuntutan game modern.
Masih ada kompromi
Meski begitu, Steamroller tidak menang di semua aspek. Dibanding Steam Machine, perangkat ini disebut kalah dalam dua hal, yaitu kenyamanan penggunaan ala konsol dan ukuran yang lebih kecil.
Steam Machine memiliki dukungan HDMI CEC yang dianggap penting untuk pengalaman home console yang lebih baik. Bentuknya yang lebih kecil juga memberi keunggulan tambahan untuk skenario ruang keluarga.
Karena itu, Steamroller tampaknya lebih cocok dilihat sebagai jembatan antara konsol dan PC desktop. Ia menawarkan sistem operasi yang dekat dengan ekosistem Steam, tetapi tetap mempertahankan fleksibilitas upgrade yang selama ini menjadi kekuatan utama desktop gaming.
Masuknya SteamOS ke PC desktop siap pakai lewat Steamroller juga bisa membuka jalan bagi produsen lain. Dulu Valve pernah berargumen bahwa pengguna bisa membangun perangkat SteamOS mereka sendiri, dan kini ada pabrikan yang mencoba menjual ide itu dalam bentuk produk jadi yang lebih praktis.
Source: tech.sportskeeda.com






