Steam Machine terbaru dari Valve langsung diburu penimbun meski baru meluncur beberapa minggu. Di eBay, harga jualnya sudah melonjak jauh di atas harga resmi, bahkan ada listing yang menembus USD 3.000 atau sekitar Rp 53 jutaan.
Lonjakan ini menarik perhatian karena terjadi saat perangkat itu sendiri masih sulit didapat di pasar. Kondisi tersebut membuat Steam Machine bukan hanya mahal sejak awal, tetapi juga semakin tidak terjangkau akibat pasokan yang sangat tipis.
Harga resmi sudah tinggi sejak awal
Valve sebenarnya sempat menargetkan Steam Machine di kisaran USD 750. Namun rencana itu berubah setelah harga komponen memori global naik tajam.
Perusahaan kemudian menetapkan harga awal perangkat ini di USD 1.049 atau sekitar Rp 17,2 juta. Kenaikan itu terjadi karena Valve tidak memiliki kekuatan tawar rantai pasokan sebesar perusahaan seperti Apple atau Sony.
Para teknisi Valve juga disebut ingin menurunkan harga jualnya. Namun peluang itu dinilai sangat tipis dalam kondisi komponen yang masih mahal.
Harapan untuk melihat harga turun makin melemah setelah Micron mengunci harga memori pada level tertingginya selama lima tahun ke depan. Situasi itu memberi tekanan tambahan pada biaya produksi perangkat keras seperti Steam Machine.
Scalper menjual mahal, bahkan sebelum barang di tangan
Di tengah pasokan yang seret sejak hari pertama peluncuran, penimbun langsung masuk ke pasar. Listing di eBay dilaporkan sudah melewati USD 2.000, dan sebagian lain mencapai USD 3.000.
Yang membuat situasinya lebih mencolok, banyak penjual itu belum benar-benar memegang unitnya. Sebagian besar hanya menampilkan tangkapan layar notifikasi daftar tunggu reservasi sebagai bukti.
Fenomena ini memperlihatkan seberapa tinggi permintaan terhadap perangkat tersebut meski harganya sejak awal dianggap tidak ideal. Bagi konsumen, dampaknya justru membuat akses ke perangkat baru Valve semakin sulit.
Valve sendiri termasuk pihak yang mengakui bahwa harga rilis Steam Machine masih jauh dari kata ideal. Pengakuan itu datang di saat produk tersebut justru terseret ke pasar sekunder dengan harga berlipat.
Pasokan minim memperburuk sentimen
Keterbatasan stok sudah menjadi masalah sejak hari pertama peluncuran. Artinya, tekanan terhadap harga bukan hanya datang dari biaya produksi, tetapi juga dari ketersediaan barang yang tidak seimbang dengan minat pembeli.
Dalam situasi seperti ini, pasar sekunder bergerak lebih agresif. Penjual memanfaatkan kelangkaan untuk memasang harga tinggi, sementara pembeli yang ingin mendapat unit lebih cepat terpaksa menghadapi biaya yang jauh lebih besar.
Bagi banyak pengguna, kondisi itu membuat Steam Machine sulit dijangkau untuk saat ini. Bahkan perangkat keras baru Valve yang paling realistis untuk dicoba justru bukan PC mini tersebut, melainkan Steam Controller.
Steam Controller justru mencuri perhatian komunitas
Di tengah kontroversi harga dan stok Steam Machine, komunitas pengguna mulai menyoroti sisi lain dari ekosistem perangkat Valve. Salah satunya datang dari modifikasi unik pada Steam Controller.
Hanya beberapa minggu setelah perangkat itu sampai ke tangan pengguna, fitur unik Steam Controller disebut cepat menginspirasi eksperimen komunitas. Salah satu contoh yang paling menarik datang dari pengembang sekaligus blogger Ray Foss.
Ray Foss mendemonstrasikan sebuah program yang membuat Steam Controller dapat bergerak dan bergeser di atas permukaan meja datar. Controller itu bahkan bisa meluncur sendiri menuju tempat pengisian daya miliknya.
Aksi tersebut memang tidak terkait langsung dengan persoalan harga Steam Machine. Namun kemunculannya menunjukkan bahwa perhatian terhadap perangkat keras Valve tidak hanya datang dari sisi pembelian, tetapi juga dari kreativitas komunitas yang menggunakannya.
Bagi pasar, sorotan terhadap modifikasi Steam Controller muncul di waktu yang kontras. Saat konsumen kesulitan mendapatkan Steam Machine dengan harga masuk akal, komunitas justru menemukan cara baru memaksimalkan perangkat Valve yang sudah ada di tangan mereka.
Kondisi ini memperlihatkan dua wajah peluncuran perangkat keras Valve saat ini. Di satu sisi, Steam Machine tersandera harga tinggi, suplai minim, dan aksi penimbun; di sisi lain, Steam Controller berkembang menjadi ruang eksperimen yang aktif di kalangan komunitas.
Source: inet.detik.com






